Senin, 26 Februari 2018

Tahir, Bos Mayapada Memborong Saham Sentul City

Sebulan yang lalu pada bulan Januari diketahui bahwa bos Mayapada Group yaitu Dato Sri Tahir telah melakukan transaksi pembelian saham BKSL yang jumlahnya mencapai Rp 1,17 Triliun. Denn pembelian ini maka nilai kepemilikan Tahir pada saham BKSL mencapai 6,1%. Tahir merupakan seorang value investor dan berpikir secara jangka panjang. Maka dari itu kita bisa mempelajari apa yang membuat Tahir tertarik pada saham BKSL sehingga berani mengambil keptusan untuk berinvestasi lebih dari 1 Triliun pada saham ini.
Tahir
Menurut keterangannya saham BKSL memiliki nilai asset yang undervalue jika dibandingkan dengan harga sahamnya. Di bulan Januari rata-rata saham BKSL adalah sebesar 137 per lembarnya. Namun hanya dalam sebulan harganya sudah naik ke level 200 per lembarnya naik lebih dari 50%. Sepertinya Tahir sudah meraup untung besar dari transaksi ini. Alasan Tahir membeli saham BKSL karena nilai sahamnya murah dan memiliki prospek cerah karena adanya pembangunan LRT (Light Rail Transit) yang akan selesai. Dengan adanya LRT maka waktu tempuh dari Sentul ke Jakarta hanya memakan waktu 1 jam saja. Bila memang analisa Tahir sesuai dengan rencananya maka saham BKSL memang layak untuk investasi. Mari kita ulas analisa tersebut mengenai saham BKSL

1. Valuasi Murah?
Dalam beberapa tahun terakhir kinerja BKSL mengalami pertumbuhan yang pesat setelah mengalami kejatuhan laba di tahun 2014. Kendati di semester 1 2017 pendapatan dan laba bersih BKSL naik pesat namun di Q3 2017 laba bersih BKSL cenderung turun dari Rp 117,6 miliar di Q3 2016 menjadi Rp 81,19 miliar di Q3 2017. Namun pendapatan BKSL masih meningkat pesat Rp 478,147 miliar menjadi Rp 715,122 miliar pada periode yang sama. Namun dilihat dari valuasi saham BKSL cukup mahal, jika menggunakan EPS dari tahun 2016 maka di harga 200 nilai PER dari BKSL mencapai ratusan. Analis memprediksi EPS BKSL mencapai Rp 3 per lembar yang artinya jika tewujud harga saham BKSL di harga 200 bernilai PER 65 yang artinya cukup mahal. Nilai PBV dari BKSL sebesar 158 pada Q3 2017 yang artinya BKSL memiliki PBV 1,3. Sepertinya BKSL tidak cukup murah jika berkaca melalui analisa fundamental.

2. Prospek ke Depan dengan LRT
Salah satu alasan kuat Tahir memborong saham BKSL adalah karena adanya proyek LRT dari Sentul ke Dukuh Atas. Namun menurut berita hal tersebut baru efektif dirasakan pada tahun 2021-2022 dan ini masih dalam tahap pembangunan karena memang rencananya LRT ini akan dioperasikan di tahun 2021. Bisa jadi juga proyek yang dikerjakan oleh Adhi Karya (ADHI) tersebut molor karena masala-masalah lain. Sentimen negatif pada sektor konstruksi yakni kecelakaan kerja membuat pemerintah menghenkan sementara proyek elevated dan Adhi Karya terkena dampak yang besar oleh kebijakan ini. Namun tidak mungkin juga proyek tersebut akan terbengkalai karena sudah banyak dikerjakan namun kuncinya adalah kapan proyek tersebut selesai. Karena jika LRT sudah selesai maka harga properti di sentul bisa naik dengan pesat. Bisa dilihat bahwa Tahir berinvestasi jangka panjang di saham BKSL

Kesimpulan:
Tahir merupakan seorang investor dan pebisnis yang handal sehingga aktivitas investasinya layak untuk diperhatikan dan dipelajari. Namun jika melihat dari kacamata fundamental saham BKSL cukup mahal jika dihargai di harga 200 sekarang ini. Kecuali jika anda seorang investor jangka panjang seperti Tahir maka tidak ada alasan untuk masuk ke saham ini sekarang karena Tahir pasti berinvestasi di saham BKSL secara jangka panjang minimal setelah proyek LRT sudah jadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar