Jumat, 30 Maret 2018

Mencoba Memprediksi Pasar Dalam Jangka Pendek Itu Sulit

Bagi anda yang merasa bisa untuk memprediksi pasar dalam jangka pendek ataupun memprediksi bahwa akan terjadi bear market atau bull market maka anda belum berada di dalam pasar dalam jangka waktu yang lama. Banyak analis ataupun pakar-pakar profesional yang mencoba untuk memprediksi pasar namun banyak prediksi yang meleset. Bahkan para manajer portofolio aset saham banyak yang memprediksi dengan salah. Mereka memiliki aset yang besar dan data yang berlimpah untuk dianalisa namun prediksi mereka seringkali meleset dibandingkan dengan benar. Bahkan George Soros yang menghancurkan Bank of England dan perekonomian Asia Tenggara bisa salah memprediksi pergerakan harga saham perusahaan teknologi di akhir 1990-an. Lalu bagaimana dengan kita orang biasa yang tidak memiliki banyak data? 

Berpikir Keras

Kamis, 29 Maret 2018

Jangan Menangkap Pisau yang Jatuh

Di dalam dunia investasi terutama saham ada istilah yang cukup populer yaitu "Jangan menangkap pisau yang jatuh, kamu akan terluka". Di dunia nyata hal itu akan terlihat cukup masuk akal dan sangat berbahaya dan begitupula di dalam investasi saham. Menangkap saham dengan karakteristik pisau yang jatuh akan memberikan kerugian yang besar terhadap investor dan jumlahnya tidak sedikit. Saham dengan karakteristik ini biasanya mengalami penurunan yang tidak dapat diprediksi dan itu akan menyebabkan nilai investasi anda berkurang. Tentu saja saham dengan karakteristik ini akan berbeda dengan saham yang hanya terlihat dihiraukan pasar karena saham dengan karakteristik pisau yang jatuh memiliki cerita negatif di dalamnya. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai saham seperti apa yang masuk dalam kategori ini dan efek negatifnya terhadap investor.

Menangkap Pisau yang Jatuh

Baru IPO Kinerja Panca Budi Idaman (PBID) di 2017 Terlihat Menarik

Panca Budi Idaman (PBID) merupakan salah satu emiten yang IPO di tahun 2017 yaitu tepatnya Panca Budi listing perdana di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 Desember 2017. Mungkin banyak dari anda yang tidak mengenal perusahaan Panca Budi ini. PBID merupakan perusahaan yang memproduksi plastik dengan merek yang terkenal di industrinya yaitu Tomat, Wayang dan Bangkuang. Plastik yang diproduksi adalah plastik biasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga untuk membungkus makanan atau plastik kantung belanja. Industri plastik terus berkembang dan menurut perseroan Indonesia merupakan negara yang memiliki pengguna plastik per kapita yang kecil. Panca Budi sendiri merupakan perusahaan yang menjadi pemimpin di industri plastik ini sehingga kinerjanya layak untuk dicermati.
Logo PBID Panca Budi


Rabu, 28 Maret 2018

ASSA Mencatatkan Kinerja yang Bagus di Tahun 2017

Adi Sarana Armada (ASSA) merupakan perusahaan yang menyediakan jasa penyewaan mobil. ASSA sudah mengeluarkan laporan keuangannya untuk tahun 2017 penuh dan hasilnya tidak berbeda jauh dengan kenaikan di laporan Q3 2017. Adi Sarana secara konsisten mencatatkan kinerja pertumbuhan dan hal tersebut mendongkrak pendapatan serta laba bersihnya. Dalam tiga tahun terakhir pendapatan ASSA selalu bertumbuh dan itu merupakan hal yang bagus. Kendati mengalami penurunan laba pada tahun 2015 namun saat ini ASSA mencatatkan kinerja yang selalu bertumbuh. Manajemen memproyeksi bahwa bisnisnya akan tetap bertumbuh di tahun 2018 selain itu kendati laba bersihnya naik pesat harga sahamnya masih di hargai murah sehingga layak untuk dianalisa.
Kantor ASSA Adi Sarana Armada

Selasa, 27 Maret 2018

Uber Sudah Menyerah Kini Tinggal Grab dan Gojek di Indonesia

Baru-baru ini muncul berita resmi bahwa Grab sudah bersiap untuk meninggalkan pasar Indonesia. Tidak hanya Indonesia manajemen mengatakan manajemen juga berniat untuk hengkang dari pasar Asia Tenggara. Ini adalah hal yang sangat ironis mengingat Uber merupakan salah satu perintis moda transportasi online yang pertama di Indonesia sejak 2014. Memang saat ini persaingan sangat ketat untuk ketiga perusahaan ini. Apalagi Uber telat dalam berinovasi di pasar Indonesia yang sedikit unik yaitu banyaknya pengendara motor. Uber akhirnya menyerahkan pasar Asia Tenggara kepada Grab dengan penggantinya yaitu saham Grab sebesar 27,5% diberikan kepada Uber. Aplikasi Uber di Asia Tenggara hanya berlaku hingga 8 April 2018 selebihnya aplikasi tersebut sudah tidak dapat digunakan namun bisa di negara lain selain Asia Tenggara.
Uber Telat Masuk ke Bisnis Ojek
Uber Telat Masuk ke Bisnis Ojek

Apakah Benar Hutang Indonesia Mengkhawatirkan?

Akhir-akhir ini sering kita dengar pemberitaan bahwa hutang Republik Indonesia kita tercinta ini sangatlah besar dan mengkhawatirkan. Hutang pemerintah digadang-gadang mencapai Rp 4.000 triliun! Wow! Nilai itu terdengar sangat fantastis dan ada juga yang bilang bahwa hutang tersebut akan terbawa hingga anak cucu dan generasi penerus bangsa Indonesia di masa depan. Melihat hutang yang jumlahnya ribuan triliun tidak ada yang bisa bilang bahwa hutang tersebut berjumlah kecil karena nilai tersebut bisa membiayai APBN hingga bertahun-tahun. Sudah puas dengan melihat besarnya hutang Indonesia maka anda perlu melihatnya dari sisi yang berbeda. Bagi anda yang merasa hutang Indonesia sangatlah besar maka anda belum mempelajari perekonomian secara menyeluruh dan melihat bagaimana negara-negara lain dalam mengelola hutangnya. Oleh karena itu dalam artikel ini akan dibahas hutang Indonesia dari segi ekonomi dan bukan hanya tentang nominal.
Hutang Indonesia Semakin Bertambah


Senin, 26 Maret 2018

Emiten Semen Masih Belum Bisa Bangkit di 2017

Nasib malang menimpa emiten semen yang memiliki kinerja penurunan dalam beberapa tahun belakang ini. Hampir semua emiten semen yaitu Semen Gresik (SMGR), Indocement (INTP), Holcim (SMCB), Semen Baturaja (SMBR) mencatatkan laba yang menurun dan fundamental emiten semen semakin tidak terlihat bagus. Pelemahan daya beli dan penurunan penjualan membayangi emiten semen dan hal itu diprediksi tidak berubah banyak di tahun 2018. Emiten semen akan memulihkan keadaan di tahun 2018 dengan efisiensi namun kebutuhan semen yang masih kurang bagus akan membayangi kinerja emiten semen di tahun 2018.

Semen Oversupply

Bank Victoria (BVIC) Mencatatkan Kinerja Bagus di Tahun 2017 Namun Harganya Normal

Baru-baru ini Bank Victoria merilis kinerja keuangan fullnya untuk tahun 2017 penuh yang diiklankan pada koran Investor Daily. Bank Victoria ini sendiri merupakan bank kecil yang masih masuk dalam kategori bank Buku II (modal inti Rp 1-5 triliun) karena bank Victoria hanya memiliki modal di kisaran Rp 2,8 triliun untuk saat ini. Bank yang kecil masih memiliki potensi untuk lebih bertumbuh dibandingkan dengan bank yang sudah besar dan masuk dalam kategori bank Buku IV (modal diatas Rp 30 triliun). Oleh karena itu kinerja dari bank kecil layak untuk diperhatikan dan tidak terkecuali untuk saham BVIC.

Logo Bank Victoria BVIC

Minggu, 25 Maret 2018

Mengapa Harga Saham Perusahaan yang Bagus Harus Naik?

Anda pasti sudah tahu bahwa berinvestasi di perusahaan yang bagus akan memberikan imbal hasil yang besar dalam jangka panjang. Namun banyak investor yang tidak sabar dalam memegang saham dan berusaha untuk memperoleh keuntungan yang cepat dengan trading sehingga mereka menjual saham-saham perusahaan bagus dengan cepat padahal memiliki potensi yang besar di masa depan. Pernahkah anda memikirkan tentang filosofi sebuah saham di perusahaan yang bagus? Mengapa saham di perusahaan yang memiliki bisnis dan keuangan yang bagus memiliki saham yang naik secara jangka panjang? Saham di perusahaan yang bagus naik dalam jangka panjang bukanlah sebuah kebetulan melainkan memang sebuah keharusan. Jadi mau tidak mau jika perusahaan mencatatkan kinerja yang bagus maka nilai sahamnya harus naik! Saya bold karena memang itu adalah sebuah keharusan dan kewajiban untuk harga saham. Di artikel ini saya akan mencoba membahas mengapa saham di perusahaan yang bagus dan bonafid mau tidak mau harus naik sedangkan mungkin sentimen negatif bisa menghambatnya.
Fundamental Naik Harga Naik
Nilai Fundamental Naik Harga Saham Juga Akan Ikut Naik

Sabtu, 24 Maret 2018

Siklus 10 Tahunan Membayangi IHSG di 2018

Dari awal tahun hingga Maret ini pasar saham global telah terkoreksi secara besar-besaran. Di Amerika Serikat indeks S&P 500 sudah turun -4% dari awal tahun di Eropa indeks FTSE turun -9,5%. Di wilayah Asia indeks Nikkei 225 turun -12,3% dan Shanghai Composite index turun -5,8%. Sedangkan IHSG sendiri sudah turun -2% dari awal tahun. Bisa dibilang kuartal pertama pada tahun 2018 ini bursa baik domestik maupun global mencatatkan kinerja yang negatif. Ketidakpastian global semakin meningkat dan ancaman siklus 10 tahunan kembali mengancam Bursa Efek Indonesia dan terlihat semakin nyata. Siklus 10 tahunan ini dianggap sebagai siklus ekonomi untuk pasang dan surut serta pola dari bursa saham.

Krisis Crisis

Jumat, 23 Maret 2018

Laba Link Net (LINK) 2017 Sesuai Ekspektasi

Kemarin PT Link Net Tbk (LINK) telah mengeluarkan laporan keuangan untuk tahun penuh 2017. Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi dengan memberikan layanan berupa jasa koneksi internet dan tv kabel. Kemarin setelah LINK memberikan laporan keuangannya harga sahamnya naik sebesar 3,5% dan itu pertanda bahwa kinerjanya sesuai atau lebih besar dari ekspektasi. Sepanjang tahun 2017 bisnis LINK semakin berkembang dan dalam 3 tahun terakhir pendapatan dan laba bersihnya meingkat secara double digit. Prospek internet yang cerah dan penetrasi internet untuk home passed yang masih rendah membuat pertumbuhan bisnis LINK di masa depan masih besar. Berikut ini adalah analisa dari saham LINK.
Logo LINK

Kamis, 22 Maret 2018

Indonesia Merupakan Salah Satu Negara yang Bagus Untuk Investasi

Baru-baru ini US News memberikan sebuah berita mengenai "Negara Terbaik Untuk Investasi di Tahun 2018" dan Indonesia masuk ke dalam salah satunya. Apakah anda tahu Indonesia masuk ke dalam peringkat berapa? Indonesia masuk ke dalam peringkat kedua! Survey ini mempertimbangkan berbagai macam segi aspek yang diperoleh dari 6.000 pebisnis dengan mempertimbangkan aspek seperti korupsi, dinamika kehidupan, kestabilan ekonomi, kewirausahaan, lingkungan pajak yang baik, inovasi, keterampilan tenaga kerja dan kemampuan teknologi. Dari itu semua Indonesia mengalahkan banyak negara dan memasuki peringkat pertama sedangkan untuk peringkat kedua diraih oleh Filipina. Sebenarnya tidak mengherankan jika Indonesia masuk kedalam salah satu negara yang masuk kedalam salah satu negara terbaik untuk investasi. Mengapa demikian?
Ekonomi Indonesia

Rabu, 21 Maret 2018

Sri Rejeki Isman (SRIL) Masih Oke Untuk Investasi

Sri Rejeki Isman atau bisa disebut dengan saham SRIL merupakan perusahaan yang berada pada industri tekstil dengan memproduksi berbagai macam pakaian. Dulu dalam sebuah artikel saya merekomendasikan SRIL saat harganya berada pada 260 sekarang harganya sudah ada di 340. Kendati sudah naik banyak namun kenaikannya masih sejalan dengan fundamentalnya sehingga saham ini masih dihargai dengan valuasi yang sama seperti tahun sebelumnya yakni PER 8 yang membuat saham ini bisa dimasukkan kedalam watchlist dan ada sentimen positif kedepannya.
Sri Rejeki Isman SRIL

Selasa, 20 Maret 2018

Kesalahan Analisa Matahari Departemen Store (LPPF) di Tahun 2016

Dulu saya pernah membahas mengenai prospek Matahari Departemen store di tahun 2016. Kini harga sahamnya justru turun besar sejak tahun 2016 hingga sekarang. Analisa saya tersebut ternyata salah besar karena terlalu mengacu pada data masa lampau dan tidak memproyeksikan kedepannya. Kinerja masa lampau LPPF memang sangat bagus namun itu ternyata tidak terulang kembali di tahun tahun kedepannya. Persaingan yang ketat di sektor retail dengan munculnya toko online yang merevolusi cara orang berbelanja membuat kinerja Matahari Departemen Store terganggu.
Gerai Matahari Tutup
Banyak Gerai Matahari yang Tutup

Senin, 19 Maret 2018

Peluang Besar Saham Emiten Konstruksi di Tahun 2018

Emiten konstruksi sudah memberikan laporan keuangan untuk tahun penuh 2017 dan hasilnya sangatlah bagus. Rata-rata emiten di sektor konstruksi mencatatkan kinerja yang bagus dengan nilai pendapatan, laba bersih dan nilai kontrak yang meningkat. Bahkan ada beberapa emiten konstruksi yang mencatatkan kinerja triple digit dengan kenaikan ratusan persen seperti ACST, PPRE, WEGE dan WSKT. Kenaikan itu karena banyaknya proyek yang ditangani di tahun 2017 dan pemerintah ters mengadakan proyek-proyek baru dari pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan hingga pembangkit listrik. Di tahun 2018 ini diprediksi bahwa pemerintah justru akan mengebut pembangunan tersebut karena di tahun 2019 akan diadakan pemilihan umum. Pemerintah akan berusaha untuk menyelesaikan banyak proyek di tahun 2018 agar pemerintah dapat menunjukkan hasil kerjanya ke publik.
Konstruksi

Minggu, 18 Maret 2018

Hal yang Dapat Dipelajari Dari Stephen Hawking Tentang Investasi

Stephen Hawking merupakan salah satu ilmuwan terpintar yang pernah ada. Lahir pada tanggal 8 Januari 1942 Stephen Hawking terkenal sebagai "Einstein" di sekolah. Lulus dari Universitas Oxford dengan predikat terbaik dan meraih gelar doktoral bidang kosmologi di Universitas Cambridge. Hawking sangat tertarik dengan ilmu alam semesta dan dia telah membuat buku yang berjudul A Brief History of Time yang diterbitkan pada tahun 1988 dan telah terjual lebih dari 10 juta copy dalam waktu 20 tahun yang membuat popularitas Stephen Hawking terdongkrak. Selain itu beliau juga menggagas Theory of Everything yang menyimpulkan bahwa alam semesta ini bergerak pada satu hukum dan hukum tersebut adalah kunci dari perkembangan alam semesta. Teori ini juga menjadi judul film yang mengisahkan kehidupan Stephen Hawking. Stephen Hawking juga mengajarkan banyak hal tentang kehidupan dan investasi. Berikut ini adalah hal yang dapat dipelajari dari Stephen Hawking.
Stephen Hawking Intel
Stephen Hawking yang Duduk Di Kursi Roda Intel
yang Membantunya Untuk Berbicara


Mencari The Next atau Saham Bintang di Masa Depan

Saham yang memberikan keuntungan tertinggi adalah saham perusahaan kecil yang berpotensi menjadi besar. Saham yang sudah menjadi bintang tidak akan memberikan keuntungan seperti dulu sebelum menjadi bintang. Memilih saham yang menjadi penerus perusahaan bintang inilah yang disebut dengan istilah "Finding The Next". Mencari "the next" merupakan pencarian saham yang bisa menyamai perusahaan yang telah berhasil. Contohnya saja mencari the next Unilever yang berarti mencari perusahaan yang berpotensi memberikan keuntungan seperti saham Unilever. Bila kita dapat menemukan saham yang menjadi "the next" atau saham yang berpotensi menjadi bintang maka keuntungannya sangatlah besar.
The next

Melihat Prospektus IPO Tridomain Performance Material

Bulan April ini Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan emiten baru yaitu Tridomain Performance Material. Perusahaan ini ergerak di sektor chemical/kimia yang memproduksi specialty resin. Rencananya perseroan akan menawarkan 40% dari modalnya yakni sebesar 5.788.233.000 lembar saham dengan nominal 100 di harga antara Rp 210 - Rp 276 per lembar saham. Dengan ini perseroan akan memperoleh target dana sebesar Rp 1,2 triliun - Rp 1,6 triliun dan kapitalisasinya akan sebesar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Tridomain akan menggunakan 55% dana yang diperoleh untuk ekspansi dan 45% untuk operasional pabrik. Rencananya Tridomain akan tercatat dalam papan bursa pada tanggal 4 April 2018. Berikut ini adalah prospektus Tridomain:
Logo Tridomain

Sabtu, 17 Maret 2018

IHSG Akan Terus Berfluktuatif dan Anda Harus Menerimanya

Dalam seminggu ini IHSG terus menunjukkan tren penurunan dan itu membuat banyak investor yang menjadi mempertanyakan masa depan dari IHSG itu sendiri. Penurunan IHSG dalam satu bulan terakhir cukup lumayan yakni sebesar -4% dan hal itu bisa membuat banyak orang panik. Namun penurunan itu masih wajar dan masih masuk dalam kategori koreksi karena masih dibawah -20%. Penurunan itu masih elum seberapa dibandingkan dengan penurunan di tahun 2013 yang sebesar -20% atau di tahun 2015 yang sebesar lebih dari 20%. Pada masa itu banyak saham yang turun puluhan persen. Namun itu belum bisa dibandingkan dengan krisis finansial global pada tahun 2008 yang membuat IHSG turun lebih dari -50% dan banyak saham-saham blue chip yang turun lebih dari -50%.
Menerima Fluktuasi

Jumat, 16 Maret 2018

PGAS Masih Belum Tancap Gas di 2017

Kinerja Perusahaan Gas Negara (PGAS) di tahun 2017 masih kurang bagus atau malah bertambah buruk. Dalam 5 tahun terakhir PGAS menunjukkan penurunan yang besar dalam fundamentalnya. Hasilnya harga saham PGAS malah jauh lebih rendah dibandingkan harganya pada 10 tahun yang lalu. Di tahun 2008 saham PGAS menyentuh harga 2800/lembar saham sedangkan sekarang harga sahamnya di harga 2400/lembar saham. Kendati naik banyak di tahun 2010 hingga tahun 2014 namun PGAS menunjukkan penurunannya dari tahun 2014 hingga sekarang. Berinvestasi di saham PGAS merupakan investasi jangka panjang yang tidak menguntungkan dan faktor fundamental yang menjadi kuncinya.
Perusahaan Gas Negara PGAS

Kamis, 15 Maret 2018

PTPP Kontraktor yang Tidak Memiliki Masalah Cashflow

Masalah cashflow tidak dialami oleh PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Namun Banyak emiten kontraktor yang cenderung memiliki operating cashflow yang negatif. Hal itu karena kontraktor memiliki kecenderungan bermain dalam proyek turnkey yaitu proyek dimana kontraktor harus mengeluarkan modal dulu sendiri sebelum menerima pembayaran. Akibatnya banyak emiten yang mencatatkan kinerja cashflow yang negatif padahal laba bersihnya meningkat. Hal itu terjadi pada ADHI, WIKA dan WSKT. Kontraktor yang memiliki cashflow negatif harus pintar dalam mengelola arus kas yang masuk dan keluar serta mengelola pinjaman dengan benar karena salah sedikit kontraktor tersebut akan memiliki masalah dalam pendanaan. Bila terjadi masalah pendanaan maka proyek tidak akan dapat dijalankan sehingga yang terjadi adalah runtuhnya bisnis kontraktor tersebut.
PTPP Pembangunan Perumahan

Rabu, 14 Maret 2018

Adira Dinamika Multifinance (ADMF) Terlihat Menarik Namun Kurang Likuid

Kinerja multifinance di tahun 2017 terlihat sangat bagus dengan emiten-emiten yang ada di sektor ini mencatatkan kinerja bertumbuh. Wahana Ottomitra (WOMF) mencetak kenaikan laba bersih lebih dari 190% dan BFI Finance (BFIN) mencetak kenaikan laba bersih sebesar 48%. Selain itu ada lagi emiten yang mencatatkan kinerja bagus yaitu Adira Dinamika Multi Finance (ADMF). Sektor multifinance banyak terdapat saham-saham yang undervalue dengan harga yang murah namun kinerjanya membuktikan bahwa valuasi harga sahamnya salah. ADMF merupakan salah satu emiten tersebut.
Logo Adira ADMF

Selasa, 13 Maret 2018

Nilai PER yang Rendah Belum Tentu Murah

Dalam value investing, investor akan menemui banyak perusahaan yang terlihat murah dengan nilai PER (Price to Earning Ratio) yang rendah. Nilai PER merupakan salah satu kategori dalam menentukan apakah saham suatu perusahaan itu murah atau tidak. Nilai PER yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan memiliki harga yang rendah dibandingkan dengan laba bersih yang dihasilkannya. Sebaliknya nilai PER yang tinggi menunjukkan bahwa suatu perusahaan dihargai tinggi dibandingkan dengan laba bersihnya. Terlihat simpel bukan? Dalam teori, investor hanya tinggal membeli saham yang memiliki nilai PER yang rendah dan mendapatkan keuntungan. Hal itu karena saham yang memiliki nilai PER yang kecil memiliki tingkat balik modal yang cepat. Misalkan saja suatu saham memiliki PER sebesar 5 maka jika perusahaan tersebut membukukan laba bersih yang tetap dari tahun ke tahun maka dalam 5 tahun investasi akan kembali. Lain halnya dengan saham yang memiliki PER 20 maka jika labanya tetap maka butuh 20 tahun untuk balik modal jika asumsi labanya tetap.

Undervalue
Undervalue atau Value Trap?

Senin, 12 Maret 2018

Melihat Prospektus IPO Gihon Telekomunikasi Indonesia

Pada bulan April nanti Bursa Efek Indonesia akan kedatangan emiten baru yaitu PT Gihon Telekomunikasi Indonesia yang rencananya akan listing pada tanggal 9 April 2018 di BEI. Sebelumnya juga ada emiten yang bergerak pada bidang yang sama yaitu konstruksi menara telekomunikasi yaitu PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) yang mencatatkan diri di bursa pada tanggal 16 Januari 2018. Industri telekomunikasi sedang berkembang dan ini menjadi prospek yang bagus untuk mengembangkan usaha. Gihon akan melepaskan 33,49% dari modalnya atau sebanyak 200 juta lembar saham dengan harga Rp 1100 sampai Rp 1300 per lembarnya. Dari aksi ini maka perseroan akan mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 220 miliar hingga Rp 260 miliar. Berikut ini prospeknya dari ringkasan yang ada di prospektusnya:

Logo Gihon Telekomunikasi Indonesia


Minggu, 11 Maret 2018

Melihat Prospektus IPO Artajasa Pembayaran Elektronis

Pada bulan Maret ini selain Sky Energy yang akan listing pada tanggal 28 Maret 2018 akan ada lagi emiten yang listing pada tanggal 29 Maret 2018 yang bernama Artajasa Pembayaran Elektronis. Sesuai dengan namanya perusahaan ini bergerak dalam jasa pembayaran elektronik seperti ATM ataupun pembayaran e-commerce. Artajasa akan melepaskan 20% saham pada IPO ini dengan nominal Rp 100/lembar di rentang harga Rp 850-Rp 1250/lembar dan diperkirakan akan memperoleh dana sebesar Rp 372 miliar sampai Rp 546 miliar. Berikut ini prospeknya dari ringkasan yang ada di prospektusnya:
Logo Artajasa

Dengan Value Investing Membeli Saham Menjadi Tenang

Banyak orang yang ketakutan dalam membeli saham karena harganya yang cenderung flukuatif sehingga membuat orang yang memegangnya bisa panas dingin. Apalagi jika anda bermain dalam jangka pendek maka naik turunnya akan memiliki efek yang sangat signifikan pada emosi anda. Ketika harga naik anda akan sangat senang dan ketika harga turun anda akan merasa sedih dan frustrasi. Itu adalah permainan emosi di dalam dunia investasi dan seorang investor harus dapat menghilangkan efek dari emosi tersebut. Apalagi dalam beberapa hari ini IHSG mengalami penurunan yang sangat dalam, mungkin banyak trader jangka pendek yang melakukan cut loss beberapa hari yang lalu dan menunggu momen yang tepat untuk masuk. Namun value investor tidak akan panik seperti itu karena ia tahu bahwa semakin harga suatu saham turun maka semakin murah saham tersebut dan potensinya untuk mencetak kentungan malah akan semakin besar.
Value Nilai

Sabtu, 10 Maret 2018

Program Yuk Nabung Saham Sangat Bermanfaat

Akhir-akhir ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye untuk meningkatkan jumlah investor domestik. Kampanye yang dilakukan pemerintah yang diwakilkan oleh Bursa Efek Indonesia diberi nama "Yuk Nabung Saham". Sesuai namanya gerakan ini mengajak masyarakat untuk menabung dalam sebuah instrumen investasi yaitu saham. Kendati masih awam namun banyak masyarakat yang antusias terutama mahasiswa dengan program ini. Namun banyak juga yang masih sangat tidak percaya dengan program ini dan merasa saham merupakan sebuah perjudian. Hal ini karena masyarakat masih sangat awam dengan salah satu instrumen investasi terbaik ini.
Logo Yuk Nabung Saham

Program Yuk Nabung Saham (YNS) sangat simpel yaitu menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk dibelikan saham agar lebih produktif dibandingkan tabungan. Dalam jangka panjang berinvestasi di saham akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan menabung karena dengan hanya menabung maka nilainya bukannya bertambah malah mengecil karena dimakan faktor inflasi. Inflasi ini akan membuat nilai uang di masa depan jauh lebih kecil dibandingkan dengan sekarang. Oleh karena itu dibutuhkanlah investasi untuk mengalahkan faktor inflasi ini dan mendapatkan keuntungan sesuai dengan rencana investasi. Program Yuk Nabung Saham ini sangat bagus dan memberikan banyak manfaat, berikut ini adalah keuntungan dari program Yuk Nabung Saham:

Kinerja Adaro Energy (ADRO) di Tahun 2017 Bagus, Sahamnya Layak Diperhatikan

Tahun 2017 merupakan tahun yang bagus pada perusahaan tambang terutama di bidang batu bara. Harga batu bara mengalami kenaikan yang sangat signifikan ditahun 2016 dan di tahun 2017. Harga batu bara juga masih mengalami kenaikan dan di bulan Maret ini Harga Batu Bara Acuan (HBA) berada pada level US$101/ton. Oleh karena itu banyak perusahaan batu bara yang mencatatkan kinerja lebih bagus di tahun 2017 serta kenaikan pesat pada harga sahamnya. Salah satu perusahaan yang mencatatkan kinerja bagus adalah Adaro Energy dan sahamnya menarik untuk diperhatikan.
Logo Adaro Energy

Jumat, 09 Maret 2018

Pengertian Gross Profit Margin dan Net Profit Margin

Gross Profit Margin atau sesuai namanya yaitu Margin Laba Kotor adalah perbandingan antara laba kotor dengan penjualan atau pendapatan yang ada. Sedangkan Net Profit Margin adalah perbandingan antara laba bersih dengan penjualan atau pendapatan. Keduanya umumnya dinyatakan dalam persen. Indikator ini merupakan indikator yang menunjukkan efisiensi produk dari perusahaan dalam menghasilkan laba. Perusahaan yang memiliki margin lebih besar berarti menghasilkan laba lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki margin kecil jika diukur dalam nilai penjualan yang sama.
Profit Margin


Kamis, 08 Maret 2018

Dalam Berinvestasi Jangan Mencari Keuntungan yang Terlalu Serakah

Banyak saya temui orang yang baru masuk ke dalam dunia investasi saham memiliki target yang sangat besar. Target itu antara lain ada yang mengatakan 10% perbulan sudah puas, hellooo? Dengan target 10% perbulan dalam jangka waktu satu tahun saja orang tersebut akan untung lebih dari 120%, lakukan terus menerus dan dalam 10 tahun orang yang melakukan itu akan menjadi miliarder! Melipatgandakan aset dalam jangka waktu yang singkat dari investasi saham di perusahaan terbuka sangatlah sulit dan hanya beberapa saham yang memberikan imbal hasil ratusan persen dalam setahun. Mengidentifikasi saham-saham seperti ini sebelum naik sangatlah sulit dan mengejarnya memiliki risiko yang tinggi.
Serakah

Rabu, 07 Maret 2018

Untuk Saham Barito Pacific Sebaiknya Investor Wait And See Dulu

Dulu saya pernah menshare artikel tentang saham baru yang masuk indeks LQ 45 yang bagus salah satunya adalah saham BRPT dan saham yang layak dibeli di tahun 2017 karena harganya murah dan berkinerja bagus salah satunya memuat saham BRPT. Pada saat masuk LQ 45 harga BRPT senilai 1650 lalu saya menerbitkan artikel saham yang bagus di beli di tahun 2017 harganya 1850 dan sekarang saham BRPT sudah naik dan berada di harga 2500-an. Kinerja BRPT yang tadinya bagus ternyata kembali berbalik menjadi kurang baik dan banyak sentimen negatif di dalamnya. Berikut ini adalah analisanya:

Pabrik BRPT

Selasa, 06 Maret 2018

Bila Anda Berinvestasi di Saham BBCA di Tahun 2008 Hingga 2018

Bank Central Asia (BBCA) merupakan saham perbankan blue chip yang sangat populer. Saham ini pertahun hampir pasti menghasilkan keuntungan. Jika dilihat dari grafik 10 tahun terakhir saham BBCA selalu meunjukkan pergerakan yang naik ke atas. Investor yang berinvestasi jangka panjang di saham BBCA dapat dipastikan mendapatkan keuntungan karena tren kenaikan dari saham BBCA stabil namun pasti. Dalam setahun terakhir saja saham BBCA sudah naik lebih dari 45% yang memang karena sektor perbankan sedang naik pesat di tahun 2017.

Logo Bank BCA BBCA
Logo Bank BCA


Cara Mengatur Portofolio Saham yang Baik Dengan Diversifikasi

Ketika berinvestasi di saham dalam jangka panjang membeli dan memegang satu atau dua saham saja adalah tindakan yang nekad dan berisiko tinggi, mengapa? Karena satu atau dua saham tersebut bisa jadi tidak berkinerja baik sesuai dengan keinginan baik dari segi fundamental ataupun pergerakan harga sahamnya. Bila terjadi demikian maka nilai portofolio saham anda bisa jatuh karena terlalu bergantung pada satu atau dua saham tersebut. Oleh karena itu perlu adanya diversifikasi untuk mengurangi risiko dari efek ini. Diversifikasi itu penting karena memegang lebih banyak saham akan jauh kecil risikonya dibandingkan memegang beberapa saham.

Manajemen Portofolio

Senin, 05 Maret 2018

IPO Sky Energy Indonesia Terlihat Menarik

Di bulan Maret ini ada satu perusahaan yang menarik perhatian saya yaitu adalah PT Sky Energy Indonesia. Sky Energy bergerak di bidang energi baru yang terbarukan yaitu dengan memproduksi panel surya. Bicara prospek jangka panjang tentu saja prospeknya sangat bagus karena energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sedang berkembang di dunia. Banyak negara-negara yang sedang mengembangkan pembangkit listrik jenis ini. Sehingga seiring berjalannya waktu kebutuhan akan panel surya akan meningkat terus di masa depan. Prospek hanyalah prospek jika tidak terdapat profit di dalamnya. Dulu di Amerika Serikat hingga sekarang banyak perusahaan panel surya yang kolaps karena sulit mendapatkan profit. Namun hal itu berbeda dengan Sky Energy ini, justru di tahun 2017 ini merupakan momentum pertumbuhan yang pesat. Berikut ini adalah analisa dari prospektus Sky Energy Indonesia:
Logo Sky Energy


Pengertian dan Definisi Net Present Value (NPV)

Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan nilai sekarang dari arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan untuk alokasi modal untuk menganalisa keuntungan dalam sebuah proyek yang akan dilaksanakan. Net Present Value yang positf menandakan bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah proyek atau investasi melebihi dari proyeksi biaya yang dikeluarkan. Pada umumnya nilai NPV yang positif akan menjadi menguntungkan dan proyek yang memiliki NPV negatif akan menghasilkan kerugian. Konsep ini merupakan dasar dari hukum Net Present Value, yang mengindikasikan bahwa investasi yang bagus hanya dapat dilakukan.
Time Value Money
Seiring Berjalannya Waktu Nilai Intrinsik Uang Akan Menurun

Minggu, 04 Maret 2018

Berinvestasi Lebih Menguntungkan di Usia Muda

Sudah menjadi hal umum oleh para pakar investasi dan keuangan bahwa berinvestasi di usia muda merupakan hal yang baik. Namun masih banyak orang yang tidak tahu ataupun tidak percaya mengenai hal itu. Banyak orang di Amerika Serikat yang menyesal tidak berinvestasi di usia muda dan melewatkan berinvestasi di perusahaan-perusahaan seperti Google dan Amazon yang mencetak pertumbuhan bisnis pesat serta harga sahamnya yang meningkat pesat pula dari dekade yang lalu. Jika mereka berinvestasi sejak dulu mungkin asetnya sudah sangat besar sekarang karena harga saham perusahaan tersebut sudah naik berkali-kali lipat.

Investor Muda

Sabtu, 03 Maret 2018

Wika Gedung (WEGE) Mencatatkan Kinerja Triple Digit di Tahun 2017

Kemarin membahas mengenai Acset Indonusa (ACST), PP Presisi (PPRE) dan Kirana Megatara (KMTR) yang ketiganya mencatatkan kinerja fantastis yakni tumbuh triple digit. Sekarang muncul lagi laporan bahwa Wika Gedung (WEGE) mencatatkan kinerja triple digit juga. Ternyata banyak juga emiten yang mencatatkan kinerja dengan laba yang naik 100% lebih namun kebanyakan emiten yang mencatatkan kinerja triple digit berada di sektor konstruksi. ACST, PPRE, WEGE dan WSKT merupakan emiten konstruksi yang mencatatkan kinerja triple digit. Maklum saja pemerintah sedang giat-giatnya membangun infrastruktur sehingga kinerja keempat saham tersebut bisa bagus karena kelimpahan banyak proyek. Cukup disini dulu basa-basinya langsung saja kita lihat kinerja dari Wika Gedung (WEGE) di tahun 2017.
Logo WEGE Wika Gedung

Investasi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebenarnya jika berbicara mengenai investasi sadar ataupun tidak sadar anda pasti melakukan investasi dalam kehidupan sehari-hari. Semua hal yang menggunakan tenaga, pikiran, waktu dan uang merupakan suatu kegiatan investasi. Anda menempuh pendidikan itu merupakan sebuah investasi agar nanti kelak anda memiliki ilmu yang baik dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan. Atau dengan membeli barang yang anda inginkan itu sebenarnya juga sebuah investasi kendati mungkin barang yang dibeli nilainya akan menurun di kemudian hari. Misalnya saja dengan membeli mobil bagus yang menurut pakar ekonomi bukan sebagai investasi karena nilainya turun seiring berjalannya waktu, namun itu sebenarnya juga sebuah investasi yakni untuk menaikkan status dan sebagai pemuas diri.
Life choice investasi

Jumat, 02 Maret 2018

Pengertian Reverse Stock Split

Apa itu Reverse Split?
Kebalikan dari stock split, reverse stock split merupakan tindakan korporasi menggabungkan beberapa saham menjadi satu saham. Dengan adanya reverse stock split jumlah lembar saham akan menurun dan nilainya meningkat per lembarnya. Meskipun nilainya terlihat meningkat namun nilai real dari saham tersebut memiliki nilai total yang sama. Misalnya anda memiliki 4 lembar kertas yang berukuran 25 cm2 yang berarti nilai totalnya 100 m2. Lalu anda gabung keempat kertas tersebut menjadi satu kertas maka luasnya tetaplah 100 m2. Hal inilah yang sebenarnya terjadi pada reverse stock split.

Reverse Stock Split


5 Saham Dividen yang Bagus Dibeli di Maret 2018

Akhir Februari ditutup dengan penurunan IHSG yang cukup besar yakni hingga -1,8%. Hal itu membuat sebuah peluang untuk membeli saham di harga yang lebih murah pada bulan Maret ini. Selain itu bulan Maret adalah bulan yang baik karena banyak perusahaan yang sudah mengeluarkan laporan tahun penuh 2017. Dengan melihat laporan keuangan full 2017 maka dapat dijadikan acuan untuk mengatur portofolio kita diawal tahun. 
Pohon Dividen Uang

Kirana Megatara (KMTR) Auto Reject Atas Setelah Memberikan Laporan Keuangan yang Bagus

Kamis kemarin merupakan hari yang baik untuk investor saham Kirana Megatara (KMTR). Pasalnya saham KMTR naik tinggi hingga menyentuh auto reject yang merupakan batas maksimum suatu saham. Saham KMTR pada tanggal 1 Maret 2018 melesat dari 484 menjadi 605 atau naik 25% dalam satu hari pasca perusahaan memberikan laporan keuangannya yang terbilang bagus. Laba bersihnya meningkat 101%! Hal ini sangat jarang ditemui pada emiten-emiten yang ada di bursa efek. Kenaikan harga sahamnya sejalan dengan fundamentalnya sehingga KMTR layak untuk dibahas pada kali ini.
Logo KMTR Kirana Megatara
Logo KMTR

Kamis, 01 Maret 2018

6 Kategori Seluruh Saham Menurut Peter Lynch

Investor legendaris Peter Lynch dalam bukunya "One Up On Wallstreet" mengungkapkan bahwa perusahaan itu bisa dibagi menjadi kedalam 6 kategori yang berbeda menurut cara investasinya. Kategori-kategori tersebut adalah Slow Grower, Stalwarts, Fast Grower, Cyclical, Turnaround dan Asset Play. Keenam jenis saham ini memegang kunci sukses Peter Lynch dalam mengidentifikasi saham dan membuatnya berhasil mengalahkan indeks pasar. Kategori ini juga merupakan karakteristik dari perusahaan dan klasifikasinya berdasarkan pertumbuhan bisnis dengan pengecualian untuk asset play. Enam kategori ini sangat penting karena pada dasarnya memegang peranan penting dalam menentukan imbal hasil dari investasi karena setiap saham sifatnya berbeda-beda. Bagi anda yang belum tahu tidak ada salahnya menambah ilmu pengetahuan dengan membaca penjelasannya dibawah ini:

Peter Lynch


Pengertian Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA)

Dow Jones Industrial Average (DJI) atau biasa disebut the Dow/Dow 30 adalah sebuah indeks yang terdiri dari 30 perusahaan besar yang ada dan listing di bursa saham Amerika Serikat. Nilai dari Dow Jones diukur secara aritmatika yang artinya nilainya bukan berdasarkan kapitalisasi dari perusahaan yang ada didalamnya melainkan dengan harga dari sebuah saham dari masing-masing perusahaan yang ada didalamnya. Nilai ini bisa dikoreksi sesuai dengan kondisi yang ada, misalnya saja perusahaan melakukan stock split maka hal tersebut dapat menurunkan nilai per lembar sahamnya dan menyebabkan indeks menjadi turun drastis, hal ini dikoreksi sehingga indeks Dow masih tetap stabil dan relevan terhadap perubahan diluar harga yang asli.
DJIA Dow Jones

Kinerja Acset Indonusa (ACST) Moncer di Tahun 2017

Manisnya proyek infrastruktur di tahun 2017 tidak hanya dirasakan oleh kontraktor BUMN, kontraktor swasta juga mendapatkan keuntungannya dan Acset Indonusa (ACST) adalah salah satunya. Nilai kontrak, pendapatan dan laba bersih dari ACST meningkat tajam sehingga ACST merupakan salah satu saham yang layak untuk investasi. Berikut ini adalah ulasan mengenai ACST yang membahas mengenai kinerja di tahun 2017 serta valuasi harga sahamnya.


Review Bulanan Pasar Februari 2018

Pada sepanjang bulan Februari IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan sideways. Pada tanggal 1 Februari IHSG dibuka dengan nilai 6625 dan ditutup pada tanggal 28 Februari sebesar 6597. Untuk nilai tukar rupiah terhadap US Dollar bergerak melemah dari 13.387 pada 1 Februari menjadi 13.764 pada 28 Februari. Harga minyak mentah mengalami penurunan di bulan Februari dari $64,7/bbl pada 1 Februari menjadi $61,5/bbl pada 28 Februari atau menurun sebesar -4,9% dalam sebulan. Harga emas dunia bergerak fluktuatif dari $1.348/oz menjadi $1.319/oz sepanjang bulan Februari dengan kecenderungan turun di akhir bulan.
Review