Kamis, 08 Maret 2018

Dalam Berinvestasi Jangan Mencari Keuntungan yang Terlalu Serakah

Banyak saya temui orang yang baru masuk ke dalam dunia investasi saham memiliki target yang sangat besar. Target itu antara lain ada yang mengatakan 10% perbulan sudah puas, hellooo? Dengan target 10% perbulan dalam jangka waktu satu tahun saja orang tersebut akan untung lebih dari 120%, lakukan terus menerus dan dalam 10 tahun orang yang melakukan itu akan menjadi miliarder! Melipatgandakan aset dalam jangka waktu yang singkat dari investasi saham di perusahaan terbuka sangatlah sulit dan hanya beberapa saham yang memberikan imbal hasil ratusan persen dalam setahun. Mengidentifikasi saham-saham seperti ini sebelum naik sangatlah sulit dan mengejarnya memiliki risiko yang tinggi.
Serakah

Target keuntungan 10% per bulan itu adalah hal yang tidak mustahil namun akan sangat sulit juga terwujud. Ini berbicara masalah kenaikan 10% dalam seluruh portofolio dan bukan hanya satu saham yang digenggam dengan alokasi dana yang kecil maka hal tersebut jelas bisa dilakukan, tidak percaya? Belilah 100 saham masing-masing 1 lot dan anda akan menemukan salah satu saham tersebut yang naik puluhan persen dalam jangka waktu satu bulan atau satu hari malah. Namun jika berbicara masalah keuntungan dan imbal hasil portofolio maka yang dihitung adalah semuanya. Misal anda memiliki uang Rp 100 juta dalam satu akun lalu anda membeli sebuah saham dengan nilai Rp 10 juta dan tersisa Rp 90 juta dalam bentuk cash. Sebulan kemudian harga sahamnya naik 20% yang artinya anda untung Rp 2 juta namun dalam satu portofolio investasi anda hanya untung Rp 2 juta yang artinya 2% dalam satu portofolio karena anda tidak menggunakan dana Rp 90 juta. Seorang investor yang berpengalaman akan berinvestasi secara penuh dan menyisakan 10% cashnya untuk berjaga-jaga saja. Lo Kheng Hong menggunakan metode ini, Peter Lynch malah mengatakan 100% di saham dan Warren Buffett 99% asetnya ada dalam bentuk saham di perusahaannya yaitu Berkshire Hathaway.

Bahkan 2% Per Bulan Juga Sulit Namun Bisa
Berbicara masalah imbal hasil mencari keuntungan 2% konsisten dalam sebulan pun akan cukup sulit jika disetahunkan bisa mencapai 27%. Ada yang bilang juga bahwa cukup puas dengan imbal hasil 30% per tahun secara konsisten. Dengan imbal hasil 30% per tahun maka dalam puluhan tahun dia akan menjadi billionaire. Peter Lynch mengatakan "Orang-orang senang dengan imbal hasil 30% per tahun dari saham, dengan kecepatan seperti itu maka kamu lama-lama akan bisa menguasai negara". Ini bukanlah sebuah candaan, Peter Lynch sebagai manajer reksadana yang tersukses saja menghasilkan rata-rata 29% per tahun selama 13 tahun yang artinya dibawah 30% dan tidak ada lagi yang bisa menyamai atau mengalahkan rekornya hingga sekarang. Tahu bagaimana Warren Buffett menjadi billionaire? Warren Buffett menjadi billionaire dengan meningkatkan asetnya rata-rata 20,9% per tahun sejak tahun 1965 hingga sekarang, mengalahkan pasar yaitu S&P 500 yang menghasilkan 9,9% dalam waktu yang sama. Apakah sudah sedikit terbuka dan berubah pandangan mengenai imbal hasil?

Imbal Hasil yang Baik
Imbal hasil yang bagus adalah dengan mengalahkan pasar secara konsisten namun tidak terlalu muluk. Kadang anda di tahun pertama rugi 10% lalu untung 30% di tahun kedua lalu untung 20% di tahun ketiga lalu rugi 5% di tahun keempat itu adalah hal yang biasa terjadi yang terpenting adalah rata-ratanya dan mengalahkan pasar atau tidak. Manajer profesional tidak bisa dengan yakin memberikan 30% setiap tahun, kadang mereka untung 50% kadang rugi 10% kadang hanya untung 10% dan itu adalah hal yang biasa. Banyak juga manajer profesional yang tidak mampu mengalahkan pasar bahkan di Amerika Serikat banyak sekali manajer reksadana yang kalah dengan performa pasar (S&P 500). Yang terpenting dalam investor adalah mengalahkan pasar dalam jangka panjang. Jangan terlalu senang jika untung besar di tahun pertama karena bisa jadi di tahun kedua dan ketiga sulit terulang. Jangan pula bersedih jika rugi karena mungkin sedang kurang beruntung. Namun juga evaluasi dalam 5 tahun, jika anda berhasil mengalahkan pasar dalam jangka waktu 5 tahun maka bisa jadi teknik anda benar dan bisa untuk digunakan terus secara jangka panjang. Tapi apabila anda kalah dengan pasar yaitu performa IHSG maka sepertinya anda perlu menyerahkan tanggung jawab mengelola investasi anda pada manajer profesional seperti reksadana.

Kesimpulan:
Investor yang baru terjun biasanya memiliki nilai optimisme dan ekspektasi yang tinggi sehingga ingin cepat untung dengan besar dalam jangka waktu yang pendek. Melipatgandakan portofolio membutuhkan waktu dan kenaikan yang sedang yakni rata-rata 20-25% pertahun dalam rata-rata akan melipatgandakan aset anda dalam 10 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar