Thursday, July 20, 2017

Sariguna Primatirta (CLEO), Saham Kecil Berpotensi Besar?

Ketika saya mendengar nama CLEO yang terlintas di pikiran saya adalah air minum begitupula dengan pembaca bukan? Bila ada yang asing dengan nama CLEO maka saya tidak heran karena CLEO merupakan perusahaan kecil yang memiliki aset sebesar Rp 463,2 miliar hal itu jelas jauh dengan UNVR yang memiliki aset sebesar Rp 18,5 triliun dan ICBP sebesar Rp 34,5 triliun. Namun dari aset itu kita bisa melihat bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan kecil yang berarti lebih banyak ruang untuk bertumbuh di masa depan yang berarti lebih mudah dalam melipatgandakan nilai investasi ketimbang berinvestasi di perusahaan yang sudah matang. Sebenarnya ada saham yang sama seperti CLEO yaitu ADES namun saya tidak ingin membahasnya karena kinerjanya yang flat maka saya tidak pernah membahasnya. Mari kita simak pembahasan untuk CLEO.
Tanobel
Sariguna Primatirta Juga Bisa Disebut Tanobel

Produk yang dihasilkan dari Sariguna Primatirta ini adalah air minum dalam kemasan hingga air minum dalam bentuk galon bermerek Cleo. Perusahaan ini mulai beroperasi pada 17 September 2003 dan meluncurkan air minum Cleo pada 7 Maret 2004 dan sekarang sedang berekspansi di berbagai kota di Indonesia. Rencananya perseroan juga akan masuk ke sektor bisnis makanan ringan (snack). Yang pasti sektor consumer adalah sektor yang besar dengan kebutuhan yang selalu meningkat tiap tahunnya karena seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kenaikan jumlah masyarakat kelas menengah (middle class).

Prospek yang Cerah untuk Perusahaan AMDK
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi perusahaan Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) kebutuhan akan air minum dalam kemasan (AMDK) selalu meningkat setiap tahun setidaknya 10% tiap tahun. Bisa jadi peningkatan ini karena jumlah penduduk yang semakin bertambah dan taraf ekonomi yang lebih baik sehingga mendorong kebutuhan akan AMDK juga. Masyarakat modern akan lebih praktis dan higienis jika membeli AMDK jika dibandingkan dengan memasak sendiri. Oleh karena itu tren penggunaan AMDK akan terus meningkat seiring bertambahnya kelas menengah keatas.

Prospektus CLEO
Saham CLEO ini termasuk saham yang paling baru di BEI sekarang ini karena baru saja IPO di bulan Mei 2017. Harga saham CLEO pada saat IPO adalah 115/lembar dan sekarang ini harganya sudah menjadi 390-an/lembar yang artinya sudah meningkat lebih dari 350% hanya dalam kurun waktu 2 bulan ini. Namun sebenarnya setelah dilihat lebih lanjut memang saham CLEO di harga 115 itu terlalu murah karena dengan harga 115 saham CLEO hanya mencerminkan PER sebesar 6,2 jadi wajar saja bila harganya langsung naik pada saat perdagangan perdana di bursa. Namun saat ini saham CLEO bertengger di level 390 yang mencerminkan PER sebesar 22.
Produk Cleo
Produk CLEO

Terlihat dari laporan keuangannya bahwa pendapatan di tahun 2015 sebesar Rp 366,45 miliar dan di tahun 2016 sebesar Rp 523,93 miliar, meningkat 43% dan laba bersih di tahun 2015 sebesar Rp 5,03 miliar meningkat menjadi Rp 39,01 miliar yang berarti mengalami kenaikan 675%! Aset meningkat dari Rp 353,32 miliar di tahun 2015 menjadi Rp 463,28 miliar di tahun 2016, meningkat 31,1%. Nilai ekuitas juga meningkat dari Rp 148,2 miliar menjadi Rp 198,16 naik 33,7%. Nilai DER tidak lebih dari satu dan arus kas operassi yang positif di kedua tahun. Ini semua adalah hal yang positif dan prospeknya bisa jadi cerah di masa depan.

Manajemen CLEO membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 40% dan laba bersih sebesar 20% pada tahun ini. Pertumbuhan ini sejalan dengan valuasinya yang di PER 20 namun mengingat banyak saham di BEI yang undervalue seperti kasus AISA bisa jadi harganya turun namun tidak akan dibawah PER 10. Selain itu sebagai saham baru maka tingkat volatilitasnya bisa tinggi dan bisa jadi suatu saat nanti harganya akan bisa dibawah harga IPO seperti kebanyakan saham IPO di BEI.

Kesimpulan:
CLEO merupakan saham yang menarik untuk dikoleksi mengingat prospek bisnis air minum sangat menjanjikan di masa depan. Kendati kinerjanya di tahun 2016 baik, belum tentu perusahaan bisa memanfaatkan dana IPO dengan baik. Oleh karena itu investor yang konservatif bisa wait and see dulu sambil melihat perusahaan membuktikan target yang telah dipasangnya.

No comments:

Post a Comment