Rabu, 28 Februari 2018

Saham BEKS Layak Diperhatikan Sebagai Potensi Saham Turnaround

Tadinya merupakan Bank Pundhi kini BEKS merupakan Bank Pembangunan Daerah Banten setelah diakuisisi oleh Pemerintah Banten di tahun 2016 melalui PT Banten Global Development. Sebenarnya saham BEKS ini tidak begitu menarik karena posisi keuangannya yang merugi terus dalam beberapa tahun terakhir. Namun setelah diakuisisi oleh pemerintah Banten saham BEKS menjadi menarik dan banyak yang berspekulasi di saham ini karena potensinya yang cerah setelah diakuisisi oleh pemerintah Banten dan berpotensi menjadi saham turnaround.
BEKS BPD Bank Banten

Efek Akuisisi Pemerintah Banten
Perusahaan yang diakuisisi oleh pemerintah baik itu pemerintah pusat ataupun daerah memiliki keuntungan yang besar. Selain mendapatkan modal dari pemerintah perusahaan juga lebih leluasa dalam menjalankan bisnisnya. Dalam kasus BEKS yang diakuisisi oleh pemerintah Banten ini permodalan akan lebih mudah dan menghimpun dana juga bisa dilakukan dengan leluasa. Efek yang sangat terasa pada BPD Banten adalah adanya giro kasda yang jumlahnya mencapai Rp 2,61 triliun padahal di tahun-tahun sebelumnya tidak ada. Giro kasda ini merupakan giro yang diperuntukkan pada pemerintah daerah dalam rangka pengelolaan kas daerah. Keuntungan dalam mengelola dana seperti ini hanya didapatkan oleh bank yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Belum lagi jika BEKS bekerja sama dengan pemerintah Banten dalam hal-hal lain seperti pembayaran atau pembayaran gaji pegawainya dengan menggunakan BPD Banten. Selain itu jika BEKS kekurangan dana pemerintah Banten juga bisa membantu dengan suntikan modal untuk ekspansi. Oleh karena itu akuisisi pemerintah banyak membawa keuntungan.

Kinerja BPD Banten (BEKS)
Semenjak diakuisisi oleh pemerintah Banten, BEKS membuat banyak perubahan. Efisiensi dan pengurangan jumlah pegawai merupakan salah satu cara BEKS untuk mengurangi kerugian. Hal itu karena beban operasi yang tinggi sehingga menyebabkan kerugian yang besar. Dengan adanya pengurangan jumlah pegawai dan penutupan kantor cabang yang tidak produktif berarti BEKS meningkatkan efisiensi. Terbukti dalam laporan keuangannya beban administrasi & umum menurun dari Rp 198,2 miliar menjadi Rp 136,8 miliar per September 2017. Beban tenaga kerja menurun -53% dari Rp 275,6 miliar menjadi Rp 122,5 miliar pada periode yang sama. Kendati pendapatan bunga menurun namun pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 121%. Per September 2017 BPD Banten masih merugi Rp 63,1 miliar namun hal tersebut jauh lebih baik dibandingkan kerugian Rp 405,1 miliar di tahun 2016.

Prospek Kedepan BEKS
Manajemen BEKS optimis dapat mengubah kondisi keuangan perusahaan dari negatif menadi positif dengan mencetak laba di tahun 2018. BEKS menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 30% dan masuk ke dalam 10 besar bank pembangunan daerah di tahun 2022. Manajemen BEKS mengincar dana murah dengan selalu bekerja sama dengan pemerintah Banten dalam mengelola dana. Tentunya prospek BEKS bisa dikatakan cerah dimasa depan. Namun di harga 50 BEKS dihargai dengan PBV mencapai 4 sedangkan BPD lain seperti BJBR dihargai PBV 2,2 dan BJTM dihargai PBV 2,2 itu artinya diharga 50 BEKS masih tergolong premium dibandingkan dengan BPD yang lain.

Kesimpulan:
Setelah mengalami akuisisi oleh pemerintah Banten BEKS bertransformasi menjadi bank yang lebih efisien dan prospektif. Insentif dari pemerintah Banten dan strategi manajemen dalam menekan beban telah mengurangi kerugian operasi di tahun 2017. Di tahun 2018 BEKS bisa mulai mencetak laba setelah mengalami kerugian di beberapa tahun yang lalu. Oleh karena itu BEKS bisa berpotensi besar menjadi saham turnaround yang potensial. Namun sebaiknya investor menunggu sampai BEKS benar-benar pulih dari kondisi yang merugi sebelum berinvestasi di sahamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar