Sabtu, 24 Februari 2018

Kinerja BFI Finance 2017 Sesuai Ekspektasi

Kemarin BFI Finance melaporkan kinerjanya di tahun penuh 2017. Dalam laporannya BFI Finance mampu menunjukkan kinerja yang cemerlang. Laba bersih BFIN naik sebesar 49% di tahun 2017 dari yang tadinya Rp 798 miliar menjadi Rp 1,19 triliun. Hal itu disokong dengan kenaikan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 14,3 triliun naik 33,5% dan melampaui target yang ditetapkan perusahaan yakni sebesar Rp 13 triliun. Kinerja yang bertumbuh ini sangat fantastis karena bertumbuh secara double digit dan melampaui target yang telah ditetapkan. Strategi pemasaran yang tepat, perbaikan kinerja, dan kondisi likuiditas perbankan yang baik membuat kinerja BFIN di tahun 2017 sangat cemerlang. Pembiayaan BFIN di kontribusi oleh pembiayaan mobil bekas sebesar 70% yang menjadi kontributor terbesar pada perusahaan. 
Pelayanan BFI Finance
Pelayanan BFI Finance

Sebenarnya BFIN memang termasuk saham yang bertumbuh. Dalam 5 tahun terakhir BFIN mencatatkan kenaikan pendapatan secara CAGR sebesar 19,5% dan CAGR laba bersih sebesar 13,0%. Nilai dividennya juga selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. BFI Finance rencananya akan membidik kenaikan pembiayaan sebesar 20% di tahun 2018. Untuk mewujudkan hal tersebut rencananya BFIN akan menambah 40 outlet baru yang hingga sekarang BFIN memiliki 342 outlet tersebar dari Sumatra Utara hingga Papua. Tentunya ekspektasi ini akan berdampak positif pada sahamnya. Lalu bagaimana dengan kondisi saham BFIN sekarang ini?

Pertumbuhan yang signifikan ternyata tidak membuat saham BFIN mahal. Malah, saham BFIN terlihat sangat murah sekarang jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhannya. Di harga 800 saham BFIN memiliki PER sebesar 11,5 dan nilai PBV sebesar 2,6. Valuasi ini termasuk murah jika dibandingkan dengan kinerjanya di tahun 2017. Selain itu BFIN memberikan dividen yield sebesar 4% di harga 800 dan investor bisa berharap nilai dividennya dapat bertumbuh di tahun ini karena pertumbuhannya yang signifikan di tahun lalu. Dalam setahun saham BFIN sudah naik sebesar 130% karena harganya di tahun lalu juga sangat murah jika dibandingkan dengan kinerjanya.

Kesimpulan:
Kinerja BFIN di tahun 2017 bisa dibilang cemerlang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu kinerja tersebut kemungkinan besar akan melanjutkan pertumbuhannya di tahun ini. Kendati harga sahamnya sudah naik signifikan namun saham BFIN masih termasuk undervalue jika dibandingkan dengan kinerjanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar