Thursday, December 14, 2017

Melihat Daftar Orang Terkaya Di Indonesia Versi Forbes 2017

Baru-baru ini forbes telah merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia jika di total melebihi $100 miliar yakni $126 miliar! Jumlah ini naik dari angka $99 miliar pada tahun lalu. Harga saham di Indonesia yang naik di tahun ini membuat banyak orang kaya yang naik asetnya pula. Nilai kekayaan 10 orang terkaya di Indonesia naik setidaknya 10% karena harga saham di Indonesia (IHSG) naik sebesar 17%. Banyak aset orang-orang terkaya di Indonesia berada dalam bentuk ekuitas perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia. Contohnya saja Robert Budi & Michael Hartono yang kepemilikannya di Bank BCA (BBCA) mencapai 55%. Saham BBCA yang naik pesat yakni sekitar 60% di tahun ini membuat kekayaan kakak beradik tersebut meningkat.
Orang Kaya

Daftar tahun ini dikejutkan dengan hadirnya dua sosok perempuan yang bergabung dalam 50 orang terkaya di Indonesia yaitu Arini Subianto dan Martini Mulyadi. Arini Subianto mewarisi kekayaan dari ayahnya Benny Subianto yang meninggal dunia pada Januari 2017. Meneruskan ayahnya, Arini menjadi pemimpin perusahaan yang bernama Persada Capital Investama yang bergerak dalam investasi ke dalam berbagai macam sektor. Nilai kekayaan Arini ditaksir mencapai $820 juta yang menjadikannya ke dalam salah satu dari 50 orang terkaya di Indonesia.


Dalam daftar orang terkaya di tahun 2017 ini banyak bermunculan nama-nama baru. Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa munculnya nama-nama baru tersebut dikarenakan adanya program tax amnesty yang dilakukan pada tahun lalu dan membuat banyak pengusaha yang melaporkan kekayaannya untuk mendapatkan pengampunan pajak. Nilai kekayaan orang-orang terkaya di Indonesia cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu. Indeks IHSG yang meningkat dalam setahun ini membuat banyak pengusaha kaya yang meningkat asetnya. Contohnya saja Tahir yang di tahun 2016 memiliki kekayaan sebesar $2 miliar sekarang meningkat menjadi $3,5 miliar karena harga saham Mayapada (MAYA) yang meningkat pesat dalam setahun ini. Hal itu juga terjadi pada Sri Prakash Lohia yang memiliki banyak saham di Indorama Synthethic (INDR) sahamnya meningkat 50% dalam setahun yang menyebabkan kekayaannya meningkat dari dari $4,2 miliar di tahun 2016 menjadi $6,4 miliar di tahun ini. Berikut ini adalah daftar 10 orang terkaya versi forbes 2017.

1. Robert Budi & Michael Hartono

Budi & Michael Hartono
Umur                                        : Budi Hartono (77 tahun) & Michael Hartono (78 tahun)
Jumlah Kekayaan                      : $32,3 miliar (Rp 436 triliun)
Sumber Kekayaan                     : Perusahaan Rokok Djarum dan Bank BCA
Robert Budi Hartono atau yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong,  adalah seorang pengusaha terkaya di Indonesia. Ia merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan. Kisah bisnisnya bermula ketika ayahnya mengakuisisi perusahaan rokok yang hampir bangkrut di tahun 1950. Kemudian ayahnya mengubah namanya menjadi Djarum lalu memasarkan produknya. Ternyata rokok tersebut laris di pasaran dan bisnis rokok Djarum pun berkembang dengan pesat. Namun sayang pada tahun 1963 terjadi kebakaran yang hampir memusnahkan perusahaan tersebut dan ayahnya meninggal dunia tak lama kemudian di tahun yang sama. Tanpa putus asa Budi Hartono yang berumur 22 tahun dan kakaknya membangun kembali perusahaan tersebut dan menjadikannya salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Selain rokok Budi Hartono dan kakaknya menguasai 51% saham Bank BCA (BBCA) melalui Farindo Holding.Ltd.
Sedangkan  Michael Bambang Hartono atau yang memiliki nama asli Oei Hwie Siang adalah salah satu pemilik perusahaan Djarum dan Bank BCA. Hampir sama dengan adiknya Budi Hartono kekayaannya terpusat pada dua perusahaan tersebut. Perjalanan bisnisnya pun mengikuti Budi Hartono karena mereka bahu membahu membangun kerajaan bisnis dari perusahaan rokok yang hampir musnah menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yang bernama Djarum.

2. Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja

Umur                                            :  94 tahun
Jumlah Kekayaan                          : $9,1 Miliar
Sumber Kekayaan                         : Sinar Mas
Nama asli Eka Tjipta Widjaja adalah Oei Ek Tjhong, beliau dilahirkan pada tanggal 3 Oktober 1923 di China, Ia terlahir dari keluarga yang amat miskin. Ia pindah ke Indonesia saat umurnya masih sangat muda yaitu umur 9 tahun. Tepatnya pada tahun 1932, Eka Tjipta Widjaya yang saat itu masih dipanggil Oei Ek Tjhong akhirnya pindah ke kota Makassar. Pantang menyerah dalam berbisnis Eka Tjipta berhasil mendirikan Sinar Mas yang bisnis utamanya adalah pulp dan kertas, agribisnis, properti dan jasa keuangan.

3. Susilo Wonowidjojo

Susilo Wonowidjojo

Umur                                              : 61 tahun
Jumlah Kekayaan                            : $8,8 miliar
Sumber Kekayaan                           : Gudang Garam
Susilo Wonowidjojo (Cai Daoping) adalah seorang pengusaha Indonesia. Ia adalah anak ketiga dari Surya Wonowidjojo, pendiri Gudang Garam, perusahan rokok kretek di Kediri, Jawa Timur. Pada 2000, ia menggantikan kakaknya Rahman Halim atau Tjoa To Hing (anak pertama Surya Wonowidjojo) sebagai pimpinan Gudang Garam yang meninggal pada 27 Juli 2008 di Singapura. Saat ini Gudang Garam merupakan salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.

4. Anthoni Salim

Anthony Salim

Umur                                                : 68 tahun
Jumlah Kekayaan                              : $6,9 miliar
Sumber Kekayaan                             : Grup Salim
Anthony Salim lahir dari keluarga yang tergolong mapan. Ayahnya, Sudono Salim adalah pemimpin dari Salim Group yang pada akhirnya diteruskan oleh Anthony Salim sendiri. Perusahaan paling penting yang dimiliki Anthony Salim adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills. Saat ini Indofood merupakan salah satu produsen makanan terbesar di Indonesia dan Bogasari merupakan perusahaan tepung terigu yang terkemuka di Indonesia.

5. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia

Umur                                                : 65 tahun
Jumlah Kekayaan                              : $6,4 miliar
Sumber Kekayaan                             : Perusahaan Tekstil Indorama Corporation
Pindah ke Indonesia pada tahun 1973 kemudian ia merintis Indorama Corporation di tahun 1976. Perusahaan itu kemudian olehnya bergerak di bidang tekstil dengan memproduksi benang pintal. Bisnisnya yang berkembang membuat perusahaan itu merambah dan melakukan diversifikasi ke industri serat polyester.  Saat ini Indorama merupakan salah satu perusahaan tekstil terdepan di Asia.

6. Boenjamin Setiawan

Boenjamin Setiawan

Umur                                                : 84 tahun
Jumlah Kekayaan                              : $6,4 miliar
Sumber Kekayaan                             : Perusahaan Tekstil Indorama Corporation
dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D. (Khouw Liep Boen, lahir pada tahun 1933) lebih dikenal dengan "Dr. Boen" adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Bersama 6 saudaranya, ia mendirikan PT Kalbe Farma, bergerak dibidang farmasi, yang berkembang menjadi Grup Kalbe. Grup Kalbe berkembang kebeberapa lini, diantaranya: farmasi, makanan kesehatan, bisnis pengepakan, distribusi, pergudangan, sarana riset modern, pendidikan (Kalbis Institute) dan rumah sakit.

7. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung
Umur                                                : 55 tahun
Jumlah Kekayaan                              : $3,6 miliar
Sumber Kekayaan                             : Perusahaan Konglomerasi CT Corp
Chairul Tanjung memulai bisnisnya ketika ia masih kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Kini perusahaan konglomerasi miliknya yaitu CT Corp, menjadi perusahaan yang memiliki anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega dan CT Global Resources. Selain berbisnis Chairul Tanjung juga terjun ke pemerintahan sebagai menteri di era Susilo Bambang Yudhoyono. Dia juga menulis buku yang bernama "Si Anak Singkong" yang menjelaskan tentang riwayat hidupnya.

8. Tahir
Tahir

Umur                                                 : 65 tahun
Jumlah Kekayaan                               : $3,5 miliar
Sumber Kekayaan                              : Perusahaan Konglomerasi Grup Mayapada
Dato'Sri Tahir adalah seorang pengusaha di Indonesia, investor, filantropis, sekaligus Mayapada Group, sebuah holding company yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia. Pengalaman dan keberaniannya dalam berbisnis pada akhirnya membawanya menjadi seorang pengusaha muda. Dia dikenal sebagai pengusaha ulet dan memiliki bisnis yang cukup beraneka ragam dan kesemuanya sukses. Dari garmen lambat laun Dr Tahir muda mulai berani memasuki bidang bisnis lain, dia masuki bidang keuangan. Diawali dari Mayapada Group yang didirikannya pada 1986, bisnisnya merambat dari dealer mobil, garmen, perbankan, sampai di bidang kesehatan. Tahun 1990 Bank Mayapada lahir menjadi salah satu bisnis andalannya hingga saat ini.

9. Mochtar Riady


Umur                                                  : 88 tahun
Jumlah Kekayaan                                : $3 miliar
Sumber Kekayaan                               : Perusahaan Konglomerasi Grup Lippo
Mochtar Riady adalah pengusaha keturunan Tionghoa yang merupakan pendiri Lippo Group. Pada awalnya ia bercita-cita menjadi bankir dan kemudian bekerja di berbagai bank. Kemudian setelah sukses berkarir di industri perbankan ia mendirikan Lippo Group. Saat ini Lippo Group memiliki berbagai lini bisnis di berbagai sektor perekonomian yaitu industri keuangan, infrastruktur, properti, indsutri elektronik hingga retail.

10. Jogi Hendra Atmadja 

Jogi Hendra Atmadja

Umur                                                  : 71 tahun
Jumlah Kekayaan                                : $2,7 miliar
Sumber Kekayaan                               : Grup Mayora
Jogi Hendra Atmadja merupakan kepala dari Grup Mayora yang merupakan produsen makanan kemasan terbesar di Indonesia. Sejak awal terbentuk, Jogi Hendra Atmadja menjabat sebagai komisaris utama. Jogi dan keluarganya memiliki konsentrasi investasi yang besar di Grup Mayora.


No comments:

Post a Comment