Sabtu, 03 Maret 2018

Investasi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebenarnya jika berbicara mengenai investasi sadar ataupun tidak sadar anda pasti melakukan investasi dalam kehidupan sehari-hari. Semua hal yang menggunakan tenaga, pikiran, waktu dan uang merupakan suatu kegiatan investasi. Anda menempuh pendidikan itu merupakan sebuah investasi agar nanti kelak anda memiliki ilmu yang baik dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan. Atau dengan membeli barang yang anda inginkan itu sebenarnya juga sebuah investasi kendati mungkin barang yang dibeli nilainya akan menurun di kemudian hari. Misalnya saja dengan membeli mobil bagus yang menurut pakar ekonomi bukan sebagai investasi karena nilainya turun seiring berjalannya waktu, namun itu sebenarnya juga sebuah investasi yakni untuk menaikkan status dan sebagai pemuas diri.
Life choice investasi

Dalam kehidupan sehari-hari dalam menjaga kesehatan dengan berolahraga itu merupakan investasi. Seorang yang berolahraga mengorbankan waktu luang dan tenaganya dalam berolahraga untuk membuat dirinya menjadi lebih bugar. Rasa capek dan waktu yang terbuang akan terbayar dengan stamina yang kuat dan badan yang bugar. Adapula yang gagal dalam berolahraga dan tidak mendapatkan hasil yang diinginkan yang artinya tidak mendapatkan imbal hasil dari investasinya. Hampir semua orang berinvestasi di bidang pendidikan kecuali bagi orang yang tidak berkesempatan. Pendidikan formal merupakan jalur umum yang ditempuh dalam menuntut ilmu. Disana murid-murid menginvestasikan tenaga dan pikirannya untuk mendapatkan nilai yang bagus sedangkan orang tua memodali anaknya agar berhasil. Ketika pendidikan sudah selesai dan anak mendapatkan pekerjaan yang diharapkan maka investasi pendidikan tersebut bisa dikatakan sukses. Namun apabila ditengah jalan anak mengalami masalah dalam pendidikannya dan drop out dari sekolah maka bisa dikatakan investasinya gagal. Sadar ataupun tak sadar kita sudah berinvestasi dari dulu.

Kunci Investasi dalam Kehidupan Adalah Imbal Hasil
Ketika kita berinvestasi yang kita cari tentu saja imbal hasil dari investasi kita, kecuali anda ingin menyumbangkan dengan ikhlas maka itu lain lagi berarti anda tidak berinvestasi melainkan berdonasi. Investasi yang terbaik adalah yang menghasilkan imbal hasil terbesar. Ketika berinvestasi di kesehatan dengan berolahraga imbal hasil terbesarnya adalah tubuh ideal, badan bugar dan sehat. Lain halnya dengan berinvestasi di pendidikan, kebanyakan orang tua menginginkan anaknya sukses selama atau setelah menempuh pendidikan. Pendidikan di era sekarang bukan lagi tentang menggali ilmu namun kesuksesannya diukur secara finansial. Banyak orang yang menempuh pendidikan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan jenjang karir yang agus. Sehingga berinvestasi di pendidikan imbal hasil terbesarnya adalah menjadi orang yang sukses dengan pekerjaan yang stabil. Imbal hasil merupakan kuncinya, banyak orang yang berinvestasi namun imbal hasilnya sangat kecil dan itu adalah sebuah kegagalan. Misalnya orang tua membiayai anaknya sekolah tinggi di Universitas yang mahal namun anaknya tidak serius dan bermalas-malasan dan dropout dari Universitas di semester tua dan menjadi pengangguran. Investasi tersebut menghasilkan nilai nol besar dan nilainya minus karena tidak mendapatkan ijazah. Jika anak tersebut rajin dan mendapatkan nilai yang bagus dalam perkuliahan serta lulus dengan predikat yang baik anak tersebut bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus yang artinya pendidikannya tidak sia-sia. 

Imbal hasil yang rendah adalah hal yang harus dihindari dan tentu saja imbal hasil yang ringgi itulah yang harus dicari. Ketika membeli sebuah mobil yang mewah imbal hasilnya adalah status yang naik sehingga hati menjadi tenang serta bisa lebih fleksibel dalam bepergian. Jika berbicara secara emosi imbal hasil dalam membeli mobil mewah tinggi namun jika berbicara secara keuangan membeli mobil mewah sangat merugikan karena nilainya yang cepat turun di masa depan. Di masa depan akan muncul produk mobil mewah yang lebih bagus sehingga harga produk yang lama akan jatuh. Bisa dikatakan dalam membeli mobil imbal hasil investasinya sedikit. Namun lain halnya dengan artis terkenal, membeli mobil mewah bisa menjadi investasi yang cemerlang karena menaikkan status dan popularitasnya. Dengan naiknya status dan popularitas akan ada tawaran pekerjaan yang baru untuk artis tersebut sehingga bisa dikatakan investasinya menghasilkan imbal hasil yang tinggi. Yang menjadi kuncinya adalah antara uang yang dikeluarkan dengan yang didapatkan besar yang mana.

Orang yang berhasil adalah orang yang mendapatkan imbal hasil besar dari modal yang dikeluarkannya. Hal inilah yang dilakukan oleh para pengusaha atau entrepreneur. Pengusaha berusaha mendapatkan keuntungan dari modal yang mereka gunakan dan pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang berhasil dalam berekspansi dan bertumbuh. Mereka melipatgandakan modal dan keuntungannya berkali-kali lipat dalam waktu yang singkat. Sehingga imbal hasil dari usahanya sangatlah besar dan mereka bisa lebih sukses dengan cepat. Lain halnya dengan pegawai yang mengandalkan gaji dalam pemasukannya. Gaji yang naik berkali-kali lipat dalam waktu singkat merupakan hal yang mustahil. Kenaikan jabatan yang menjadi sumber kenaikan gaji sulit didapatkan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ada orang yang sukses dalam berinvestasi di pendidikan dan karirnya sehingga menjadi direktur di sebuah perusahaan. Namun banyak pula yang pekerjaannya stagnan dan tidak kunjung mendapatkan kenaikan jabatan. Bisa dikatakan imbal hasil dari pendidikan itu sedang atau normal. Jika ingin mendapatkan kesuksesan dan imbal hasil yang besar dengan menjadi direktur maka seorang karyawan harus berinvestasi pada dirinya, investasi dengan membangun relasi, ataupun menginvestasikan waktu dan tenaganya dengan lebih giat dan workaholic dibandingkan dengan yang lain serta menghasilkan kinerja yang bagus. Sadar atau tidak sadar semua orang berinvestasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di masa depan.

Kesimpulan:
Investasi merupakan salah satu hal yang melekat di kehidupan karena pada dasarnya kehidupan kita sendiri didorong oleh sebuah tindakan investasi untuk menjadi lebih baik. Jadi akan lucu bila seseorang mengatakan bahwa dirinya takut dalam berinvestasi karena dirinya juga pasti pernah berivestasi secara tidak sadar di bidang pendidikan. Risiko dalam berinvestasi akan selalu ada seperti halnya anak yang gagal dalam menempuh pendidikan seperti tulisan yang ada diatas. Namun semuanya dapat diminimalisasi dengan manajemen risiko yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar