Friday, October 14, 2016

Potensi Besar Saham Komoditas di Tahun 2016

Setelah mengalami kenaikan yang besar di tahun 2014-2015 harga-harga komoditas mulai menunjukkan kenaikan kembali di tahun ini. Di tahun 2016 ini harga minyak dunia mengalami kenaikan dari harga $33,67 ke $50,17 yakni mengalami kenaikan sebesar 33%. Harga batubara juga mengalami kenaikan sebesar 31% dari $37,8/ST menjadi $55/ST, ST=Short Ton (2000 pound). Sedangkan CPO juga mengalami kenaikan dari $566/ton ke harga $756/ton atau meningkat sebesar 25%. Ini adalah berita yang bagus karena di Bursa Efek Indonesia banyak terdapat emiten dari sektor komoditas tersebut. Harga komoditas yang naik akan membuat harga saham yang memproduksikan komoditasnya akan naik pula meskipun kondisi fundamentalnya masih jelek.
Komoditas
Komoditas Mengalami Kenaikan yang Besar di tahun 2016
Menyentuh Level Terbawah
Dalam beberapa tahun terakhir hampir semua jenis komoditas mengalami penurunan yang besar-besaran. Hanya dalam setahun pula harga minyak mengalami penurunan dari $100/bbl menjadi $50/bbl. Lalu komoditas mengalami peningkatan yang signifikan di tahun 2016 yang menunjukkan bahwa komoditas telah menyentuh batas yang paling bawah dan itu berarti di tahun 2015 komoditas sudah menyentuh titik terendah dalam trend penurunannya. Alhasil saham-saham yang memproduksikan komoditas di BEI juga mengalami penurunan yang signifikan. Saham ELSA sempat menyentuh titik terendahnya di 420. Saham-saham batubara mengalami bottoming karena mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam 5 tahun terakhir. Banyak saham batubara yang tertidur di harga 50 karena sentimen negatif komoditas dan laporan keuangannya yang buruk. Saham AALI juga masih menunjukkan penurunan kendati harga CPO yang mulai membaik.

Trend Bisa Berlanjut
Kenaikan di tahun 2016 merupakan hal yang wajar mengingat perekonomian dunia yang masih mengalami pertumbuhan terutama di India dan Cina yang masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi super cepat. Setidaknya komoditas masih berpotensi untuk naik puluhan persen lagi mengingat pertumbuhan ekonomi global yang mulai membaik dalam beberapa tahun lagi. Di tahun 2015 pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan sebesar 3,1% dan diproyeksikan tetap di 3,1% di tahun 2016 dan naik menjadi 3,4% di tahun 2017. Produksi komoditas di dunia juga akan berkurang seiring rendahnya harga komoditas. Pemerintah Cina menginginkan untuk mengurangi produksi baja sebesar 100 juta ton pertahun di akhir dekade ini dan 500 juta ton batubara pertahun dalam periode yang sama. Kejatuhan harga komoditas di tahun 2015 juga dipicu oleh penguatan nilai US Dollar terhadap mata uang lain yang menyebabkan harga komoditas menurun dalam US Dollar. Namun sekarang sudah terjadi stabilisasi mata uang US Dollar sehingga harga komoditas juga akan lebih stabil.

Kesimpulan:
Penurunan harga komoditas dalam beberapa tahun terakhir membuat sektor komoditas menjadi terpuruk dan harga sahamnya jatuh. Namun terlihat pemulihan harga di tahun 2016 ini setelah mencapai bottoming di tahun 2015. Hal ini membuat sektor komoditas menjadi layak dilirik kembali untuk trading maupun investasi.

2 comments:

  1. Pilihan saham komoditas terbaiknya apa mas? ADRO, PTBA, ITMG, ELSA atau ada yg lainnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua yang disebutkan termasuk saham yang bagus di sektornya

      Delete