Jumat, 15 Desember 2017

Menjadi Kontrarian Seperti Lo Kheng Hong

Bila anda adalah trader atau investor yang sudah lebih dari setahun membaca-baca berita investasi maka anda tidak akan asing mendengar tokoh bernama Lo Kheng Hong. Kendati minim ekspos di media namun Lo Kheng Hong sangat terkenal di Bursa Efek Indonesia. Kesuksesannya dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia telah membuat ia dijuluki sebagai "Warren Buffett Indonesia". Hal itu karena gaya berinvestasi Lo Kheng Hong mirip dengan Warren Buffett yang yakni berinvestasi secara jangka panjang dan terlihat kontrarian. Lo Kheng Hong sangat terkenal sebagai investor yang kontrarian. Kebanyakan investasi suksesnya berasal dari saham-saham yang tidak diapresiasi pasar. Dia membeli saham yang tertidur dan saham yang mengalami penurunan besar karena sentimen negatif pasar. Anehnya dia bisa berhasil mendapatkan keuntungan besar dari investasi yang dilakukannya.

Lo Kheng Hong
Lo Kheng Hong si Warren Buffett Indonesia

Kamis, 14 Desember 2017

Melihat Daftar Orang Terkaya Di Indonesia Versi Forbes 2017

Baru-baru ini forbes telah merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia jika di total melebihi $100 miliar yakni $126 miliar! Jumlah ini naik dari angka $99 miliar pada tahun lalu. Harga saham di Indonesia yang naik di tahun ini membuat banyak orang kaya yang naik asetnya pula. Nilai kekayaan 10 orang terkaya di Indonesia naik setidaknya 10% karena harga saham di Indonesia (IHSG) naik sebesar 17%. Banyak aset orang-orang terkaya di Indonesia berada dalam bentuk ekuitas perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia. Contohnya saja Robert Budi & Michael Hartono yang kepemilikannya di Bank BCA (BBCA) mencapai 55%. Saham BBCA yang naik pesat yakni sekitar 60% di tahun ini membuat kekayaan kakak beradik tersebut meningkat.
Orang Kaya

Daftar tahun ini dikejutkan dengan hadirnya dua sosok perempuan yang bergabung dalam 50 orang terkaya di Indonesia yaitu Arini Subianto dan Martini Mulyadi. Arini Subianto mewarisi kekayaan dari ayahnya Benny Subianto yang meninggal dunia pada Januari 2017. Meneruskan ayahnya, Arini menjadi pemimpin perusahaan yang bernama Persada Capital Investama yang bergerak dalam investasi ke dalam berbagai macam sektor. Nilai kekayaan Arini ditaksir mencapai $820 juta yang menjadikannya ke dalam salah satu dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Kamis, 07 Desember 2017

Bank Indonesia Melarang Penggunaan Bitcoin Mulai Tahun 2018

Bitcoin yang mulai populer di kalangan masyarakat Indonesia ternyata tidak mendapatkan restu dari Bank Sentral Indonesia yaitu BI. Pasalnya dalam waktu dekat Bank Indonesia akan mengeluarkan kebijakan baru yang melarang penggunaan Bitcoin dalam bentuk apapun baik itu investasi maupun sebagai alat pembayaran. Rencananya Bank Indonesia akan mengeluarkan peraturan yang biasa dikenal sebagai Peraturan Bank Indonesia (PBI) untuk melarang seluruh aktivitas yang berkaitan dengan Bitcoin mulai tahun 2018. Bank Indonesia juga meminta kepada merchant untuk tidak menggunakan Bitcoin sebagai alat transaksi. Belum adanya kejelasan mengenai bitcoin merupakan salah satu alasan dikeluarkan peraturan ini. Bank Indonesia tidak akan menanggung risiko yang terjadi dalam penggunaan Bitcoin sebagai media transaksi.
Enkripsi Bitcoin
Bitcoin Teridiri Dari Kode-Kode yang Terenkripsi

Harga Bitcoin terus merangkak naik di tahun ini dengan tingkat imbal hasil lebih dari 1400% dalam setahun ini. Kenaikan harga yang signifikan ini membuat orang-orang berbondong-bondong untuk membeli Bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi. Bahkan banyak juga orang Indonesia yang melihat peluang ini memanfaatkan momentum untuk mencari keuntungan dan sudah banyak orang Indonesia yang diuntungkan oleh kenaikan harga Bitcoin. Kenaikan harga Bitcoin yang terjadi secara terus-menerus membuat orang-orang berpikir bahwa harga Bitcoin tidak memiliki batasan tertinggi. Rekor demi rekor terus dipecahkan oleh Bitcoin dan sekilas membuat Bitcoin menjadi investasi yang tidak akan merugikan. Kendati demikian Bank Indonesia tidak memberikan restu yaitu dengan tidak mengizinkan penggunaan Bitcoin dalam bentuk apapun. Lalu mengapa? Berikut analisanya:

Senin, 04 Desember 2017

5 Saham Dividen yang Bagus Dibeli Pada Desember 2017

Akhir November ditutup dengan penurunan IHSG yang cukup besar yakni hingga -1,8%. Hal itu membuat sebuah peluang untuk membeli saham di harga yang lebih murah pada bulan Desember ini. Selain itu bulan Desember adalah bulan yang baik karena banyak perusahaan yang sudah mengeluarkan laporan keuangan Q3 2017. Dengan melihat laporan keuangan Q3 2017 maka dapat dijadikan acuan untuk mengatur portofolio kita diakhir tahun. 

Dividen

Jumat, 01 Desember 2017

Review Bulanan Pasar November 2017

Pada sepanjang bulan November IHSG bergerak fluktuatif dengan penurunan yang sangat dalam di akhir bulan yang turun -1,8% pada 30 November. Pada tanggal 1 November IHSG dibuka dengan nilai 6017 dan ditutup pada tanggal 30 November sebesar 5952. Untuk nilai tukar rupiah terhadap US Dollar bergerak sideways dari 13.580 pada 1 November menjadi 13.548 pada 30 November. Harga minyak mentah mengalami kenaikan di bulan November dari $54,3/bbl pada 1 November menjadi $57,4/bbl pada 30 November atau meningkat sebesar 5,7% dalam sebulan. Harga emas dunia bergerak sideways dari $1.277/oz menjadi $1.274/oz sepanjang bulan November.
Review

Berikut ini adalah hightlight berita emiten di Bursa Efek Indonesia pada bulan November 2017:

5 Filosofi yang Selalu Dianut Warren Buffett

Warren Buffett merupakan investor terbaik sepanjang masa dan merupakan salah satu dari daftar orang terkaya di dunia. Dalam meraih kesuksesannya dia selalu memiliki filosofi yang selalu dipegang teguh dalam berbisnis. Filosofi-filosofi yang dimilikinya adalah berdasarkan dari pengalaman yang telah ia tempuh dalam perjalanan karirnya sebagai investor. Filosofi yang diberikan oleh Warren Buffett merupakan filosofi yang baik dan sangat logis untuk diterapkan di dunia investasi. Berikut ini adalah filosofi yang dibuat dan dianut oleh Warren Buffett:

Warren Buffett

Holding BUMN Tambang, Strategi untuk Mengambil Freeport

Baru-baru ini terdengar bahwa pemerintah berencana untuk membuat sebuah holding pada perusahaan-perusahaan BUMN di sektpr pertambangan. Akhirnya holding tersebut sudah terbentuk dan terdiri dari 4 perusahaan tambang BUMN yang besar. Keempat perusahaan itu adalah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS). Holding ini akan dipimpin oleh PT Indonesia Asahan Aluminium dan pemerintah akan memberikan hak sahamnya kepada Inalum untuk memimpin holding ini. Nilai ekuitas dari holding ini mencapai Rp 60 triliun dari gabungan antara keempat perusahaan tersebut. Mungkin ada yang bertanya mengapa dibuat sebuah holding seperti ini?
Holding Company
Holding Company Dapat Mengontrol Perusahaan Dibawahnya

Kamis, 30 November 2017

Malangnya Sektor Konstruksi Tahun Ini

IHSG sudah mencetak rekor tertinggi yaitu menembus rekor baru di level 6000. Banyak sektor seperti perbankan, consumer dan energi yang mengalami kenaikan cukup baik di tahun ini. Namun terdapat pula sektor yang tertinggal seperti properti dan konstruksi. Hal yang paling menarik untuk dicermati adalah sektor konstruksi, mengapa? Karena kinerja yang sangat baik di sektor konstruksi sangat bertolak belakang dengan pergerakan harga sahamnya. Ketika emiten-emiten BUMN konstruksi mengumumkan kenaikan kinerja seperti pendapatan dan laba bersih justru harga saham emiten konstruksi BUMN mengalami penurunan yang tajam. Isu-isu negatif mulai bermunculan untuk membenarkan penurunan harga saham emiten konstruksi BUMN.
Gloomy Construction
Suramnya Sektor Konstruksi di Tahun Ini

Investasi Saham itu Halal atau Haram?

Banyak orang-orang yang masih meragukan atau meyakini bahwa berinvestasi terutama saham itu merupakan sebuah tindakan perjudian sehingga mereka mengatakan bahwa berinvestasi saham hukumnya adalah haram. Pergerakan saham yang fluktuatif naik turun dan sulit ditebak membuat adanya pemikiran seperti ini. Bila mau jujur memang berinvestasi di saham ini memang memiliki risiko yakni ketika harga saham turun. Judi juga sama, yakni memiliki risiko modal hilang jika kalah taruhan. Namun apakah anda sadar bahwa banyak kegiatan di kehidupan ini yang mengandung risiko? Setiap tindakan memiliki risiko yang ada dibaliknya. Oleh karena itu sebelum kita berpikir investasi saham itu halal atau haram mari kita melihat filosofi dari risiko yang ada di perjudian ataupun kegiatan lain di kehidupan ini.
Halal atau haram

Rabu, 29 November 2017

Spekulasi Terbesar Dekade Ini: Bitcoin!

Dalam beberapa tahun terakhir khususnya di tahun 2017 ini pasti terdengar adanya investasi pada cryptocurrency yang salah satunya adalah Bitcoin. Harga bitcoin sudah naik secara gila-gilaan yang tadinya 10.000 bitcoin dapat membeli 2 buah pizza seharga $25 pada tahun 2010 kini nilainya sebesar $99 juta di tahun 2017! Kenaikannya sungguh fantastis dan terlihat bahwa tidak ada instrumen investasi lain yang dapat mengalahkan bitcoin dalam hal imbal hasil investasi. Bahkan di tahun ini bitcoin sudah naik lebih dari 1000%! Bitcoin layak mendapatkan investasi terbaik dalam satu dekade ini karena imbal hasilnya yang membuat orang-orang tergiur akan hasilnya.
Ilustrasi Bitcoin yang Mengalami Kenaikan Drastis

Berinvestasi Saham yang Baik Mulai Modal Berapa?

Pertanyaan semacam ini seringkali terlontar oleh calon investor yang ingin memulai berinvestasi saham namun tidak tahu detailnya. Berbeda dengan dulu yang harus membutuhkan modal besar dalam membuka rekening saham yakni jutaan kini berinvestasi saham bisa dilakukan dengan deposit minimal hanya Rp 100.000 saja, sangat kecil bukan? Berinvestasi saham sebenarnya sama dengan bertaruh yaitu semakin besar modal yang dikeluarkan maka akan semakin besar pula keuntungan atau kerugian yang dihasilkan. Orang yang berinvestasi dengan uang Rp 100 juta akan lebih terasa untungnya jika dibandingkan dengan orang yang berinvestasi hanya Rp 1 juta saja. Bayangkan saja jika kedua orang tersebut sama-sama untung 10% maka nilai keuntungan mereka akan berbeda. Yang bermodal Rp 100 juta mendapatkan untung Rp 10 juta dan yang bermodal Rp 1 juta hanya mendapatkan untung Rp 100.000 saja. Namun itu bukan berarti kita harus memiliki modal yang besar dalam berinvestasi saham, bahkan ada kisah seorang wanita yang mampu mengubah $200 menjadi jutaan dollar.
Capital Invest

Selasa, 28 November 2017

Medco Energy (MEDC) Terlihat Menarik di Tengah Harga Minyak yang Rendah

Sejak tahun 2014 hingga sekarang harga minyak sudah turun 50% lebih dan stabil di harga $50/bbl. Bahkan harga minyak sempat menyentuh nilai dibawah $30/bbl di tahun 2016. Penurunan ini sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global dan oversupply minyak di dunia khususnya di Amerika Serikat yang dengan teknologi barunya mampu memproduksi Shale Oil dan Shale Gas. Akibatnya jumlah cadangan minyak Amerika Serikat meningkat dengan signifikan akibat adanya temuan baru ini. Amerika Serikat yang tadinya sebagai negara pengimpor minyak bumi kini berubah menjadi negara yang mampu mengekspor minyak bumi. Penurunan harga minyak membuat banyak perusahaan minyak merugi dan kehilangan valuasinya. Hal itu tidak terkecuali terjadi pada Medco Energy sebagai produsen migas. Namun dalam 2 tahun ini keadaan mulai berbalik dan MEDC mampu memutar balikkan keadaan.
Logo MEDC Medco
Logo MEDC

Sabtu, 05 Agustus 2017

Chart yang Membuat Peter Lynch Sukses di Investasi Saham

Peter Lynch adalah salah satu investor legendaris yang pernah ada. Dalam karirnya mengelola reksadana, dana yang ia kelola tumbuh dengan rata-rata 29% per tahun dalam 13 tahun mengalahkan S&P 500 pada 11 dari 13 tahun karirnya. Sangat sulit bagi para manajer reksadana di Amerika Serikat untuk mengalahkan performa S&P 500 secara konsisten dalam jangka panjang. Oleh karena itu Peter Lynch dijuluki sebagai "Legenda Wall Street" karena kepiawaiannya dalam memilih saham yang akan naik. Dalam bukunya "One Up On Wallstreet" Peter Lynch membeberkan bahwa salah satu kesuksesannya adalah berinvestasi jangka panjang. Tidak hanya itu dia selalu membeli perusahaan yang bertumbuh karena dia percaya bahwa harga saham akan mengikuti kinerja perusahaannya.
Peter Lynch

Jumat, 04 Agustus 2017

5 Saham yang Sangat Potensial di Tahun 2017 Karena Kinerja dan Valuasinya yang Murah

Di pertengahan tahun 2017 ini sudah banyak emiten yang merilis kinerja keuangannya pada satu semester tahun ini. Ada yang mencatatkan kinerja yang baik dan adapula yang mencatatkan kinerja yang buruk dan menurun dibandingkan dengan kinerja di tahun lalu. Kinerja yang baik adalah harapan dari semua investor yang memegang sahamnya karena hal itu akan menopang pergerakan harga sahamnya. Secara umumnya perusahaan di Indonesia mampu untuk tumbuh dengan rata-rata diatas 10% pertahun. Pertumbuhan rata-rata 10% pertahun adalah pertumbuhan yang bisa dibilang bagus karena sudah termasuk pertumbuhan double digit. Namun jika kita ingin mendapatkan return yang luar biasa maka kita harus agresif dalam berinvestasi, yakni mencari perusahaan-perusahaan yang pertumbuhannya diatas rata-rata pertumbuhan perusahaan yang ada.

Potensial

Rabu, 02 Agustus 2017

Investasi yang Sebenarnya itu Sangat Membosankan

Kebanyakan orang menganggap berinvestasi saham itu mendebarkan karena melihat harganya yang fluktuatif naik turun dalam beberapa hari saja. Suatu saham bisa naik dan turun hingga puluhan persen hanya dalam sehari saja. Saham yang naik puluhan persen dalam sehari dapat membuat gegap gempita dan saham yang turun puluhan persen dapat pula membuat investor menjadi stress menderita. Ini adalah sebuah psikologi dalam berinvestasi dan hal ini pula yang membedakan pada investasi yang sebenarnya dengan yang tidak. Bila anda merasa berdebar-debar dalam berinvestasi maka mungkin yang anda lakukan adalah spekulasi bukan investasi.
Bosan

Selasa, 01 Agustus 2017

5 Saham Dividen yang Bagus Untuk Dibeli Pada Agustus 2017

Awal bulan Agustus merupakan bulan yang bagus untuk membeli saham karena laporan keuangan Q2 sudah dipublikasikan. Investor dapat menilai perusahaan perusahaan yang memiliki kinerja yang bagus pada semester pertama ini. Kinerja yang bagus biasanya akan mendongkrak harga sahamnya ke level yang lebih tinggi. Peningkatan laba bersih yang baik juga akan menyokong tingkat pemberian dari dividen. Perusahaan yang memiliki laba bersih yang meningkat akan memiliki peluang untuk meningkatkan dividennya daripada perusahaan yang labanya stagnan.
Dividen

Senin, 31 Juli 2017

Review Bulanan Pasar Juli 2017

Pada sepanjang bulan September IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan uptrend di akhir bulan. Pada tanggal 3 Juli IHSG dibuka dengan nilai 5846 dan ditutup pada tanggal 31 Juli sebesar 5840. Untuk nilai tukar rupiah terhadap US Dollar mengalami penguatan dari 13.367 pada 3 Juli menjadi 13.318 pada 31 Juli. Harga minyak mentah mengalami kenaikan di bulan Juli dari $47/bbl pada 3 Juli menjadi $49,5/bbl pada 31 Juli atau meningkat sebesar 5,3% dalam sebulan. Harga emas dunia mengalami kenaikan dari $1.219/oz menjadi $1.267/oz atau naik sebesar 3,9%
Review
Berikut ini adalah highlight berita emiten di pasar saham pada bulan Juli 2017:

Dana Haji untuk Infrastruktur? Kenapa Tidak?

Baru-baru ini terdengar berita bahwa Presiden Joko Widodo memberikan usulan bahwa dana haji digunakan untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Dana haji di Indonesia sendiri jumlahnya fantastis karena mencapai Rp 90 triliun. Jumlah yang besar ini merupakan hasil dari dana yang terkumpul dari pendaftaran jamaah haji untuk mendapatkan porsi keberangkatan. Dana ini disebut sebagai dana awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Sebenarnya dana ini tidak sepenuhnya menganggur karena dimanfaatkan untuk membeli sukuk atau yang biasa disebut Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) namun jumlahnya konservatif yakni hanya 40% karena adanya faktor risiko juga di dalamnya.
Dana Haji

Sabtu, 29 Juli 2017

Ace Hardware (ACES) Terlihat Menarik untuk Jangka Panjang

Kinerja retail sedang lesu akibat adanya persaingan dengan para retail e-commerce. Persaingan retail ini berdampak besar terhadap kelangsungan pusat perbelanjaan salah satunya adalah Matahari Departemen Store (LPPF). Namun hal itu tidak berdampak signifikan terhadap retail yang menjual alat-alat  khusus seperti Ace Hardware yang menjual kebutuhan alat-alat pertukangan dan alat-alat rumah tangga. Anda akan kesulitan jika membeli secara online karena ukuran alat-alat rumah tangga yang cukup besar dan sangat jarang toko online yang menjual alat pertukangan. Seiring berjalannya waktu kebutuhan terhadap alat rumah tangga dan pertukangan akan terus meningkat karena bertambahnya orang yang memiliki rumah baru.
Logo Ace Hardware ACES
Logo Ace Hardware

Jumat, 28 Juli 2017

Alasan Saya Lebih Menyukai Peter Lynch Dibandingkan Warren Buffett

Di dunia investasi nama Warren Buffett tentu saja sudah tidak asing lagi. Warren Buffett dijuluki sebagai investor terbaik sepanjang masa khususnya di abad ke 20 hingga sekarang. Ia mengubah Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan penggilingan gandum menjadi sebuah perusahaan asuransi konglomerasi yang memiliki banyak anak perusahaan di berbagai bidang. Pertama kali saya mempelajari investasi saya memang berpendapat bahwa Warren Buffett memang merupakan investor terbaik sepanjang masa. Namun setelah saya mengetahui profil Peter Lynch dan membaca buku-bukunya ternyata Peter Lynch lebih mengerti saham secara umum.
Warren Buffett & Peter Lynch

Ketika saya membaca buku-buku Peter Lynch yakni "One Up On Wallstreet", "Beating the Street" dan "Learn to Earn". Di dalam buku-bukunya dikisahkan pengalamannya ketika ia menjadi manajer reksadana yaitu tentang saham-saham yang ia beli, suka duka ketika berinvestasi saham dan bagaimana memilih saham yang tepat. Namun saya akan menjabarkan secara poin-poin bahwa kenapa saya lebih menganggap Peter Lynch lebih jago untuk menjadi stockpicker dibandingkan dengan Warren Buffett.

Kamis, 27 Juli 2017

Melihat Kinerja 3 Saham Baru LQ 45 Q2 2017

Pada 25 Juli ditetapkan bahwa ada tiga emiten yang masuk ke dalam indeks LQ-45 menggantikan tiga emiten yang keluar dari indeks ini. Emiten-emiten yang keluar antara lain Alam Sutera Realty (ASRI), Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) dan Elnusa (ELSA). Kinerja fundamental yang memble menjadi salah satu alasan didepaknya ketiga emiten tersebut. Sedangkan 3 emiten yang menggantikan posisi mereka adalah BPD Jawa Barat (BJBR), Global Mediacom (BMTR) dan Barito Pacific (BRPT). Ketiga emiten itu akan berada pada indeks LQ-45 pada periode Agustus 2017 sampai Februari 2018. Saham LQ-45 layak dilirik karena selain liquid kebanyakan kinerja perusahaannya bagus meskipun tidak semuanya. Lantas bagaimanakah prospek dan kinerja dari ketiga emiten tersebut?
LQ 45

Melihat Sektor Properti di Tahun 2017

Mungkin kebanyakan investor akan kaget karena di tahun 2017, sektor yang paling underperform terhadap IHSG adalah sektor properti. Sepanjang 2017 ini sektor properti menghasilkan return yang negatif karena turun 6,99% padahal IHSG di tahun 2017 naik sebesar 9%. Padahal beberapa tahun yang lalu sektor properti adalah sektor primadona para investor. Investor yang berinvestasi di sektor ini akan mengalami penurunan nilai investasinya di tahun ini. Namun apa yang menyebabkan sektor ini mengalami underperform di tahun ini? Bisakah sektor properti rebound kembali?

Indeks Properti & Konstruksi vs IHSG
Sumber: finance.yahoo.com

Rabu, 26 Juli 2017

Saham Bank BNI (BBNI) Bisa Tembus ke 8000, Ini Analisanya

Di Indonesia sektor perbankan selalu menjadi primadona. Kredit yang selalu naik setiap tahun membuat perbankan layak dilirik untuk investasi. Namun di tahun ini sepertinya kinerja emiten perbankan mulai melambat contohnya saja Bank BCA yang pendapatannya hanya tumbuh single digit di kuartal I 2017. Namun itu tidak terjadi pada bank BNI (BBNI), yang pada semester I 2017 ini mencetak pertumbuhan laba diatas rata-rata bank BUMN yang lain yakni sebesar 46,7%. Dalam satu tahun ini saham BBNI sudah naik sebesar 33%
Logo BBNI

Senin, 24 Juli 2017

7 Ilmu Keuangan yang Harus Anda Miliki Ketika Berumur 30 Tahun

Ketika usia anda menginjak 30 tahun mungkin anda akan merasa ini adalah masa-msa kejayaan dalam kehidupan. Di masa ini orang menjadi tumbuh ke tahap dewasa sesungguhnya dan berada pada produktifitas puncak dalam bekerja. Namun sepertinya di usia ini orang harus berhati hati karena sebenarnya di usia ini sudah setengah perjalanan menuju masa pensiun yang umumnya berada pada umur 60-an. Mungkin anda merasa hari tua masih jauh namun apa salahnya mempersiapkan untuk kebaikan di masa mendatang? Ini waktunya bagi anda untuk berhenti menghambur-hamburkan uang seperti di umur 20-an dan mengurangi pengeluaran untuk menambah aset anda di masa depan.
Financial Plan
Mulailah Menghitung Pemasukan dan Pengeluaran Anda

Hindari 7 Jebakan Psikologi Ini dalam Berinvestasi

Dalam berinvestasi sadar ataupun tidak terdapat risiko di dalamnya. Risiko dalam berinvestasi bisa berupa jebakan-jebakan yang ada dibaliknya. Ketika berinvestasi terutama berinvestasi saham kita tidak bisa yakin dengan 100% bahwa keputusan jual beli saham adalah keputusan yang mendatangkan untung. Seringkali kita terjebak sendiri dalam perangkap-perangkap yang tak lain adalah perangkap psikologi yang dibuat oleh investor sendiri. Di artikel ini saya akan menjabarkan tentang jebakan-jebakan psikologi yang ada ketika berinvestasi saham
Psikologi Bisnis
Kebanyakan Keputusan Investasi Berdasarkan Emosi yang Ada

Minggu, 23 Juli 2017

Valuasi Saham-Saham di Amerika Serikat Sudah Terlalu Mahal

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam 8 tahun terakhir pasar saham Amerika Serikat mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Sejak tahun 2009 indeks S&P 500 mengalami akumulasi kenaikan yang signifikan tanpa koreksi yang berarti. Bull market di Amerika Serikat dimulai setahun setelah terjadinya Krisis Keuangan Global di tahun 2008. Saat itu indeks S&P 500 turun dari puncaknya di 1525 menjadi 735 atau turun 51% dan sekarang indeks S&P 500 berada pada level 2470 artinya meningkat  236% selama 8 tahun. Mungkin ini adalah hal yang biasa di bursa namun sebenarnya kenaikan harga saham-saham di Amerika Serikat sangatlah tidak wajar. Pemilihan Donald Trump yang dirasa akan menjatuhkan nilai harga saham malah mengerek harga saham di level yang tertinggi. 
Market Bubble

Sabtu, 22 Juli 2017

Kredibilitas Tiga Pilar Sejahtera (AISA) Diuji

Kemarin ada kabar yang sangat mengejutkan pasar yaitu munculnya pemberitaan disitanya 1.161 ton beras di Bekasi. Penyitaan tersebut tepatnya di pabrik PT Indo Beras Unggul yang merupakan anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk. Ini merupakan sebuah berita negatif untuk Tiga Pilar Sejahtera (AISA) dan pasar pun merespon dengan cepat. Kemarin tanggal 21 Juli 2017 saham AISA sudah turun dari 1475 menjadi 1205 yaitu sudah turun 24,92% dan terkena auto reject bawah. Investor berpikir bahwa kasus ini akan berdampak besar terhadap kinerja perusahaan yaitu dengan penurunan pendapatannya.
Kasus Tiga Pilar Sejahtera
Kapolri dan Menteri Pertanian Menyita Barang Bukti

Kamis, 20 Juli 2017

Sariguna Primatirta (CLEO), Saham Kecil Berpotensi Besar?

Ketika saya mendengar nama CLEO yang terlintas di pikiran saya adalah air minum begitupula dengan pembaca bukan? Bila ada yang asing dengan nama CLEO maka saya tidak heran karena CLEO merupakan perusahaan kecil yang memiliki aset sebesar Rp 463,2 miliar hal itu jelas jauh dengan UNVR yang memiliki aset sebesar Rp 18,5 triliun dan ICBP sebesar Rp 34,5 triliun. Namun dari aset itu kita bisa melihat bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan kecil yang berarti lebih banyak ruang untuk bertumbuh di masa depan yang berarti lebih mudah dalam melipatgandakan nilai investasi ketimbang berinvestasi di perusahaan yang sudah matang. Sebenarnya ada saham yang sama seperti CLEO yaitu ADES namun saya tidak ingin membahasnya karena kinerjanya yang flat maka saya tidak pernah membahasnya. Mari kita simak pembahasan untuk CLEO.
Tanobel
Sariguna Primatirta Juga Bisa Disebut Tanobel

Rabu, 19 Juli 2017

Pengertian Insider Trading, Salah Satu Indikator Saham yang Baik

Bila pertama kali mendengar istilah "Insider Trading" pasti kita bisa langsung tahu dengan cara mengartikannya secara kasar. Insider trading bila diterjemahkan menjadi perdagangan yang dilakukan oleh orang dalam. Orang dalam ini adalah orang yang memiliki informasi-informasi perusahaan yang tidak diketahui oleh publik. Informasi itu bisa jadi seperti informasi yang lebih cepat sebelum adanya pemberitaan tersebut atau informasi yang tidak dipaparkan kepada publik seperti masalah internal dalam perusahaan. Orang-orang yang memiliki akses terhadap informasi-informasi ini adalah insider. Biasanya insider merupakan bagian dari manajemen perusahaan seperti direksi, komisaris, general manajer dan lain-lain. Orang-orang ini memiliki akses terhadap informasi perusahaan secara real time tidak seperti investor publik yang hanya bisa melihat dari luar. Oleh karena itu insider sangat penting untuk diperhatikan.
Insider Trading
Manajemen Perusahaan Biasanya Memiliki Informasi
Non Publik yang Bisa Disalahgunakan untuk Keuntungan Pribadi

Selasa, 18 Juli 2017

Warren Buffett dan Kesederhanaan Serta Kedermawanannya

Warren Buffett merupakan salah satu orang terkaya di dunia saat ini. Dalam forbes 2017 kekayaan Warren Buffett sebesar $75,6 miliar dan menjadikannya sebagai orang terkaya nomor 2 saat ini. Dia merupakan investor terbaik pada abad ini dengan berbagai macam kesuksesannya dalam berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang ia sukai. Namun di balik kekayaan dan kesuksesannya itu Warren Buffett memiliki sifat yang bisa dibilang berbeda dengan kebanyakan orang kaya pada umumnya. Dia adalah orang yang sangat sederhana dan tidak royal dalam kesehariannya mesikipun dia memiliki aset miliaran dollar. Dalam hidupnya dia memiliki motto "Rule No.1 is don't lose money, second rule is don't forget rule no.1"
Warren Buffett

Senin, 17 Juli 2017

Melihat Prospek Saham Waskita Beton Precast (WSBP) di 2017

Tahun 2017 adalah tahun yang berat untuk saham-saham di industri konstruksi dan real estate. Pasalnya tahun 2017 ini ketika IHSG telah mencapai titik yang lebih tinggi namun saham-saham konstruksi malah loyo. Hal ini juga berdampak pada anak perusahaan konstruksi yaitu Waskita Beton Precast yang notabene adalah anak perusahaan Waskita Karya. Waskita Beton Precast IPO pada September tahun 2016. Sahamnya ditawarkan sebesar 490/lembar pada saat IPO dan seperti yang anda ketahui harga sahamnya sekarang dibawah harga IPO karena berada di level 460-an meskipun sempat naik ke level 600-an. Saya melihat saham WSBP seperti saham hebat yang dulu yaitu PPRO dimana harganya bisa jauh turun dari harga IPOnya. PPRO dulu IPO di harga 180-an dan bisa turun sampai level 130-an padahal fundamentalnya sangat bagus. Namun pada akhirnya saham PPRO terbang dari 130 ini menjadi 1200-an hanya dalam kurang dari setahun. Perlu diketahui bahwa harga ini adalah sebelum stock split. Lantas bagaimana dengan WSBP? Apakah bisa sama dengan PPRO yang berarti pasar memandang sebelah mata saham ini? Bila kita ingin melihat  prospek suatu saham maka kita harus lihat sisi positif dan negatifnya. Berikut analisanya:
Logo Waskita Beton Precast (WSBP)
Logo Waskita Beton Precast (WSBP)

Minggu, 16 Juli 2017

Analisa Jatuhnya Bisnis 7-Eleven dan Sahamnya MDRN

Dalam beberapa bulan ini dunia bisnis di Indonesia digemparkan oleh berita penutupan gerai-gerai 7-Eleven. Tidak hanya beberapa gerai yang tutup, namun semua gerai ditutup oleh pemiliknya yaitu PT Modern Internasional Tbk. Saya ingin membahas mengenai 7-Eleven ini karena ini adalah salah satu bisnis yang seharusnya stabil karena merupakan produk retail. Namun pada kenyataannya 7-Eleven juga tidak kebal terhadap perubahan ekonomi. Sejatinya mini market merupakan bisnis yang susah mati karena menjual kebutuhan untuk sehari-hari. Oleh karena itu saya ingin membahasnya di artikel kali ini perihal bisnis dari 7-Eleven dan sahamnya yaitu MDRN.
Gerai 7-Eleven yang Tutup
Salah Satu Gerai 7-Eleven yang Tutup

Sabtu, 15 Juli 2017

Pengertian Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to equity ratio (DER) adalah rasio hutang untuk mengukur tingkat pinjaman dari keuangan perusahaan dan dikalkulasi berdasarkan perbandingan jumlah total liabilitas dibanding dengan jumlah total ekuitas. DER digunakan mengindikasikan seberapa besar hutang sebuah perusahaan yang digunakan untuk menjalankan operasionalnya dibandingkan dengan nilai ekuitas yang dimilikinya.
Rumus yang digunakan adalah
Rasio Debt to Equity
Rumus Debt to Equity Ratio (DER)

Contoh Penerapan DER

Jumat, 14 Juli 2017

Sektor Konstruksi Mulai Undervalue, Buying Opportunity?

Era Jokowi adalah era pembangunan setidaknya infrastruktur Indonesia akan digenjot hingga 2019. Dulu saat pilpres Jokowi memang menggadang-gadangkan pembangunan infrastruktur dan direspon positif oleh pasar dengan naiknya saham-saham konstruksi. Hanya dalam setahun saja saham-saham konstruksi bisa naik berkali-kali lipat. Itu karena pasar menilai kebijakan Jokowi akan berdampak positif terhadap kinerja emiten konstruksi terutama konstruksi BUMN. Memang benar, kinerja emiten konstruksi adalah yang paling top di era Jokowi ini.

Konstruksi

Kamis, 13 Juli 2017

Lama Sudah Tidak Update Blog

Sudah lama sekali sejak saya menerbitkan artikel saya yang terakhir pada Oktober 2016. Pasti ada yang bertanya-tanya kenapa tidak ada artikel yang diterbitkan lagi? Apakah blog ini sudah mati?. Jujur saya akui memang saya sengaja tidak update lagi blog ini karena ada urusan di dunia nyata. Kesibukan kuliah ditambah saya masuk suatu organisasi di kampus membuat saya sibuk dan lelah sehingga saya tidak dapat mengupdate blog ini. Jangankan update, buka blog saja saya tidak pernah hahaha.

Passion dan motivasi sangat penting untuk membuat seseorang mau melakukan sesuatu. Dan untuk saya passion dan motivasi itu musiman, terkadang saya bersemangat untuk melakukan sesuatu dan mudah bosan dalam waktu yang singkat. Lama sudah tidak melakukan dan saya ingin melakukannya kembali. Entah itu bermain, membaca novel atau hal-hal yang menghibur lainnya ada masanya bahwa kita akan bosan. Namun apabila kita sudah lama tidak melakukannya, akan tiba rasa ingin melakukannya kembali. Rasa inilah yang mewakili saya di blog ini. Selain itu saya akan memiliki waktu luang kembali karena tidak menjadi pengurus organisasi.