Minggu, 26 Januari 2020

Virus Corona Adalah Hal yang Buruk Untuk Ekonomi China

Coronavirus Wuhan telah menewaskan 50 orang dan menginfeksi hampir 2000 orang sejauh ini hingga mengguncang pasar Cina dan melemparkan rencana liburan Tahun Baru Imlek yang akan datang ke dalam kekacauan bagi jutaan orang. Jika Beijing gagal mengatasi penyakit dengan cepat, itu akan menyebabkan lebih banyak efek negatif ekonomi bagi negara yang sudah berusaha mencegah penurunan dengan mencoba mendorong lebih banyak pengeluaran konsumen. "Jika anda mencoba menyeimbangkan kembali ekonomi Tiongkok, ini adalah salah satu peristiwa terakhir yang ingin anda saksikan," kata Logan Wright, direktur riset pasar Cina di Rhodium Group. 

Investigasi Virus Corona
Investigasi Virus Corona

Hong Kong Menyatakan Darurat Virus dan Kasus Coronavirus Muncul di Australia

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam pada hari Sabtu mengumumkan darurat virus di kota 7,3 juta, memperpanjang pembatalan sekolah hingga 17 Februari dan membatalkan semua kunjungan resmi ke daratan Cina. Lam mengumumkan paket tindakan yang bertujuan membatasi koneksi pusat keuangan Asia ke Cina daratan. Penerbangan dan perjalanan kereta cepat antara Hong Kong dan kota Wuhan di Cina akan dihentikan, dan perayaan tahunan Tahun Baru Imlek untuk kota tersebut telah dibatalkan.

Petugas Medis Menggunakan Pelindung Lengkap di Wuhan
Petugas Medis Menggunakan Pelindung Lengkap di Wuhan

Diamond Food (DMND) Menargetkan Tumbuh 20% di Tahun 2020

Mungkin banyak yang belum mengenal emiten yang bernama PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND). Hal itu maklum karena Diamond Food baru saja IPO pada Januari 2020 ini. Emiten ini cukup menarik karena berada di sektor consumer goods dimana produknya sudah banyak dikenal oleh masyarakat dengan brand Diamond pada produk olahan susu seperti susu UHT, keju dan es krim. Berikut ini adalah ulasan mengenai rencana Diamond Food kedepannya:

IPO Diamond Food

Pendapatan Metrodata Electronics (MTDL) Diprediksi Tembus Rp 15 triliun

Salah satu perusahaan berbasis IT di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) memperkirakan bahwa nilai penjualannya akan mencapai Rp 15 triliun atau lebih dari US$ 1 Milyar pada tahun 2019 lalu. Hal itu sangat bagus karena nilai tersebut merupakan nilai tertinggi dalam sejarah Metrodata Electronics. Namun nilai tersebut masih sebatas perkiraan manajemen dan belum dicatatkan dalam laporan keuangan tahun 2019 dan diaudit yang mana nilainya bisa berubah kembali. Namun dengan perkiraan tersebut maka investor dapat memperkirakan kinerjanya yang mana tidak akan terlalu banyak berubah pada laporan keuangan tahun 2019 yang akan dipublikasikan. Berikut ini adalah ulasan dari prediksi kinerja Metrodata Electronics di Tahun 2019.

Metrodata Electronics

Kinerja Bank Negara Indonesia (BBNI) Tahun 2019 Melambat

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Hal itu juga terjadi pada bank BUMN yang lain seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI). Kendati demikian pertumbuhannya sama seperti bank BUMN lain tersebut yaitu tumbuh tipis jika dilihat dari pertumbuhan laba bersih. Berikut ini adalah ulasan kinerja Bank Negara Indonesia (BBNI) pada tahun 2019.


Sabtu, 25 Januari 2020

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tahun 2019 Melambat

Baru-baru ini Bank Mandiri (BMRI) mengumumkan pencapaian kinerjanya untuk tahun buku 2019. Dari hasil yang disampaikan Bank Mandiri memiliki kinerja yang tumbuh secara single digit pada tahun lalu. Berikut ini adalah ulasan kinerja Bank Mandiri pada tahun 2019.

Bank Mandiri

Kinerja Bank BRI (BBRI) di Tahun 2019 Melambat

Bank dengan aset terbesar di Indonesia yaitu Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami kinerja yang cukup flat untuk tahun buku 2019. Kendati demikian kinerjanya diatas rata-rata industri perbankan. Berikut ini adalah ulasan kinerja Bank BRI di tahun 2019.

Bank BRI

Bagaimana Virus Mempengaruhi Ekonomi dan Pasar

(Reuters) - Wabah virus baru di China telah mempengaruhi melalui pasar keuangan dunia, dengan investor melakukan perbandingan terhadap wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) 2003 untuk menilai potensi dampak ekonomi. Daftar berikut menyusun perkiraan dampak ekonomi dari episode-episode sebelumnya seperti juga pemenang dan pecundang pada masing-masing perusahaan dari wabah saat ini.
Virus Mempengaruhi Ekonomi
Orang Cina Pergi ke Pasar Ditengah Wabah Virus

Garuda Indonesia (GIAA) Emiten Dengan Manajemen yang Buruk

Beberapa waktu terakhir publik dihebohkan dengan adanya skandal penyelundupan onderdil Harley Davidson dan dua sepeda Brompton yang dilakukan oleh Garuda Indonesia. Kasus ini terungkap oleh pihak Bea Cukai dan langsung dilakukan penyelidikan pada Garuda Indonesia untuk mengungkap siapa dalang sebenarnya dari kejadian tersebut. Penyelidikan ini bahkan melibatkan kementrian BUMN untuk mengatasinya. Menteri BUMN Erick Thohir memberikan peringatan agar pelakunya untuk mengakui perbuatannya agar mendapatkan keringanan. Namun tidak ada yang mengaku bertanggung jawab pada skandal tersebut hingga akhirnya penyelidikan menetapkan Direktur Utama Garuda Indonesia yaitu Ari Askhara sebagai pelakunya. Akhirnya dengan cepat Dirut Garuda tersebut dicopot oleh Erick Thohir dari jabatannya dan diumumkan kepada publik. 

Skandal Garuda Indonesia 2019

Prospek Masa Depan Industri Energi Terbarukan Indonesia di Tahun 2030

Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam hal konsumsi energi. Ini didorong oleh pembangunan ekonomi yang kuat, peningkatan urbanisasi dan pertumbuhan populasi yang stabil. Indonesia merupakan pengguna energi terbesar di Asia Tenggara (ASEAN), terhitung hampir menyumbang 40% total penggunaan energi total ASEAN. Antara tahun 2000 dan 2014, konsumsi energi di Indonesia meningkat hampir 65%. Dalam proyeksi kedepannya kebutuhan energi Indonesia tumbuh 80% lagi pada tahun 2030. Oleh karena itu Indonesia memerlukan transisi energi terbarukan untuk pasokan energi yang lebih stabil.

Energi Terbarukan