Sunday, October 2, 2016

Kasus Dimas Kanjeng Menandakan Masyarakat Masih Tidak Rasional

Akhir-akhir ini kita dikejutkan oleh berita mengenai penipuan yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi melalui padepokannya. Padepokan itu berada di Probolinggo dan selalu ramai akan pengunjung. Orang yang datang ke padepokan itu tidak hanya mencari ilmu agama tapi juga dengan maksud lain yaitu menyaksikan ilmu Taat Pribadi yang konon katanya mampu mengeluarkan uang dari tangannya secara langsung. Karena ilmunya yang ajaib itu padepokannya selalu ramai oleh pengunjung baik yang ingin melihat atraksinya maupun meminta jasanya dalam melipatgandakan uang. Tapi apakah itu benar?
Dimas Kanjeng
Sosok Dimas Kanjeng Setelah Menjadi Tahanan
Dibekuk Polisi
Pada tanggal 22 September 2016 padepokan Dimas Kanjeng didatangi oleh ribuan polisi untuk menangkap pemiliknya yaitu Dimas Kanjeng Taat Pribadi dengan tuduhan pembunuhan terhadap mantan santrinya. Ribuan polisi dikerahkan untuk melawan para pengikutnya yang berjumlah sangat banyak dan juga fanatik. Dimas Kanjeng pun dibekuk pada hari itu namun dia tidak mau mendemonstrasikan caranya dalam menipu para pengikutnya. Lucunya ia berdalih bahwa jinnya sudah kabur karena terkena gas air mata dari polisi sehingga ia tidak mampu menunjukkan kekuatannya.

Modus Operandi
Dalam melakukan aksinya, Taat Pribadi selalu mengatakan bahwa ia mampu melipatgandakan uang dengan ilmu ghaib. Dia mendemonstrasikan ilmunya di depan para pengikutnya agar mereka percaya. Dalam demonstrasinya ia menggunakan jubah dan mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak di depan pengikutnya. Dalam sebuah video di youtube terlihat bahwa dia harus menaruh kedua tangannya di belakang badan untuk alih-alih melipatgandakan uangnya namun sebenarnya mengambil uang dari jubahnya. Jubah yang disita oleh polisi setelah diperiksa terdapat beberapa kantong yang mampu menyimpan uang sebesar Rp 50 juta di tiap kantong. Sudah jelas bagaimana cara Dimas Kanjeng mengeluarkan uangnya.

Banyak yang Tertipu
Anehnya dalam kasus Dimas Kanjeng ini banyak yang tertipu. Kerugian dalam penipuan itu jumlahnya tidak tanggung-tanggung hingga Rp 200 miliar! Pengikutnya beraneka ragam mulai dari orang biasa, perwira, sarjana berpendidikan hingga orang-orang kaya. Sungguh aneh sekali, orang yang berpendidikan tinggi pun tertipu oleh trik Dimas Kanjeng yang jelas-jelas menipu ini. Bahkan ketika Dimas Kanjeng ditangkap oleh polisi, para pengikutnya percaya bahwa yang ditangkap adalah jelmaan Dimas Kanjeng dan yang asli masih di Mekah. Sungguh orang-orang fanatik tersebut sudah tidak bisa berpikir rasional.

Kesimpulan:
Kasus Dimas Kanjeng ini merupakan kasus penipuan yang berantai hingga pembunuhan dan pemalsuan. Anehnya, banyak orang yang percaya pada ilmu Dimas Kanjeng yang sangat jelas bahwa itu penipuan dan orang yang berpendidikan pun juga sama. Kegilaan akan materi dan nafsu untuk melipatgandakan uang dengan cara yang sangat cepat telah membutakan orang-orang ini. Semoga kasus ini dapat menyadarkan masyarakat akan penipuan uang dan investasi bodong. Sebelum saya tutup inilah video demonstrasi Dimas Kanjeng dalam mengeluarkan "uang"nya.


No comments:

Post a Comment