Jumat, 04 Agustus 2017

5 Saham yang Sangat Potensial di Tahun 2017 Karena Kinerja dan Valuasinya yang Murah

Di pertengahan tahun 2017 ini sudah banyak emiten yang merilis kinerja keuangannya pada satu semester tahun ini. Ada yang mencatatkan kinerja yang baik dan adapula yang mencatatkan kinerja yang buruk dan menurun dibandingkan dengan kinerja di tahun lalu. Kinerja yang baik adalah harapan dari semua investor yang memegang sahamnya karena hal itu akan menopang pergerakan harga sahamnya. Secara umumnya perusahaan di Indonesia mampu untuk tumbuh dengan rata-rata diatas 10% pertahun. Pertumbuhan rata-rata 10% pertahun adalah pertumbuhan yang bisa dibilang bagus karena sudah termasuk pertumbuhan double digit. Namun jika kita ingin mendapatkan return yang luar biasa maka kita harus agresif dalam berinvestasi, yakni mencari perusahaan-perusahaan yang pertumbuhannya diatas rata-rata pertumbuhan perusahaan yang ada.

Potensial

Perusahaan yang memiliki pertumbuhan diatas rata-rata bisa dikategorikan sebagai growth stock atau kategori yang lain yaitu turnaround. Umumnya yang dapat dikategorikan sebagai growth stock yang bagus adalah saham yang membukukan kinerja diatas 20% pertahun. Sedangkan turnaround adalah perusahaan yang berubah kinerjanya yakni dari yang buruk menjadi lebih baik. Ketika perusahaan mengalami turnaround, perusahaan yang tadinya merugi bisa menjadi untung dan kinerjanya terus meningkat. Potensinya melebihi growth stock karena sahamnya telah turun jauh sebelum mengalami perubahan keadaan tersebut. Sehingga ketika perusahaan berbalik menjadi untung maka sahamnya menjadi sangat undervalue dan ikut meningkat pada selanjutnya.

Saham bertumbuh yang baik adalah diatas 20% pertahun namun saya melihat bahwa ada beberapa emiten yang mampu membukukan kinerja melebihi itu. Emiten-emiten yang saya masukkan ke dalam list ini adalah emiten-emiten yang membukukan kinerja luar biasa sehingga sahamnya berpotensi terdongkrak oleh kinerjanya. Selain itu valuasinya juga menjadi faktor utama ketika memilih saham karena percuma saja jika pertumbuhannya besar namun harganya mahal itu tidak akan terlihat menarik. Jika anda masih teringat PPRO yang naik berkali-kali lipat dalam setahun saja itu karena kinerjanyanya yang luar biasa yakni labanya juga naik berkali-kali lipat dan valuasi harga sahamnya yang rendah. Maka hal ini tidak mengherankan bahwa saham PPRO naik berkali-kali lipat juga. Sekarang kinerja PPRO sedang flat dan harga sahamnya juga mengikuti flat juga. Oleh karena itu kita harus selalu mencari saham-saham yang memiliki potensi yang sama dan pastinya selalu ada saham-saham baru yang memberikan return yang besar entah itu saham bertumbuh atau saham yang mengalami perubahan kondisi menjadi baik. Berikut ini adalah saham-saham yang sangat potensial karena karakteristik tersebut:

1. Waskita Karya (WSKT)
WSKT
Sektor konstruksi adalah sektor yang sangat mengalami penurunan sejak awal tahun 2017. Situasi politik yang tidak jelas dan lesunya industri properti menjadi kekhawatiran investor pada sektor ini. Namun kinerja emiten konstruksi selalu moncer dari tahun ke tahun terutama Waskita Karya yang memiliki kinerja triple digit. Dari tahun ke tahun WSKT selalu membukukan pendapatan dan laba bersih yang meningkat dengan pesat. Dalam 3 tahun terakhir rata-rata pendapatannya meningkat 52% dan laba bersihnya meningkat 88%. Dalam laporan Q2 2017 WSKT membukukan pendapatan yang meningkat 92% dan laba komprehensif meningkat 147% dan laba bersih per saham meningkat 88,4%. Meskipun sekarang WSKT menjadi kontraktor BUMN terbesar namun kinerjanya terbukti belum melambat dan manajemen WSKT optimis untuk mencapai target yang telah ditentukan. Kinerja yang bagus itu tidak diiringi oleh harga sahamnya yang sudah turun 17% dalam setahun terakhir. Saat ini WSKT diperdagangkan dengan PER sebesar 15 dan PBV sebesar 1,8 yang artinya sangat undervalue dari pertumbuhan laba bersihnya dan pendapatannya. Hal yang kurang menarik dari WSKT adalah arus kasnya yang negatif dan nilainya semakin membesar. Hal itu karena WSKT menerapkan sistem turnover yang artinya kontraktor harus menyelesaikan proyeknya terlebih dahulu alias menalangi sebelum diberikan kepada pemberi kontrak. Namun hal ini sudah biasa terjadi dan selama manajemen masih bisa mengatur arus kasnya dengan baik maka hal seperti kesulitan pendanaan kemungkinannya sangat kecil terjadi. Saham ini termasuk ke dalam kategori saham bertumbuh (growth stock) karena pertumbuhannya yang konsisten setiap tahun.
(Selengkapnya: Sektor Konstruksi Mulai Undervalue, Buying Opportunity?)

2. Barito Pacific (BRPT)
BRPT
Kemarin saya sudah membahas dalam artikel tentang pendatang LQ-45 yang salah satunya adalah BRPT ini. Sebenarnya dalam beberapa tahun terakhir saham BRPT kurang menarik karena kinerjanya yang kurang bagus. Namun hal tersebut berubah di tahun 2015 karena BRPT yang tadinya merugi $3,91 juta di tahun 2014 menjadi untung $0,184 juta. Di tahun 2016 laba bersihnya meningkat menjadi $276,115 juta. Alhasil dari peningkatan ini fundamental BRPT jadi terlihat sangat menarik. Dengan harga 1850 saham BRPT masih sangat menarik karena mencerminkan PER sebesar 7. Saham BRPT undervalue karena dari laporan keuangannya pada Q1 2017 terlihat pendapatannya masih meningkat 75% dan laba komprehensifnya meningkat 211%! Saham BRPT ini bisa jadi masuk ke dalam tipe cyclical yang kinerjanya sedang bagus sekarang ini namun bisa jadi tidak selalu di masa depan karena industri kimia termasuk industri cyclical. Namun momen ini sangat bagus untuk dimanfaatkan dan saham BRPT sudah naik 500% dalam setahun. Dilihat dari valuasinya saham BRPT masih undervalue dan masih ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut.

3. Bukit Sentul (BKSL)
BKSLIndustri properti yang sedang lesu nampaknya tidak membuat emiten ini mengalami kelesuan juga. Setelah mengalami masa-masa suram dalam beberapa tahun terakhir, di tahun 2016 BKSL mampu menorehkan kenaikan pendapatan dan laba bersih yang meningkat tajam padahal di tahun 2015 BKSL mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih. Laba persaham di tahun 2016 adalah Rp 16,3/lembar dan harganya sekarang ada di 108 yang mencerminkan PER sebesar 6,6. PER yang kecil belum tentu menandakan suatu saham memiliki harga yang murah namun kinerja BKSL pada Q2 2017 ini bisa dibilang sangat bagus. Per Juni 2017 BKSL membukukan pendapatan meningkat 89% dan laba komprehensif meningkat 73%. Dengan PER yang rendah tentu membuat saham BKSL menarik untuk dikoleksi karena kinerjanya yang terus membaik dan sahamnya yang mulai naik. Saham BKSL ini termasuk tipe saham turnaround yang mencatatkan kinerja berbalik menjadi bagus setelah mengalami penurunan fundamental.
(Selengkapnya: Melihat Sektor Properti di Tahun 2017)

5. Adi Sarana Armada (ASSA)
ASSASaham ASSA saya masukkan ke dalam kategori saham dividen yang bagus dibeli di bulan ini. Ide itu semula terlintas sejenak dalam pikiran saya karena memang ASSA rajin dalam memberikan dividen dan valuasinya yang sangat murah yakni dengan PER 12 di harga 220. Pendapatan ASSA dari tahun ke tahun meningkat sedikit namun karena profit margin ASSA yang kecil yakni hanya 4% maka laba bersihnya sangat kecil dibandingkan pendapatannya. Sehingga kenaikan pendapatan yang kecil bisa berpengaruh besar terhadap laba bersihnya. Misalnya saja pada semester ini pendapatannya hanya meningkat 15% namun laba bersihnya bisa meningkat 109% karena faktor efisiensi yang sedikit lebih baik saja. Profit margin yang kecil ini juga memiliki risiko apabila perekonomian tidak stabil namun juga memberikan kenaikan yang pesat dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki profit margin yang besar. Karena kinerjanya yang bagus inilah saham ASSA masuk ke dalam saham yang sangat berpotensi di tahun 2017 ini.

5. Wijaya Karya (WIKA)
WIKASatu lagi emiten konstruksi yang perlu dilihat adalah Wijaya Karya. Sempat mengalami ketertinggalan oleh WSKT, namun WIKA lebih menarik untuk saat ini karena rasio hutangnya yang lebih kecil. Pada kuartal I 2017 DER WIKA sebesar 1,56 jauh lebih kecil ketimbang WSKT yang nilai DERnya sebesar 2,38. Kinerjanya di tahun 2016 lebih pesat daripada tahun-tahun sebelumnya dan di tahun 2017 ini kinerjanya masih cuku bagus. Pada Q1 2017 pendapatannya meningkat 40% dan laba bersihnya meningkat 181%! Sama halnya dengan WSKT, kinerjanya yang bagus tidak diapresiasi oleh harga sahamnya yang 28% dalam setahun ini. Saat ini WIKA diperdagangkan di harga 2000 yang mencerminkan PER sebesar 12,6 yang sangat undervalue dari kinerjanya saat ini. Saat sektor konstruksi bangkit, saham WIKA dan WSKT berpotensi lebih besar dibandingkan dengan saham konstruksi BUMN yang lain.

Kesimpulan:
Kelima saham tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk naik karena kinerjanya yang bagus dan valuasinya yang bisa dibilang murah. Namun di daftar tersebut ada beberapa emiten yang masih belum mempublikasikan laporan keuangan Q2 2017 yang bisa menjadi sangat krusial dalam menentukan pilihan investasi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar