Senin, 26 Maret 2018

Bank Victoria (BVIC) Mencatatkan Kinerja Bagus di Tahun 2017 Namun Harganya Normal

Baru-baru ini Bank Victoria merilis kinerja keuangan fullnya untuk tahun 2017 penuh yang diiklankan pada koran Investor Daily. Bank Victoria ini sendiri merupakan bank kecil yang masih masuk dalam kategori bank Buku II (modal inti Rp 1-5 triliun) karena bank Victoria hanya memiliki modal di kisaran Rp 2,8 triliun untuk saat ini. Bank yang kecil masih memiliki potensi untuk lebih bertumbuh dibandingkan dengan bank yang sudah besar dan masuk dalam kategori bank Buku IV (modal diatas Rp 30 triliun). Oleh karena itu kinerja dari bank kecil layak untuk diperhatikan dan tidak terkecuali untuk saham BVIC.

Logo Bank Victoria BVIC

Kinerja Tahun 2017
Kinerja tahun 2017 BVIC terbilang cukup cemerlang yakni dengan mencatatkan kenaikan laba bersih yang mencapai 31% dibandingkan tahun 2016. Hal itu ditopang dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang mencapai 99% dari Rp 205,6 miliar menjadi Rp 408,1 miliar. Pendapatan bunga rupiah naik 8,2% namun beban bunga hampir tetap seperti tahun sebelumnya sehingga hal itu meningkatkan pendapatan bunga bersih. Nampaknya manajemen BVIC mampu untuk meningkatkan efisiensi. Selain itu nilai-nilai rasio perbankan seperti NPL (Non Performing Loan) terlihat membaik. Di tahun 2016 nilai gross NPL BVIC adalah sebesar 3,89% dan turun menjadi 3,05% di tahun 2017. ROA (Return On Asset) meningkat dari 0,52% menjadi 0,64% dan NIM (Net Interest Margin) meningkat dari 1,53% menjadi 2,13%. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa BVIC semakin efisien dalam mengelola asetnya.

Target Menjadi Bank Buku III di Tahun 2022
Target jangka panjang perseroan adalah menjadi bank Buku III yang artinya memiliki modal diatas Rp 5 triliun dan hal itu ditargetkan untuk tercapai dalam jangka waktu 5 tahun. Itu artinya akan terjadi peningkatan ekuitas dengan target Rp 5 triliun di tahun 2022. Saat ini ekuitas BVIC berada di angka Rp 2,8 triliun dan itu meningkat 8% dari tahun lalu. Dengan pertumbuhan yang seperti ini maka BVIC kemungkinan besar akan sulit mencapainya di tahun 2022 tanpa dibantu oleh suntikan modal dari investor.

Valuasi Harga Saham
Dari laporan keuangan yang telah dirilis maka BVIC memiliki laba per saham sebesar Rp 15,14/lembar dan jumlah itu meningkat 10,2% dibandingkan dengan Rp 13,73/lembar di tahun 2016. Dengan data tersebut maka saham BVIC saat ini dihargai dengan PER sebesar 15 dan PBV sebesar 0,7 di harga 230. Angka itu cukup normal jika melihat dari kinerja BVIC di tahun 2017 namun juga masih belum terlalu murah untuk di harga sekarang. Hal itu karena dalam setahun terakhir atau tepatnya di Q2 2017 saham BVIC melejit lebih dari 100% hanya dalam satu bulan yakni di bulan Mei 2017. Di tahun lalu saham BVIC terlihat sangat murah tentunya dengan PER dibawah 10 dan saat ini sudah di harga normal kembali. Hanya dalam beberapa waktu saja market mengembalikan saham yang undervalue ke harga fair value.

Kesimpulan:
Saham BVIC termasuk saham yang layak diperhatikan mengingat potensinya yang masih besar di masa depan. Setahun yang lalu saham BVIC terlihat sangat murah namun dan naik 100% di tahun lalu sehingga sekarang harganya menjadi lumayan normal. Di harga 230 harga saham BVIC dihargai fair namun masih layak juga untuk investasi namun tidak semenarik di tahun lalu.

PS: Ini hanyalah sekedar info untuk para investor. Risiko dalam berinvestasi ditanggung sendiri oleh masing-masing investor. Info ini hanya berbentuk opini berdasarkan fakta-fakta yang ada. 
Dislaimer ON!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar