Selasa, 06 Maret 2018

Bila Anda Berinvestasi di Saham BBCA di Tahun 2008 Hingga 2018

Bank Central Asia (BBCA) merupakan saham perbankan blue chip yang sangat populer. Saham ini pertahun hampir pasti menghasilkan keuntungan. Jika dilihat dari grafik 10 tahun terakhir saham BBCA selalu meunjukkan pergerakan yang naik ke atas. Investor yang berinvestasi jangka panjang di saham BBCA dapat dipastikan mendapatkan keuntungan karena tren kenaikan dari saham BBCA stabil namun pasti. Dalam setahun terakhir saja saham BBCA sudah naik lebih dari 45% yang memang karena sektor perbankan sedang naik pesat di tahun 2017.

Logo Bank BCA BBCA
Logo Bank BCA


Pada Januari 2008 atau sekitar 10 tahun yang lalu saham BBCA diperdagangkan di harga 3500 lalu kemudian turun dan anjlok ke angka 2600 hanya dalam beberapa bulan karena krisis finansial dunia di tahun 2008 yang membuat investor tidak percaya pada pasar saham seluruh dunia terutama di sektor finansial dan perbankan. Krisis di tahun 2008 terasa di hampir seluruh saham yang ada di IHSG dan BBCA turun hingga 34% hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Namun krisis tersebut hanya sesaat karena IHSG kembali naik di akhir tahun. Saham BBCA kemudian mengalami pendakian panjang dari tahun 2008 hingga di tahun 2018.

Bila Anda Berinvestasi Tahun 2008 di BBCA
Saham BBCA pada Januari 2008 memiliki harga 3500 yang berarti anda dapat membelinya sebesar 2857 lembar, kita jadikan lot maka kita dapat membelinya sebanyak 28 lot yang sebesar Rp 9,8 juta. Saham BBCA kemudian turun dalam beberapa bulan hingga 34% yang dari modal Rp 9,8 juta mengalami kerugian sebesar Rp 3,3 juta. Namun jika anda tidak menjualnya dan tetap menggenggamnya maka nilai kerugian itu hanyalah kerugian yang tidak nyata. Setelah itu saham BBCA mengalami kenaikan hingga pada Januari 2018 harga satu lembar sahamnya berharga 22.700 itu artinya dari harga 3500 saham BBCA sudah naik 548% dalam 10 tahun. Nilai investasi kita yang bernilai Rp 9,8 juta naik menjadi Rp 53,7 juta. Tentu saja ini asumsi jika kita berinvestasi dengan modal Rp 10 juta sedangkan potensi modal di saham BBCA bisa sangat besar. Jika anda berinvestasi Rp 100 juta maka nilainya akan menjadi Rp 548 juta mengikuti persentase dari modal yang ditanam.

Valuasi BBCA Saat Ini
Saham BBCA sudah naik banyak yang tidak diiringi oleh fundamental yang naik pesat sehingga saham BBCA cenderung mahal dibandingkan dengan saham perbankan yang lain. Saat ini saham BBCA di harga 22.700 memiliki PER sebesar 25 dan PBV sebesar 4,4 yang artinya harganya premium dibandingkan dengan saham perbankan lain seperti BBRI yang memiliki PER 16 dan PBV 2,8 atau BBNI yang memiliki PER 13 dan PBV 1,8. Sehingga jika anda ingin melipatgandakan portfolio akan susah jika anda membeli BBCA di harga yang sekarang karena sudah harganya mahal namun pertumbuhannya dibawah 20% pertahun.

Kesimpulan:
Saham BBCA merupakan salah satu blue chip yang memiliki pergerakan saham yang baik dalam waktu 10 tahun saham ini mampu memberikan imbal hasil sebesar 548%. Namun saat ini harga saham BBCA sudah sangat mahal dibandingkan saham perbankan yang lain sehingga untuk mendapatkan imbal hasil berkali-kali lipat di masa depan akan sulit dengan berinvestasi di saham BBCA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar