Friday, December 15, 2017

Menjadi Kontrarian Seperti Lo Kheng Hong

Bila anda adalah trader atau investor yang sudah lebih dari setahun membaca-baca berita investasi maka anda tidak akan asing mendengar tokoh bernama Lo Kheng Hong. Kendati minim ekspos di media namun Lo Kheng Hong sangat terkenal di Bursa Efek Indonesia. Kesuksesannya dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia telah membuat ia dijuluki sebagai "Warren Buffett Indonesia". Hal itu karena gaya berinvestasi Lo Kheng Hong mirip dengan Warren Buffett yang yakni berinvestasi secara jangka panjang dan terlihat kontrarian. Lo Kheng Hong sangat terkenal sebagai investor yang kontrarian. Kebanyakan investasi suksesnya berasal dari saham-saham yang tidak diapresiasi pasar. Dia membeli saham yang tertidur dan saham yang mengalami penurunan besar karena sentimen negatif pasar. Anehnya dia bisa berhasil mendapatkan keuntungan besar dari investasi yang dilakukannya.

Lo Kheng Hong
Lo Kheng Hong si Warren Buffett Indonesia

Thursday, December 14, 2017

Melihat Daftar Orang Terkaya Di Indonesia Versi Forbes 2017

Baru-baru ini forbes telah merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia jika di total melebihi $100 miliar yakni $126 miliar! Jumlah ini naik dari angka $99 miliar pada tahun lalu. Harga saham di Indonesia yang naik di tahun ini membuat banyak orang kaya yang naik asetnya pula. Nilai kekayaan 10 orang terkaya di Indonesia naik setidaknya 10% karena harga saham di Indonesia (IHSG) naik sebesar 17%. Banyak aset orang-orang terkaya di Indonesia berada dalam bentuk ekuitas perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia. Contohnya saja Robert Budi & Michael Hartono yang kepemilikannya di Bank BCA (BBCA) mencapai 55%. Saham BBCA yang naik pesat yakni sekitar 60% di tahun ini membuat kekayaan kakak beradik tersebut meningkat.
Orang Kaya

Daftar tahun ini dikejutkan dengan hadirnya dua sosok perempuan yang bergabung dalam 50 orang terkaya di Indonesia yaitu Arini Subianto dan Martini Mulyadi. Arini Subianto mewarisi kekayaan dari ayahnya Benny Subianto yang meninggal dunia pada Januari 2017. Meneruskan ayahnya, Arini menjadi pemimpin perusahaan yang bernama Persada Capital Investama yang bergerak dalam investasi ke dalam berbagai macam sektor. Nilai kekayaan Arini ditaksir mencapai $820 juta yang menjadikannya ke dalam salah satu dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Thursday, December 7, 2017

Bank Indonesia Melarang Penggunaan Bitcoin Mulai Tahun 2018

Bitcoin yang mulai populer di kalangan masyarakat Indonesia ternyata tidak mendapatkan restu dari Bank Sentral Indonesia yaitu BI. Pasalnya dalam waktu dekat Bank Indonesia akan mengeluarkan kebijakan baru yang melarang penggunaan Bitcoin dalam bentuk apapun baik itu investasi maupun sebagai alat pembayaran. Rencananya Bank Indonesia akan mengeluarkan peraturan yang biasa dikenal sebagai Peraturan Bank Indonesia (PBI) untuk melarang seluruh aktivitas yang berkaitan dengan Bitcoin mulai tahun 2018. Bank Indonesia juga meminta kepada merchant untuk tidak menggunakan Bitcoin sebagai alat transaksi. Belum adanya kejelasan mengenai bitcoin merupakan salah satu alasan dikeluarkan peraturan ini. Bank Indonesia tidak akan menanggung risiko yang terjadi dalam penggunaan Bitcoin sebagai media transaksi.
Enkripsi Bitcoin
Bitcoin Teridiri Dari Kode-Kode yang Terenkripsi

Harga Bitcoin terus merangkak naik di tahun ini dengan tingkat imbal hasil lebih dari 1400% dalam setahun ini. Kenaikan harga yang signifikan ini membuat orang-orang berbondong-bondong untuk membeli Bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi. Bahkan banyak juga orang Indonesia yang melihat peluang ini memanfaatkan momentum untuk mencari keuntungan dan sudah banyak orang Indonesia yang diuntungkan oleh kenaikan harga Bitcoin. Kenaikan harga Bitcoin yang terjadi secara terus-menerus membuat orang-orang berpikir bahwa harga Bitcoin tidak memiliki batasan tertinggi. Rekor demi rekor terus dipecahkan oleh Bitcoin dan sekilas membuat Bitcoin menjadi investasi yang tidak akan merugikan. Kendati demikian Bank Indonesia tidak memberikan restu yaitu dengan tidak mengizinkan penggunaan Bitcoin dalam bentuk apapun. Lalu mengapa? Berikut analisanya:

Monday, December 4, 2017

5 Saham Dividen yang Bagus Dibeli Pada Desember 2017

Akhir November ditutup dengan penurunan IHSG yang cukup besar yakni hingga -1,8%. Hal itu membuat sebuah peluang untuk membeli saham di harga yang lebih murah pada bulan Desember ini. Selain itu bulan Desember adalah bulan yang baik karena banyak perusahaan yang sudah mengeluarkan laporan keuangan Q3 2017. Dengan melihat laporan keuangan Q3 2017 maka dapat dijadikan acuan untuk mengatur portofolio kita diakhir tahun. 

Dividen

Friday, December 1, 2017

Review Bulanan Pasar November 2017

Pada sepanjang bulan November IHSG bergerak fluktuatif dengan penurunan yang sangat dalam di akhir bulan yang turun -1,8% pada 30 November. Pada tanggal 1 November IHSG dibuka dengan nilai 6017 dan ditutup pada tanggal 30 November sebesar 5952. Untuk nilai tukar rupiah terhadap US Dollar bergerak sideways dari 13.580 pada 1 November menjadi 13.548 pada 30 November. Harga minyak mentah mengalami kenaikan di bulan November dari $54,3/bbl pada 1 November menjadi $57,4/bbl pada 30 November atau meningkat sebesar 5,7% dalam sebulan. Harga emas dunia bergerak sideways dari $1.277/oz menjadi $1.274/oz sepanjang bulan November.
Review

Berikut ini adalah hightlight berita emiten di Bursa Efek Indonesia pada bulan November 2017:

5 Filosofi yang Selalu Dianut Warren Buffett

Warren Buffett merupakan investor terbaik sepanjang masa dan merupakan salah satu dari daftar orang terkaya di dunia. Dalam meraih kesuksesannya dia selalu memiliki filosofi yang selalu dipegang teguh dalam berbisnis. Filosofi-filosofi yang dimilikinya adalah berdasarkan dari pengalaman yang telah ia tempuh dalam perjalanan karirnya sebagai investor. Filosofi yang diberikan oleh Warren Buffett merupakan filosofi yang baik dan sangat logis untuk diterapkan di dunia investasi. Berikut ini adalah filosofi yang dibuat dan dianut oleh Warren Buffett:

Warren Buffett

Holding BUMN Tambang, Strategi untuk Mengambil Freeport

Baru-baru ini terdengar bahwa pemerintah berencana untuk membuat sebuah holding pada perusahaan-perusahaan BUMN di sektpr pertambangan. Akhirnya holding tersebut sudah terbentuk dan terdiri dari 4 perusahaan tambang BUMN yang besar. Keempat perusahaan itu adalah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS). Holding ini akan dipimpin oleh PT Indonesia Asahan Aluminium dan pemerintah akan memberikan hak sahamnya kepada Inalum untuk memimpin holding ini. Nilai ekuitas dari holding ini mencapai Rp 60 triliun dari gabungan antara keempat perusahaan tersebut. Mungkin ada yang bertanya mengapa dibuat sebuah holding seperti ini?
Holding Company
Holding Company Dapat Mengontrol Perusahaan Dibawahnya