Monday, October 3, 2016

Review Bulanan Pasar September 2016

Pada sepanjang bulan September IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan uptrend di akhir bulan. Pada tanggal 1 September IHSG ditutup dengan nilai 5334 dan ditutup pada tanggal 30 September sebesar 5364. Untuk nilai tukar rupiah terhadap US Dollar mengalami penguatan dari 13.287 pada 1 September menjadi 13.039 pada 30 September. Harga minyak mentah mengalami kenaikan di bulan September dari $43/bbl pada 1 September menjadi $48/bbl pada 30 September atau meningkat sebesar 11,6% dalam sebulan. Harga emas dunia mengalami kenaikan dan berfluktuatif dari $1.309/oz menjadi $1.318/oz.
Review
Review Bulanan Pada Pasar
Berikut ini adalah highlight berita emiten di pasar saham pada bulan September:
1. Telkom Indonesia (TLKM): Sepanjang semester ini, penggunaan device 3G dan 4G di jaringan Telkomsel meningkat 45,7%. Kini Telkomsel melayani lebih dari 70 juta pelanggan data, 6 juta diantaranya merupakan pelanggan 4G. Penggunaan layanan data (payload) pun meningkat drastis sebesar 82,7% dibandingkan semester pertama tahun lalu.

2. Ace Hardware (ACES): Ace Hardware kembali menambah gerai baru pada pada 7 September mendatang dimana gerai ini terletak di PIK Avenue, Jakarta. Menurut Helen Tanzil, Sekretaris Perushaaan Perseroan dalam keterangan Jumat disebutkan bahwa gerai baru yang merupakan gerai ke enam yang dibuka tahun ini memiliki luas 1.009,6 meter persegi. Dengan dibukanya gerai PIK Avenue tersebut, maka total gerai yang dimiliki ACES berjumlah total 122 gerai.

3. Wijaya Karya (WIKA): WIKA melalui anak usahanya, PT Wika Realty tengah mencari mitra strategis untuk mengembangkan kawasan industri seluas 81 hektare (ha) di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan. Suradi Wongso, Sekretaris Perusahaan WIKA, mengatakan, saat ini pihaknya menjajaki kerjasama dengan beberapa calon mitra dari lokal dan luar negeri. Salah satu calon partner berasal dari China.

4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Menargetkan dana kelolaan nasabah prioritas sampai akhir 2016 sebesar Rp 75 triliun. Hingga Juni 2016, dana nasabah prioritas yang dikelola mencapai mencapai Rp 54 triliun. Direktur Utama BRI Asmawi Syam menjelaskan, sampai Juni 2016, jumlah nasabah prioritas yang dimiliki perseroan mencapai 35 ribu orang.

5.Summarecon Agung(SMRA): PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi outlook peringkat perusahaan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menjadi negatif dari stabil. Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Selasa (13/9/2016) dijelaskan outlook negatif diberikan untuk mengantisipasi perbaikan kinerja keuangan perusahaan yang lebih lambat dari ekspektasi akibat penurunan pendapatan dari bisnis pengembangan properti. Hal ini seiring dengan penurunan permintaan terhadap produk properti. Adapun, Pefindo menegaskan peringkat SMRA, obligasi berkelanjutan I/2013, dan obligasi berkelanjutan II/2015 pada idA+, sedangkan peringkat Sukuk Ijarah I/2013 dipertahankan pada “dA+(sy). Obligasi korporasi dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligasi korporasi Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

6. Pembangunan Perumahan (PTPP): Merencanakan membangun hunian sebanyak 100.000 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam lima tahun ke depan. Untuk merealisasi rencana itu, perseroan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, dan Konfederasi Serikat Perkerja Seluruh Indonesia (KSPSI) untuk mengembangkan hunian pekerja bagi MBR di daerah kawasan industri di seluruh wilayah Indonesia.

7. Bank Tabungan Negara (BBTN): Pemerintah bersama PT Bank Tabungan Negara Tbk. menargetkan pada Desember tahun ini siap untuk meluncurkan proyek perumahan bagi pekerja di sektor informal dengan skema kredit pemilikan rumah yang unik dari BTN. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) Maryono mengatakan, angka kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan hunian atau backlog saat ini yang berkisar antara 11 juta hingga 13 juta rumah tidak dapat sekadar ditangani dengan cara-cara yang bisa seperti selama ini. Kebutuhan tiap tahun meningkat sekitar 800.000 unit rumah, sementara kemampuan penyediaan selama ini hanya sekitar 400.000 unit, menyisakan defisit sekitar 400.000 unit tiap tahun. Bahkan dengan target sejuta rumah setahun pun,  butuh minimal 15 tahun untuk menyelesaikan masalah defisit hunian.

8. Nippon Indosari Corpindo (ROTI): ROTI akan meluncurkan beberapa produk baru tahun ini untuk mendorong pendapatan. ROTI akan memproduksi 12 klasifikasi produk baru di semester kedua tahun ini dan 12 hingga 20 stock keeping units (SKU) di tahun depan. ROTI akan meluncurkan empat produk baru di kuartal ketiga 2016. Lalu sisanya baru akan diluncurkan di akhir tahun. Jumlah produk baru dua kali lebih banyak dibandingkan produk baru yang diluncurkan per tahun dari periode 2012-2015.

9. Selamat Sempurna (SMSM): Emiten produsen komponen kendaraan bermotor PT Selamat Sempurna Tbk. optimistis kinerja paruh kedua lebih baik dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 5% dari semester I/2016. Andri Pribadi, Direktur Keuangan Selamat Sempurna, mengatakan secara siklus enam bulan kedua biasanya lebih baik dari paruh pertama. Menurutnya, proyeksi pertumbuhan sekitar 5% tersebut berkaca dari raihan pada semester I/2016 yang naik sekitar 3,8% dari periode yang sama tahun lalu.

10. Matahari Department Store (LPPF): LPPF terus menambah gerai baru semester II-2016 ini. Terbaru, perusahaan berkode emiten LPPF ini punya gerai baru di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan. Kini Matahari memiliki 147 gerai yang beroperasi di seluruh Indonesia. Empat gerai sebelumnya telah dibuka pada semester 1 tahun ini. Gerai baru yang dibuka memiliki luas 8.400 meter persegi (m2) dengan menempati tiga lantai di Gedung Lippo Mall Kemang. Gerai ini menjadi gerai ke-21 yang berdiri di Jakarta. Gerai ini menjadi gerai ke-5 yang beroperasi tahun ini. Empat gerai sebelumnya hadir di Metropolitan Mall Cileungsi, Lippo Plaza Jambi, Tanjung Pinang City Center, dan Sunrise Mall Mojokerto.

No comments:

Post a Comment