Rabu, 14 Maret 2018

Adira Dinamika Multifinance (ADMF) Terlihat Menarik Namun Kurang Likuid

Kinerja multifinance di tahun 2017 terlihat sangat bagus dengan emiten-emiten yang ada di sektor ini mencatatkan kinerja bertumbuh. Wahana Ottomitra (WOMF) mencetak kenaikan laba bersih lebih dari 190% dan BFI Finance (BFIN) mencetak kenaikan laba bersih sebesar 48%. Selain itu ada lagi emiten yang mencatatkan kinerja bagus yaitu Adira Dinamika Multi Finance (ADMF). Sektor multifinance banyak terdapat saham-saham yang undervalue dengan harga yang murah namun kinerjanya membuktikan bahwa valuasi harga sahamnya salah. ADMF merupakan salah satu emiten tersebut.
Logo Adira ADMF

Kinerja ADMF 2017
Kendati kinerja 5 tahun terakhir biasa saja namun sepertinya ADMF mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif dan perbaikan terhadap kinerjanya. Pendapatan dan laba bersihnya cenderung naik turun dalam 5 tahun terakhir namun di tahun 2016 menunjukkan perbaikan. Di tahun 2017 ADMF melanjutkan pertumbuhan bisnisnya dan terbukti dari kenaikan pendapatan dan laba bersihnya. Pendapatan naik dari Rp 8,41 triliun di tahun 2016 menjadi Rp 9,13 triliun di tahun 2017 atau naik 8,5%. Laba bersihnya naik 39,6% dari Rp 1,009 triliun menjadi Rp 1,409 triliun dalam periode yang sama. Kinerja itu merupakan kinerja yang cukup bagus dan bisa setara dengan kinerja dari BFIN. Selain itu kinerja ADMF melebihi dari nilai valuasi harga sahamnya yang terlihat murah.
Kinerja Adira ADMF 2016
Kinerja ADMF Dalam 5 Tahun Terakhir
Sumber: Laporan Keuangan ADMF 2016

Valuasi Harga Saham
Di tahun 2018 ini saham ADMF sudah melonjak dengan signifikan. Dalam setahun terakhir saja harga sahamnya sudah naik 32% yang mencerminkan perbaikan pada fundamentalnya. Namun laba bersihnya naik 39% berarti harga saham ADMF lebih murah dibandingkan dengan valuasinya di tahun kemarin. Di harga 9150 saham ADMF memiliki PER 6,5 dan PBV sebesar 1,6 yang artinya sangat murah dibandingkan dengan kinerjanya. Selain itu kelebihan saham ADMF adalah saham ini termasuk royal dalam membagikan dividennya. Di tahun 2017 ADMF memberikan dividen sebesar Rp 505/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 5,5% di harga 9150. Nilai dividen ini meningkat dari Rp 332/lembar di tahun 2016. ADMF memberikan peningkatan dividen sejalan dengan kenaikan laba bersihnya. Kemungkinan besar dividen di tahun 2018 bisa meningkat.

Kurang Likuid
Salah satu faktor negatif dari saham ADMF adalah jumlah transaksi saham ADMF kurang likuid. Seringkali saham ADMF ditransaksikan dengan beberapa lot saja namun terkadang ada pembelian atau penjualan besar dalam ribuan lot tetapi jarang terjadi. Karena kurang likuid saham ini termasuk saham yang susah dijual pada harga yang tertera di pasar. Namun hal ini seringkali memang terjadi pada saham-saham bagus namun tidak dipedulikan oleh pasar. Ini merupakan salah satu risiko dalam membeli saham ADMF.

Kesimpulan:
Saham ADMF merupakan salah satu saham yang bagus karena kinerjanya yang membaik di tahun 2017. Valuasi harga sahamnya pun juga sangat murah dengan PER dibawah 10 selain itu juga memberikan dividen yield yang besar karena harganya yang murah tersebut. Namun saham ADMF merupakan salah satu saham yang susah dibeli dan susah dijual karena kurang likuid.

PS: Ini hanyalah sekedar info untuk para investor. Risiko dalam berinvestasi ditanggung sendiri oleh masing-masing investor. Info ini hanya berbentuk opini berdasarkan fakta-fakta yang ada. 
Dislaimer ON!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar