Minggu, 31 Januari 2016

Spekulasi Saham ELSA (Elnusa) Terhadap Kenaikan Harga Minyak

Sejak tahun 2014 harga minyak terus mengalami penurunan yang cukup dalam. Penurunan itu membuat harga minyak pernah menyentuh angka dibawah $30/bbl bahkan sampai $26,5/bbl pada tanggal 20 Januari. Angka itu dibawah harga wajarnya karena minyak diproduksikan dengan biaya pada angka diatas $30/bbl. Jadi bila minyak diperdagangkan dibawah angka $30 itu adalah hal yang sangat tidak wajar walaupun kelebihan suplai harga minyak seharusnya diperdagangkan diatas $30 agar perusahaan minyak dapat beroperasi. Investor yang tahu akan hal ini pasti sudah menimbun minyak di harga $30 untuk mendapatkan keuntungan ketika harga minyak naik kembali.

Logo Elnusa
Elnusa Bergerak di Bidang Oil Service & Equipment

Rabu, 27 Januari 2016

5 Tips Keuangan Untuk Memulai tahun 2016

Tak terasa bulan Januari sudah hampir habis namun tentu saja ini masih awal tahun. Awal tahun biasanya diisi dengan impian dan rencana untuk memulai tahun yang baru. Impian itu bisa berupa hidup berkecukupan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi dalam masalah keuangan. Kesalahan dalam mengambil keputusan keuangan akan berakibat fatal untuk memulai tahun 2016 ini. Masalah seperti pengeluaran yang berlebihan dan hutang bisa membuat anda tidak dapat mencapai impian anda yaitu kebebasan finansial, setidaknya anda sedang menempuh target tersebut.
Rencana Keuangan
Rencana Keuangan Sangatlah Penting

Perekonomian yang sedang lesu sungguh mengkhawatirkan. Kelesuan itu hampir dirasakan oleh semua sektor yang ada di Indonesia jadi tidak hanya sektor komoditas saja yang terkena dampaknya. Banyak perusahaan yang merasakan kelesuan ekonomi tersebut dan akhirnya melakukan PHK pada karyawannya untuk menjaga operasional perusahaan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka anda harus menyiapkan strategi keuangan seperti mengatur pengeluaran dan hutang hingga pemilihan asuransi. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasannya:

Senin, 25 Januari 2016

Anjloknya Harga Saham SRIL dan Hal yang Harus Dicermati

Di tahun ini pemegang saham Sri Rejeki Isman sepertinya harus melapangkan dada sebabnya harga saham SRIL sudah jatuh sebesar 30%. Sebenarnya ini bukanlah hal yang terlalu buruk sebab harga saham SRIL sudah naik sebesar 70% dalam setahun ini setelah dihitung dengan penurunannya ini. Menurut Bareksa, penurunan harga saham SRIL disebabkan oleh hutang yang akan jatuh tempo pada 9 Februari 2016. Total hutang yang jatuh tempo tersebut sebesar $53,8 juta atau sebesar 743 miliar rupiah (asumsi kurs 13.800/dollar), hutang tersebut diperoleh dari Bank Rakyat Indonesia. Hutang tersebut harus dilunasi pada Februari 2016 namun kas SRIL pada kuartal III 2016 hanya tercatat $27,9 juta atau setara $385 miliar yang berarti ada gap sebesar Rp 258 miliar. Tidak hanya hutang. pada bulan November 2015 lembaga pemeringkatan S&P merilis laporan yang menyatakan prospek SRIL menjadi negatif dari yang tadinya stabil. Itu karena di tahun 2016 managemen SRIL meningkatkan ekspansi dan akan membuat SRIL membutuhkan pendanaan yang besar.
Sri Rejeki Isman SRIL
Logo Sri Rejeki Isman

Sebenarnya pemegang saham SRIL tidak perlu panik karena berita tersebut sebab management pasti sudah memperkirakan akan hutang yang jatuh tempo tersebut. Tidak mungkin perusahaan besar seperti SRIL tidak memperkirakan akan hutang yang diperolehnya untuk kegiatan bisnisnya. Lembaga pemeringkatan pun juga bisa saja salah dalam memberikan rating. Karena rating hanyalah acuan dan rekomendasi dari lembaga pemeringkatan. Hal yang perlu dicermati adalah tingkat kekuatan SRIL dalam membayar hutang. Saya akan menunjukkan analisa mengenai laporan keuangan SRIL pada Q3 2015:

Kamis, 21 Januari 2016

4 Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak

Kemarin saya telah membahas tentang pengaruh turunnya harga minyak terhadap ekonomi dunia. Dari situ timbullah sebuah pertanyaan, mengapa harga minyak turun? Pertanyaan itu adalah hal yang wajar karena semua hal yang terjadi pasti ada alasan dan penyebab di belakangnya. Sebenarnya ketika menganalisa penurunan harga suatu barang pasti dikaitkan dengan jumlah suplai dan kebutuhan akan barang itu. Jika lebih banyak suplai daripada permintaan maka harga akan turun begitu juga sebaliknya. Harga minyak yang turun disebabkan oleh kelebihan pasokan minyak oleh negara-negara pengekspor minyak dan lemahnya pertumbuhan permintaan akibat perlambatan ekonomi dunia.
Krisis Minyak
Volatilitas Harga Minyak Membuat Prospek Minyak Sulit Ditebak

Dalam waktu 1,5 tahun harga minyak sudah jatuh lebih dari 70% dari yang tadinya $105/bbl menjadi $27/bbl. Analis memprediksikan minyak akan tetap mengalami penurunan di tahun 2016 karena adanya kelebihan suplai. Banyak faktor yang mempengaruhi harga minyak mulai dari efek Strong Dollar, produksi OPEC, Amerika Serikat yang tidak lagi terikat minyak hingga perlambatan ekonomi dunia. Untuk lebih lengkapnya berikut adalah penjelasannya:

Rabu, 20 Januari 2016

Apa Pengaruh Dari Penurunan Harga Minyak di Dunia?

Dunia dikagetkan tentang penurunan harga minyak yang dimulai pada pertengahan 2014. Kala itu harga minyak masih di kisaran $105 dan turun terus menerus hingga menyentuh angka $29 saat ini atau bisa dikatakan turun 72% dalam waktu 1,5 tahun. Lucunya pada awal penurunan harga minyak analis memperkirakan bahwa harga minyak akan naik kembali dalam waktu yang singkat. Namun pada kenyataannya harga minyak malah memasuki tren $20-an/bbl. Sebenarnya sebelum minyak menyentuh angka 20-an analis sudah memperkirakan bahwa harga minyak akan memasuki zona tersebut tapi memang ketika harga terus menerus hal terpopuler dalam prediksi adalah mengikuti tren penurunan tersebut.
Penurunan Harga Minyak
Harga Minyak Sudah Turun Lebih dari 70% dalam 1,5 Tahun

Selain mengejutkan, penurunan harga minyak memberikan dampak yang besar terhadap negara-negara yang berhubungan erat dengan minyak. Pada dasarnya negara-negara yang mengekspor dan mengimpor minyak yang paling merasakan dampaknya. Negara yang mengekspor minyak akan merugi karena harga minyak yang turun akan mengikis keuntungan dari selisih harga produksi minyak dengan harga yang ada di pasar. Begitupun sebaliknya, negara pengimpor komoditas yang satu ini akan merasa diuntungkan karena murahnya minyak impor. Selain negara, beberapa industri seperti transportasi akan merasa diuntungkan juga karena penurunan harga minyak akan membuat biaya operasionalnya berkurang. Lebih lengkapnya mari simak penjelasannya secara detail:

Minggu, 17 Januari 2016

5 Sifat Orang yang Sudah Berinvestasi yang Harus Anda Teladani

Investasi dalam masa kini sudah tidak lagi menjadi kegiatan sampingan melainkan sebuah kebutuhan. Bayangkan saja setiap kegiatan yang anda lakukan demi masa depan adalah sebuah investasi. Kegiatan itu entah makan-makanan yang bergizi, berolahraga ataupun menggali ilmu pengetahuan baik formal ataupun informal. Jadi menurut saya investasi itu melingkupi seluruh hal yang mempengaruhi masa depan. Walaupun demikian banyak orang yang tidak menyadarinya karena menganggap investasi hanya berkaitan dengan uang. Sebenarnya persepsi tersebut tidaklah salah, namun uang hanyalah sebagai gambaran dari modal. Modal itu sendiri dapat berupa uang ataupun energi yang anda keluarkan.

Sifat Orang
Investor Lebih Optimis Menatap Masa Depan


Sadar tidak sadar sebenarnya investasi mempengaruhi diri orang yang berinvestasi tersebut. Pengaruh itu bisa mulai dari pola pikir, pengetahuan dan gaya hidupnya. Akan terlihat jelas sekali antara orang yang berinvestasi dengan yang tidak jika dilihat dari ketiga faktor tersebut. Faktor-faktor inilah yang akan saya bahas dalam kesempatan ini. Berikut adalah pembahasannya:

Jumat, 15 Januari 2016

Pengaruh Pengeboman Teroris dan Penurunan BI Rate Terhadap IHSG

Pada tanggal 14 Januari kemarin ibukota Jakarta digegerkan dengan aksi brutal yang dilancarkan oleh sekelompok teroris. Peristiwa itu terjadi tepatnya di pos polisi dan di depan Starbuck Sarinah. Pelaku teroris tersebut menggunakan bom dan senjata api dalam melancarkan aksinya. Menurut berita pelaku terorisme tersebut berjumlah 14 orang. Korban tewas setidaknya 7 orang dan puluhan lainnya luka-luka baik dari warga sipil maupun aparat sedangkan dari pihak terroris sendiri 5 orang tewas dan lainnya melarikan diri. Insiden ini menjadi trending topik dunia dan banyak warga Indonesia yang menyaksikan secara langsung mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera mereka sehingga banyak foto dan video amatir tentang teror tersebut diekspos di dunia maya. Tidak hanya itu aksi heroik seorang supir Gojek, ketenangan penjual sate hingga polisi berwajah ganteng pun menjadi perbincangan populer di media sosial.

Polisi Berlindung
Polisi yang Berlindung dari Serangan Teroris

Rabu, 13 Januari 2016

5 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Berinvestasi

"Sebelum apapun, persiapan adalah kunci untuk meraih kesuksesan"
~Alexander Graham Bell
 Semua kegiatan yang penting membutuhkan persiapan sebelum memulainya. Seperti orang yang merencanakan traveling ataupun mengadakan pesta pasti memiliki planning sebelum memulainya. Tidak hanya penting, persiapan merupakan suatu keharusan untuk berhasil dalam melakukan sebuah kegiatan ataupun untuk menghindari dari masalah yang tidak diinginkan. Tanpa adanya persiapan, suatu kegiatan akan berjalan dengan tidak teratur dan akan terjadi hal-hal buruk diluar perkiraan. Begitu juga dalam berinvestasi, orang normal tidak boleh terjun langsung tanpa adanya persiapan. Bila orang biasa terjun langsung ke dalam dunia investasi tanpa adanya persiapan hal itu akan membawa penyesalan di kemudian hari. Iming-iming imbal hasil dari investasi tidak dibarengi oleh edukasi yang baik sehingga yang terjadi bukannya untung malah menjadi buntung.
Persiapan
Persiapan Adalah Jalan Menuju Kesuksesan

Selasa, 12 Januari 2016

Anjloknya Bursa Saham di Cina dan Pengaruhnya pada Bursa Global

Awal tahun 2016 ini bisa dibilang bukanlah awal yang bagus untuk dunia investasi saham. Itu karena pada awal bulan ini dunia diguncangkan dengan penurunan indeks Shanghai yaitu CSI 300 dengan sangat dalam. Sebenarnya penurunan tersebut sudah berlangsung pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2015 dengan penurunan hingga mencapai lebih dari 30% dalam sebulan. Setelah itu indeks berlanjut menanjak hingga Januari 2015.
Investor Cina yang Pusing
Investor Cina Mengalami Rintangan yang Berat Sepanjang Tahun 2015 sampai 2016

Pada tanggal 4 Januari ketika bursa dibuka investor dikejutkan dengan penurunan indeks hingga mencapai 7% dan mengakibatkan dihentikannya perdagangan pada hari itu juga.  Setelah itu pada tanggal 8 indeks kembali anjlok lebih dari 5% yang mengakibatkan suspensi kembali. Usai libur dari weekend Shanghai Composite kembali dihebohkan pada penurunan lebih dari 5% pada senin 11 Januari. Total penurunan dari awal Januari hingga sekarang mencapai -13% hanya dalam beberapa hari saja. Bila disetahunkan Shanghai Composite juga mencatat kinerja yang buruk. Sepanjang tahun 2015 hingga Januari ini CSI 300 mencatatkan penurunan sebesar hampir 10%. Dampak penurunan itupun terasa pada bursa-bursa lainnya di dunia. Berikut analisanya:

Senin, 11 Januari 2016

5 Kesalahan Umum yang Dilakukan Oleh Investor

Sepandai-pandainya orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya entah itu kesalahan yang fatal ataupun tidak. Begitu pula dalam dunia investasi banyak yang melakukan kesalahan-kesalahan dan berujung pada penyesalan. Dari sekian banyak kesalahan yang dilakukan investor ada lima kesalahan yang sering dilakukan dan menjadi hal yang umum. Saya ingin memberi tahu tentang kesalahan-kesalahan tersebut agar anda tidak mengikuti jejak kesalahan dalam perjalanan investasi anda. 
Kesalahan
Kesalahan Dapat Berujung pada Penyesalan

Minggu, 10 Januari 2016

5 Saham Dividen yang Bagus untuk Dibeli pada Januari 2016

Saham dividen memberikan keuntungan tersendiri bagi investor. Bayangkan saja anda tidak perlu bekerja keras tapi mendapatkan pendapatan yang mengalir terus menerus. Keuntungan itulah yang kita dapatkan ketika kita membeli saham dividen. Kita akan mendapatkan pendapatan pasif dari saham tersebut baik secara kuartal maupun tahunan. Yang dibutuhkan oleh investor hanyalah menunggu dan uang akan mengalir secara sendirinya.

Namun dalam memilih saham berdividen kita harus cermat dan berhati-hati. Kita tidak boleh dibutakan hanya karena jumlah persen dividend yieldnya yang besar. Bisa saja besarnya dividend yield menandakan bahwa adanya sesuatu yang tidak baik pada dividend tersebut. Sesuatu yang tidak baik tersebut dapat berupa rasio pembayaran dividend yang terlampau besar sehingga perusahaan harus menurunkan jumlah dividen di masa yang akan datang agar keuangan perusahaan tetap terjaga. Dividen yield yang besar juga terkadang dikarenakan investor tidak terlalu optimis dengan prospek dari saham tersebut. Adapula saham saham yang memiliki dividen yield yang besar namun dengan rasio pembayaran dividen yang kecil itu karena PER dari saham tersebut juga kecil sehingga saham tersebut juga termasuk kedalam saham yang aman untuk diinvestasikan dan dividennya mampu dibayarkan di setiap tahunnya.
naiknya dividen
Dividen yang sedikit lama-lama menjadi bukit

Sabtu, 09 Januari 2016

Membeli Ketika Bursa Sedang Pesimis

Tahun 2016 merupakan hal yang sulit untuk kita dalam melakukan pilihan dalam berinvestasi. Hal itu karena kita baru saja melewati koreksi yang lumayan pada tahun lalu. Koreksi ini mengakibatkan indeks turun sebesar double digit yakni -11%. Bagi investor yang sudah berpengalaman hal itu hanyalah masalah yang kecil. Mereka sudah memiliki pengalaman yang banyak di dunia investasi dan sudah mengalami berbagai macam krisis yang mampu menghancurkan portofolio investor terhebat dari manapun sehingga mereka investor kawakan sudah memiliki mental yang sangat kuat. Namun bagaimana dengan investor biasa pada umumnya? Ketakutan akan kehilangan modal menjadi momok yang menghalangi investor untuk berinvestasi dan itulah yang terjadi kepada investor biasa yang mengalami koreksi maupun krisis.
pesimis
Pesimis Membuat Anda Tidak Bahagia

Fokus Kepada Proses Investasi

Awal tahun merupakan awal yang baik untuk menilai apakah investasi kita berjalan dengan baik atau tidak. Setiap orang memiliki target imbal hasil investasi yang berbeda-beda namun semuanya pada dasarnya memiliki persamaan yaitu proses dalam investasi itu sendiri. Jikalau kita mencetak imbal hasil investasi yang menjanjikan dengan hasil kerja keras seperti menganalisa perusahaan melalui membaca laporan keuangan perusahaan itu merupakan hal yang sepadan atau wajar. Namun kenyataan tidak semanis fantasi dan khayalan, kenyataan lebih pahit daripada prediksi yang meleset. Terkadang kita telah melakukan banyak pekerjaan namun tidak menghasilkan hasil yang sepadan.

Ketika kita membaca laporan keuangan perusahaan kita mengetahui bahwa apakah perusahaan itu memiliki prospek yang cerah atau tidak. Namun meskipun prospek perusahaan terbilang cerah dan kinerjanya bagus itu tidak semestinya tercerminkan pada kinerja sahamnya. Bisa saja sahamnya turun dengan sangat drastis karena indeks memang sedang tidak bersahabat atau karena berita tidak bagus yang menerpa sektor tempat dimana perusahaan tersebut berada. Ini membuat investor kehilangan fokus dan melakukan kesalahan yang semestinya tidak mereka lakukan. 
Proses
Proses adalah hal yang penting

Jumat, 08 Januari 2016

5 Saham yang Berpotensi Bersinar di 2016

Setelah kita membahas tentang prospek ekonomi Indonesia di tahun 2016 kita tidak lepas dari menilai saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan meningkat namun perusahaan manakah yang akan mendapatkan keuntungannya? Tidak hanya itu, dalam menilai suatu saham kita harus menganalisa pergerakannya di masa lalu dan kinerja dari emitennya. Tahun lalu banyak saham-saham yang memiliki kinerja bagus namun harganya jatuh ataupun stagnan. Saham-saham tersebut mungkin akan dapat bersinar kembali di tahun 2016.

Potensi


Kamis, 07 Januari 2016

Melihat Prospek Ekonomi Indonesia di Tahun 2016

Tahun 2015 sudah usai! Tahun yang merupakan tahun kelam untuk investor itu memberikan dampak return negatif kepada IHSG yakni sebesar -11%. Pertama-tama mari kita ucapkan selamat datang 2016! Semoga tahun ini IHSG dapat kembali pulih dan melakukan pendakian panjang hahaha. Beralih dari bercanda, awal tahun merupakan cerminan bagaimana investor akan menyikapi tahun itu berdasarkan data dari tahun yang lalu. Kebanyakan investor yang girang dan penuh optimisme pada awal tahun merupakan efek dari kenaikan indeks di tahun sebelumnya begitu pula sebaliknya, ketika indeks turun hingga puluhan persen investor tidak akan begitu girang. Ketidaktahuan akan arah indeks di masa depan menjadi penyebabnya. Ketika kita tahu tahun lalu indeks mendaki naik maka tren sedang positif dan investor akan berbondong-bondong membeli saham dengan mengikuti tren. Namun apa yang terjadi jika indeks mencatatkan return yang negatif? Investor awam akan menghindar sepenuhnya dari bursa, investor yang berpengalaman akan menunggu saat yang tepat untuk masuk kembali sedangkan investor kontrarian akan masuk sepenuhnya.
Economy


Rabu, 06 Januari 2016

Tahun 2015 Merupakan Tahun yang Berat Untuk Investor

Tahun 2015 sudah lewat dan ini merupakan tahun yang bisa dikatakan tidak bersahabat dengan investor saham di Indonesia. Setelah berfluktuasi dalam satu tahun IHSG mencatatkan return yang negatif yakni sebesar -11%. Padahal investor di awal tahun 2015 sudah berandai-andai dan optimis akan prospek IHSG di tahun itu namun apadaya fakta di lapangan lebih rendah daripada ekspektasi pasar. Akibatnya banyak investor yang merugi apalagi seorang trader yang melakukan cut loss. Ketika seorang investor merugi kerugian itu hanyalah sebatas angka diatas kertas yang belum terealisasikan dan semua pebisnis merasakannya ketika harga saham di bursa jatuh. Tetapi ketika saham tersebut dijual pada harga tersebut maka kerugian itu telah menjadi nyata dan bisa saja harganya naik kembali.
Investor Depresi
Seorang investor yang panik