Kamis, 01 Maret 2018

Kinerja Acset Indonusa (ACST) Moncer di Tahun 2017

Manisnya proyek infrastruktur di tahun 2017 tidak hanya dirasakan oleh kontraktor BUMN, kontraktor swasta juga mendapatkan keuntungannya dan Acset Indonusa (ACST) adalah salah satunya. Nilai kontrak, pendapatan dan laba bersih dari ACST meningkat tajam sehingga ACST merupakan salah satu saham yang layak untuk investasi. Berikut ini adalah ulasan mengenai ACST yang membahas mengenai kinerja di tahun 2017 serta valuasi harga sahamnya.


ACST Membukukan Kinerja 2017 yang Cemerlang
Banyaknya proyek infrastruktur membuat nilai perolehan kontrak baru ACST meningkat tajam. Sepanjang tahun 2017 ACST berhasil mendapatkan kontrak baru sebesar Rp 8,4 triliun dan hal tersebut meingkat 121% dibandingkan dengan perolehan kontrak baru Rp 3,8 triliun di tahun 2016. Padahal manajemen ACST menargetkan kontrak baru sebesar Rp 7,5 triliun itu artinya perolehan kontrak baru ACST melebihi target yang ditetapkan sebesar 12%. Pendapatan ACST di tahun 2017 sebesar Rp 3 triliun dan hal tersebut meningkat 68,7% dari Rp 1,8 triliun di tahun 2016. Laba bersih ACST pun melonjak drastis sebesar Rp 68,3 miliar menjadi Rp 154,2 miliar pada periode yang sama. Total kontrak carry over ACST saat ini adalah sebesar Rp 10,5 triliun. Manajemen ACST juga menargetkan kontrak baru sebesar Rp 10 triliun, jumlahnya meningkat sebesar 33% dari target kontrak 2017 yang sebesar Rp 7,5 triliun. Tentunya ACST masih memiliki ruang untuk bertumbuh bahkan visi ACST adalah menjadi kontraktor swasta Indonesia terbesar di tahun 2020.

Valuasi Harga Saham ACST
Kinerja yag bagus ternyata kurang direspon dengan baik oleh pasar. Dalam setahun terakhir saham ACST begerak sideways dan mengalami downtrend di bulan November dan Desember 2017. Namun saham ACST di awal tahun 2018 ini mulai bergerak secara uptrend hingga mencapai angka 2900 pada penulisan artikel ini. Di harga 2900 saham ACST dihargai dengan PER sebesar 13 dengan laba bersih di tahun 2017 dan PBV sebesar 1,5. Nilai ini sudah terlalu murah untuk sebuah perusahaan yang mencatatkan kinerja triple digit alias undervalue. Ditambah lagi sepertinya kinerja pertumbuhan tersebut bisa tumbuh di tahun ini sehingga membuat sahamnya prospek untuk investasi di harga sekarang yakni 2900.

Kesimpulan:
Banyaknya proyek infrastruktur dari pemerintah juga dinikmati oleh swasta dan Acset Indonusa (ACST) merupakan salah satu kontraktor swasta yang diuntungkan. Kinerjanya di tahun 2017 terbilang sangat bagus dan diprediksi akan berlanjut di tahun 2018. Karena labanya meningkat pesat sedangkan harga sahamnya mondar mandir maka sahamnya menjadi murah dan layak untuk investasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar