Jumat, 22 Juni 2018

Saham Dividen yang Bagus Dibeli Pada Juni 2018

Saat ini kondisi pasar cenderung sangat fluktuatif dan tidak kondusif. Sejak awal tahun hingga 6 bulan ini pasar sudah mengalami penurunan yang cukup lumayan. IHSG sudah turun lebih dari -8,8% dan pelemahan Rupiah terhadap US Dollar menembus level Rp 14.000/USD. Pasar saat ini terlihat tidak kondusif ditambah dengan pertumbuhan ekonomi Q1 2018 yang hanya 5,06% saja dari target pemerintah yang sebesar 5,4% pada tahun ini sehingga menimbulkan banyak koreksi dari para analis. Namun kendati semua itu berinvestasi harus tetap berjalan seperti biasanya dengan terus mencari berbagai peluang ditengah berbagai kondisi perekonomian. Oleh karena itu setiap bulan lebih baik untuk berinvestasi secara rutin.
Dividen

Penurunan yang sangat tajam membuat banyak saham-saham menjadi terdiskon dan nilai dividen yieldnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya. Membeli saham dividen merupakan strategi investasi yang bagus dalam jangka panjang karena selain keuntungan kapital gain investor juga mendapatkan dividen rutin setiap tahunnya. Tidak semua dividen memiliki kualitas yang sama sehingga saya selalu merekomendasikan saham-saham dividen yang berkualitas sehingga nilai dividennya pun bisa bertumbuh di masa depan mengikuti kinerja perusahaannya. Berikut ini merupakan saham-saham dividen yang dapat dilirik di bulan Juni:

Sabtu, 19 Mei 2018

Investasi Saham Ibarat Menanam Pohon

Banyak orang yang salah memberikan persepsi terhadap investasi pada saham. Orang-orang pada umumnya menilai bahwa saham merupakan sebuah perjudian dan menilai bahwa saham bisa diprediksi pergerakannya dan memiliki pola tersendiri. Kebanyakan orang tersebut akan melakukan sebuah tindakan jangka pendek dan menghiraukan dampak jangka panjang dari tindakannya. Namun sebenarnya berinvestasi pada saham adalah seperti halnya kita menanam pohon, imbal hasil terbesar adalah ketika kita telah lama memilikinya.


Jumat, 18 Mei 2018

Kinerja Pesat MCAS Selaras Dengan Valuasinya

M Cash Integrasi (MCAS) merupakan salah satu perusahaan startup yang melantai di BEI pada tahun 2017 lalu. Startup dinilai memiliki pertumbuhan yang sangat pesat dan itulah yang cocok untuk menggambarkan MCAS. Saat ini MCAS berada pada tahap pertumbuhan yang sangat pesat dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang meningkat hingga ratusan persen. Bayangkan saja di tahun 2017 pendapatan MCAS meningkat sebesar 255% dan laba bersihnya meningkat sebesar 185%. Sangat jarang menemui perusahaan di BEI yang dapat membukukan pertumbuhan secara triple digit secara konsisten dan kabar baiknya MCAS merupakan salah satu perusahaan langka tersebut. Kinerja pesat tersebut sepertinya akan berlanjut di tahun 2018 dan membuat MCAS layak untuk dipantau perkembangannya.

MCAS M Cash Integrasi

Kamis, 17 Mei 2018

Kinerja ERAA Meningkat Pesat Pada Q1 2018 Ditopang Kenaikan Harga Saham

Kabar menggembirakan untuk pemegang saham Erajaya Swasembada (ERAA) karena di tahun 2018 ini harga saham ERAA sudah naik 178% year to date hingga artikel ini ditulis. Kenapa harga ERAA bisa naik dengan sangat pesat? Jawabannya adalah memang karena valuasinya di harga 750-an teralu murah. Dengan harga 750 di tahun 2017 maka ERAA diperdagangkan dengan valuasi PER sebesar 8,2 dengan laba per saham di tahun 2016 yang sebesar Rp 91/lembar. Tentu saja hal ini murah karena ERAA selalu membukukan kinerja yang bertumbuh baik dari pendapatan maupun laba bersih secara double digit. Kesabaran investor ERAA membuahkan hasil yakni peningkatan harganya yang pesat di tahun 2018 ini. Namun lantas bagaimana sahamnya setelah mengalami kenaikan pesat ini? Apakah masih bagus untuk dibeli?

Gerai Erafone ERAA
Gerai ERAA

Pengaruh Pengeboman Teroris Kali Ini Berefek Cukup Besar

Dalam sepekan ini berita duka datang untuk Indonesia karena banyak terjadi serangan-serangan terorisme yang terjadi hanya dalam waktu seminggu ini. Pada hari Kamis 10 Mei 2018 terjadi kericuhan yang terjadi pada Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok. Kejadian tersebut merenggut nyawa 5 anggota polisi dan 1 terduga teroris selain itu polisi mengamankan ratusan narapidana yang ikut dalam kericuhan dan memindahkan mereka ke Nusakambangan. Beberapa hari kemudian yakni tepatnya di hari Minggu 13 Mei 2018 terjadi pemboman yang terjadi pada 3 gereja di Surabaya. Hingga kini pemboman tersebut telah merenggut belasan korban jiwa dan puluhan korban luka-luka. Ini merupakan salah satu kejadian terorisme terbesar dalam sejarah terorisme di Indonesia.

No Terorism

Senin, 14 Mei 2018

Dampak Pemboman Terorisme Terhadap Pasar Hanya Sementara

Pertengahan Mei 2018 ini merupakan waktu kelabu bagi Indonesia karena terjadi serangkaian tindakan terorisme yang terjadi dan menewaskan banyak korban jiwa termasuk aparat kepolisian. Ini merupakan salah satu tindakan terorisme terbesar di Indonesia dilihat dari rentetan kejadian dan korban jiwa yang ada. Oleh karena itu dampak yang dihasilkan dari serangkaian aksi terorisme kali ini akan lebih besar dibandingkan dengan bom sebelumnya seperti bom Sarinah atau bom dengan skala kecil yang lain. Setidaknya pemboman kali ini akan menjadi sentimen negatif IHSG pada bulan Mei ini karena masih adanya serangkaian serangan pemboman yang berlanjut.
No terrorism


Saham Dividen yang Bagus Dibeli Pada Mei 2018

Akhir April ditutup dengan penurunan IHSG yang cukup besar yakni hingga -3,2%. Isu trade war, pelemahan rupiah membuat IHSG terperosok dengan sangat dalam sejak awal tahun 2018 yang membuat tahun 2018 merupakan salah satu start terburuk untuk IHSG. Namun karena hal ini pula saham-saham menjadi banyak yang terdiskon dan tidak terkecuali dengan saham-saham bagus yang secara konsisten memberikan dividen. Oleh karena itu penurunan IHSG bukanlah sebuah keburukan namun adalah peluang emas untuk mengoleksi saham-saham bagus di harga yang murah.
Dividen

Di Bursa Efek Indonesia ada banyak saham yang memberikan dividen. Ada yang memberikan dividen dengan persentase yang besar dari harganya dan ada pula yang kecil. Investor sebaiknya menghindari jumlah dividen yang terlampau besar karena dividen itu sulit untuk berulang di tahun-tahun berikutnya sehingga tidak cocok untuk investasi jangka panjang. Dividen yang baik adalah yang jumlahnya normal tapi bertumbuh tiap tahunnya mengikuti laba dari perusahaannya. Pertumbuhan dividen yang terus menerus dalam bertahun-tahun akan membuat investornya balik modal hanya dari dividen tersebut. Langsung saja berikut adalah daftarnya:

Sabtu, 05 Mei 2018

Review Bulanan Pasar April 2018

Pada sepanjang bulan April IHSG bergerak turun dengan sangat signifikan. Pada tanggal 2 April IHSG dibuka dengan nilai 6194 dan ditutup pada tanggal 30 April sebesar 5994 terkoreksi sebesar -3,2%. Untuk nilai tukar rupiah terhadap US Dollar bergerak melemah dari 13.741 pada 2 April menjadi 13.912 pada 30 April. Harga minyak mentah WTI mengalami kenaikan di bulan April dari $64,9/bbl pada 2 April menjadi $68,5/bbl pada 30 April atau meningkat sebesar 5,5% dalam sebulan. Harga emas dunia bergerak fluktuatif dengan kecenderungan sideways dari $1.327/oz menjadi $1.316/oz sepanjang bulan April dengan kecenderungan turun di akhir bulan.
Review

Berikut ini adalah hightlight berita emiten di Bursa Efek Indonesia pada bulan April 2018:

Jumat, 04 Mei 2018

Enak Beli Saham Atau Properti? Mari Bandingkan!

Salam untuk semua pengunjung setia stockdansaham.com! Perkenalkan saya Zulbiadi Latief, cita-cita jadi analis saham terbaik untuk saham syariah he he!. Kali ini saya mau sedikit berbagi soal keunggulan antara investasi saham dengan property. Kira-kira enak beli saham atau properti?
Banyak yang bilang kalau investasi saham itu ‘high risk, high return’. Ya, memang betul demikian. Tapi sebenarnya ungkapan tersebut hanya cocok untuk orang yang belum paham sama sekali bagaimana cara membeli saham bagi pemula dan alur dalam bermain saham, istilahnya trader newbie.
Properti

Senin, 16 April 2018

Tren Harga Minyak Naik Akumulasi Saham Sektor Migas

Sepanjang tahun 2018 dari awal hingga saat ini harga minyak mentah WTI mengalami kenaikan dari US$60,42/bbl menjadi US$66,81/bbl atau mengalami kenaikan sebesar 10,5%. Namun sebenarnya semanjak mengalami kejatuhan dari tahun 2014-2015 harga minyak mentah WTI mengalami tren kenaikan dari 2 tahun terakhir. Di tahun 2016 harga minyak mentah WTI sempat menyentuh angka US$33,62/bbl hingga di level sekarang yang ada di harga US$66,81/bbl berarti sudah mengalami kenaikan sebesar 98,72% sejak tahun 2016 hingga saat artikel ini dibuat. Kenaikan harga minyak diprediksi akan tetap berlanjut hingga memiliki potensi dapat menyentuh US$80/bbl. Oleh karena itu kenaikan harga minyak ini dapat digunakan sebagai momentum untuk berinvestasi pada saham-saham yang ada di sektor migas, namun tentunya dengan saham yang memiliki fundamental baik.

Rig Minyak