Selasa, 20 Maret 2018

Kesalahan Analisa Matahari Departemen Store (LPPF) di Tahun 2016

Dulu saya pernah membahas mengenai prospek Matahari Departemen store di tahun 2016. Kini harga sahamnya justru turun besar sejak tahun 2016 hingga sekarang. Analisa saya tersebut ternyata salah besar karena terlalu mengacu pada data masa lampau dan tidak memproyeksikan kedepannya. Kinerja masa lampau LPPF memang sangat bagus namun itu ternyata tidak terulang kembali di tahun tahun kedepannya. Persaingan yang ketat di sektor retail dengan munculnya toko online yang merevolusi cara orang berbelanja membuat kinerja Matahari Departemen Store terganggu.
Gerai Matahari Tutup
Banyak Gerai Matahari yang Tutup

Terpaku Pada Kinerja Masa Lampau
LPPF pada tahun sebelum 2016 mencatatkan kinerja pertumbuhan yang cemerlang dengan pendapatan dan laba bersih yang selalu meningkat. Manajemen Matahari selalu membuka gerai-gerai baru untuk berekspansi dan itu terlihat bagus. Namun ternyata itu tidak berlangsung lama karena pada tahun 2016 kinerja LPPF mulai melambat. Tadinya LPPF mampu membukukan kenaikan laba bersih lebih dari 30% pertahun di tahun 2016 labanya hanya tumbuh 13,4%. Kinerjanya semakin memburuk dengan penurunan laba bersih 5,4% di tahun 2017. 

Valuasi yang Sangat Mahal
Dulu di tahun 2016 harga saham LPPF di harga 17000 mencerminkan PER sebesar 27 dan itu terlihat sangat mahal. Alasan saya masih melihat hal itu normal adalah kinerjanya dimasa lampau yang mampu untuk tumbuh diatas 25% namun ternyata kedepannya pertumbuhan tersebut tidak terulang dan menyebabkan harganya turun. Saat ini saham LPPF di harga 11000 masih mencerminkan PER sebesar 17,5 dan itu masih sangat mahal melihat kinerjanya yang melambat dan bahkan bisa turun di masa yang akan datang.

Banyak Gerai yang Tutup
Banyak gerai Matahari yang tutup dan itu menjadi sentimen negatif yang menandakan bahwa Matahari kesulitan dalam membukukan keuntungan dari gerainya. Penutupan gerai tersebut merupakan langkah efisiensi kendati baik namun menjadi sentimen yang kurang bagus. Pelemahan daya beli masyarakat menjadi alasannya namun sebenarnya gangguan dari bisnis online yang menjadi faktornya. Orang-orang sudah mulai berubah dalam berbelanja pakaian yang tadinya pergi ke gerai menjadi online dan hal itu terjadi di kota-kota besar tempat gerai Matahari berada. Belanja online ini yang menyebabkan banyaknya gerai LPPF menjadi berkinerja buruk dan manajemen terpaksa menutupnya.

Disrupsi Toko Online
Terjadi revolusi internet dalam berbelanja dengan munculnya situs-situs toko daring seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada, bahkan Zalora yang fokus ke bisnis fashion dan menjadi saingan berat Matahari karena produknya fashion pakaian. Kendati masih kecil namun toko online mulai mengikis pendapatan dari toko konvensional yang mengandalkan gerai. Orang-orang di kota besar sudah mulai berbelanja secara online dan malas untuk pergi ke mall hanya untuk berbelanja. Ini yang membuat prospek Matahari (LPPF) akan menjadi suram di masa depan apabila Matahari tidak dengan segera berevolusi menjadi online. Manajemen Matahari mengantisipasi revolusi belanja ini dengan membuat situs Mataharimall namun kontribusinya masih kecil dalam penjualan. 

Kesimpulan:
Analisa LPPF di tahun 2016 merupakan sebuah kesalahan dan terbayar mahal dengan jatuhnya harga sahamnya. Tren perubahan gaya belanja masyarakat akan membuat LPPF menjadi kerepotan apabila tidak segera bertransformasi menjadi online. Hal ini mengajarkan sebuah pelajaran bagi investor bahwa perubahan teknologi sangat berdampak besar dalam berlangsungnya suatu bisnis dan hal tersebut akan selalu terulang di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar