Jumat, 08 Februari 2019

Amazon Saham yang Naik 1000 Kali Dalam 20 Tahun

Nama Amazon saat ini tidaklah asing di telinga kita. Perlu diketahui bahwa yang dimaksud disini adalah perusahaan dengan nama Amazon dan bukan hutan Amazon. Amazon merupakan retailer e-commerce terbesar di dunia saat ini yang didirikan oleh Jeff Bezos di tahun 1994 di umur 30 tahun. Lalu di tahun 1997 Amazon Go Public di NASDAQ dengan kode saham AMZN dan sahamnya bisa diperdagangkan oleh investor publik. Yang unik dari Amazon di mata investor adalah sahamnya sudah naik lebih dari 1000 kali hanya dalam waktu 20 tahun. Bila ada investor yang menanamkan modal $1000 saja maka hasilnya adalah sebesar $1.000.000 dalam 20 tahun investasi dan menjadi millionaire. Sangat jarang sekali ada perusahaan yang memberikan imbal hasil ribuan kali atau ratusan ribu persen hanya dalam waktu 20 tahun namun Amazon mampu memberikannya. Berikut ini adalah kisah perusahaan Amazon dan sahamnya yang naik secara besar-besaran.

Amazon

Selasa, 05 Februari 2019

Hal yang Dapat Dipelajari Dari Shutdown Amerika Serikat

Dunia dibuat kaget oleh pemberitaan ditutupnya pemerintahan Amerika Serikat. Tutupnya pemerintahan Amerika Serikat sudah berlangsung sejak 22 Desember 2019 hingga Januari 2019 pada saat artikel ini ditulis. Penutupan pemerintahan Amerika Serikat merupakan hasil dari ketidaksepakatan antara Donald Trump dengan Parlemen (terutama dari Partai Democrat) tentang anggaran biaya pembuatan tembok yang membatasi perbatasan Meksiko. Pembuatan Tembok Meksiko merupakan salah satu janji Donald Trump dalam kampanyenya sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat. Donald Trump berjanji untuk membuatkan tembok yang membatasi Meksiko agar melindungi negaranya dari para imigran yang bisa masuk secara ilegal.

US Shutdown

Penutupan pemerintahan di Amerika Serikat membuat ratusan ribu pegawai pemerintah terkena dampaknya. Mereka tidak menerima gaji mereka selama satu bulan karena ditutupnya pemerintahan. Hal ini membuat banyak unjuk rasa untuk menghentikan shut down tersebut dan menuntut gaji mereka segera dibayarkan. Penutupan Pemerintahan di Amerika Serikat memberikan banyak hal yang dipelajari yaitu:

Minggu, 03 Februari 2019

Investasilah di Reksadana Saham Jika Tidak Mengerti Saham

Berinvestasi saham tidak selalu harus mengetahui cara menganalisa saham. Di era yang modern saat ini investasi semakin mudah dengan adanya reksadana. Investasi di reksadana memiliki keunggulan dimana kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan cara analisa saham dan mengikuti perkembangan pasar. Anda hanya perlu membeli reksadana saham secara rutin setiap bulan dan seiring berjalannya waktu nilai portofolio investasi reksadana anda akan berkembang dari deposit dan peningkatan harga saham yang ada di unit reksadana tersebut. Hal ini terutama sangatlah bagus untuk investor yang baru dan masih awam. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kelebihan reksadana untuk investor yang awam.
Manajer Investasi

Selasa, 29 Januari 2019

Investasi Dengan Modal yang Sedikit Tidak Masalah

Banyak orang ragu atau menunda memulai berinvestasi karena mereka berpikir bahwa investasi membutuhkan modal yang besar. Nyatanya investasi terutama saham hanya membutuhkan nilai investasi yang kecil. Di era yang modern ini anda hanya perlu beberapa juta saja dan sudah bisa memulai berinvestasi saham. Banyak juga yang meremehkan modal kecil dalam berinvestasi saham karena katanya keuntungannya akan kecil juga. Hal tersebut memang benar adanya, jika modal anda kecil maka hasilnya juga akan kecil karena dalam investasi kita menggunakan persentase. Namun yang perlu dilihat disini adalah modal anda saat ini memanglah kecil namun itu bukan berarti modal anda akan terus menerus kecil. Anda dapat memperbesarnya seiring berjalannya waktu. Dalam artikel ini akan dibahas mengapa berinvestasi dengan modal yang kecil tidaklah bermasalah.

Modal Kecil

Senin, 28 Januari 2019

Misi Utama Investor Retail Adalah Menemukan Permata Terpendam

Bila ada sebuah ajaran mengenai bagaimana investor retail berinvestasi maka satu hal yang penting untuk dilakukan adalah menemukan saham yang seperti permata terpendam atau dalam bahasa Inggris disebut hidden gems. Banyak investor retail yang lebih suka untuk berinvestasi pada saham-saham yang populer di pasar saham yang dikategorikan sebagai blue chip atau aman dalam jangka panjang. Bila anda merupakan salah satu yang berpikiran demikian anda harus merubah pola pikir anda. Itu karena potensi terbesar dari pasar saham yang sebenarnya ada pada saham-saham yang potensial namun diabaikan oleh pasar atau seperti permata yang terpendam karena terpendam dalam orang-orang tidak mengetahuinya. Menemukan permata terpendam adalah kunci kesuksesan investor retail dalam berinvestasi.
Permata Terpendam

Minggu, 27 Januari 2019

IMF Memangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia di Tahun 2019

Baru-baru ini ada berita yang patut untuk diperhatikan dalam berinvestasi yaitu datang dari IMF (International Monetary Fund). IMF melakukan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2019 dan tahun 2020. Pemangkasan ini terjadi sebagai akibat dari perlambatan ekonomi dunia yang terjadi di berbagai macam negara terutama negara-negara besar seperti Cina, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang. Ekonomi dunia diprediksi lebih melambat namun akan mengalami akselerasi di tahun 2020. Berikut ini adalah ulasan mengenai opini IMF terhadap proyeksi ekonomi dunia di masa mendatang:

IMF

Sabtu, 26 Januari 2019

3 Cara Berinvestasi Pada Diri Sendiri

Dalam sebuah artikel saya menunjukkan bahwa berinvestasi pada diri sendiri merupakan investasi yang memberikan imbal hasil terbaik. Terdapat banyak cara untuk berinvestasi pada diri sendiri dan kebanyakan orang tidak mengerti atau mengerti namun tidak disiplin dalam menjalankannya. Investasi pada diri sendiri merupakan hal yang terbaik yang anda dapat lakukan dalam hidup anda. Salah satu bentuk investasi diri sendiri yang orang lakukan pada umumnya adalah pendidikan formal. Berikut ini adalah macam-macam investasi pada diri sendiri:

Belajar Mandiri

Berinvestasi Pada Diri Sendiri Lebih Baik

Kebanyakan orang berpikir bahwa berinvestasi haruslah membeli instrumen investasi seperti properti, surat utang, saham, komoditas seperti emas dll. Kendati barang-barang tersebut merupakan sebuah investasi namun investasi yang terbaik ada pada diri anda sendiri. Bayangkan saja sangatlah percuma modal yang besar dalam investasi jika anda tidak mampu mengelolanya maka modal anda akan hilang dengan cepat. Berinvestasi pada diri sendiri itu berarti anda membuat diri anda lebih baik di masa depan. Salah satu contoh investasi diri sendiri yang paling umum adalah menjalani pendidikan formal di sekolah. Ketika anda bersekolah anda sudah melakukan sebuah investasi pada diri anda sendiri untuk membuat diri anda lebih baik di masa depan. Banyak orang menganggap sekolah adalah hal yang wajib dilakukan karena memang hal tersebut benar, sekolah merupakan salah satu bentuk investasi pada diri sendiri yang memberikan kehidupan makmur bagi kebanyakan orang secara umum.
Membaca

Jumat, 25 Januari 2019

Investasi Saham Versus Investasi Properti

Mungkin ada banyak orang yang ragu berinvestasi saham karena imbal hasilnya yang tidak pasti dan faktor risikonya yang tinggi. Berinvestasi properti lebih menarik di mata orang pada umumnya karena banyak yang berhasil dalam meraih keuntungan berinvestasi properti dan wujudnya yang nyata. Sedangkan di saham masih belum banyak yang sukses berinvestasi kendati terdapat salah satu tokoh investasi saham yang berhasil yaitu Lo Kheng Hong dan nilai wujud saham yang terlihat tidak nyata. Oleh karena itu jika disuruh memilih pasti banyak orang yang lebih memilih untuk berinvestasi di properti dibandingkan di saham, bagaimana tidak properti yang anda miliki bisa anda tinggali atau sewakan untuk mendapatkan pemasukan. Dalam artikel ini dibahas kelebihan dan kekurangan pada masing-masing instrumen investasi ini:
Saham vs Properti

Kerugian Membeli Saham yang Tidak Likuid

Tidak semua saham di Bursa Efek Indonesia bagus, sebagian saham ada yang tidak bagus salah satu jenisnya adalah saham yang tidak likuid. Saham yang tidak likuid merupakan saham yang ditransaksikan dengan jumlah volume yang kecil. Oleh karena volumenya kecil maka jumlah bid dan offernya juga relatif kecil. Akibatnya saham yang tidak likuid jarang ditransaksikan atau ditransaksikan dalam jumlah yang kecil. Membeli saham yang tidak likuid memiliki segudang permasalahan. Dalam artikel ini akan membahas mengenai kerugian membeli saham yang tidak likuid
Aset Beku