Sabtu, 10 Maret 2018

Kinerja Adaro Energy (ADRO) di Tahun 2017 Bagus, Sahamnya Layak Diperhatikan

Tahun 2017 merupakan tahun yang bagus pada perusahaan tambang terutama di bidang batu bara. Harga batu bara mengalami kenaikan yang sangat signifikan ditahun 2016 dan di tahun 2017. Harga batu bara juga masih mengalami kenaikan dan di bulan Maret ini Harga Batu Bara Acuan (HBA) berada pada level US$101/ton. Oleh karena itu banyak perusahaan batu bara yang mencatatkan kinerja lebih bagus di tahun 2017 serta kenaikan pesat pada harga sahamnya. Salah satu perusahaan yang mencatatkan kinerja bagus adalah Adaro Energy dan sahamnya menarik untuk diperhatikan.
Logo Adaro Energy

Kinerja ADRO di tahun 2017
Harga batubara yang naik di tahun 2017 sudah memoles kinerja keuangan ADRO di tahun 2017. Adaro Energy mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 29% dari US$2.524 juta di tahun 2016 menjadi US$3.258 juta di tahun 2017. EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation and Amortization) meningkat sebesar 47% ke angka US$1.315 juta di tahun 2017 dari US$893 juta di tahun 2016. Padahal perusahaan hanya memproyeksikan nilai EBITDA di angka US$900 hingga US$1.100 juta. Laba bersihnya pun juga meningkat dari US$ 381 juta ke US$518 juta yakni menngkat sebesar 35,9%. Rencananya perusahaan akan memasang target EBITDA di angka US$1.300 juta hingga US$1.500 juta.

Valuasi Harga Saham
Dengan laba bersih per saham ADRO pada laporan keuangannya di angka $0,01406/saham maka dengan kurs Rp 13.500/USD menjadi Rp 190/lembar saham yang mencerminkan PER 11,5 di harga 2200 dan memiliki PBV sebesar 1,5. Nilai ini cukup murah untuk perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara karena kinerjanya yang fluktuatif terhadap pergerakan harga batu bara. Selain itu ADRO juga memberikan dividen sebesar Rp 43/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 2,7% di harga 2200. 

Kesimpulan:
Peningkatan harga batu bara sudah memoles kinerja emiten yang memproduksi batu bara dan Adaro Energy adalah salah satunya yang diuntungkan Kinerja ADRO di tahun 2017 bagus dan harganya juga cukup menarik di harga 2200 namun kinerja tersebut sangat dipengaruhi oleh harga batu bara. Jika Harga Batu Bara Acuan (HBA) stabil di angka US$101/ton maka kinerja emiten batu bara akan bagus di tahun ini.

2 komentar:

  1. kalau menurut mas guntur, bagaimana prospek saham HRUM dan SSIA???Khusus untuk saham batubara, bagaimana dampak penetapak harga jual batu bara untuk PLN oleh Kemen ESDM sebesar $70 USD/ton???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk HRUM sama seperti perusahaan batubara yang lain prospeknya lumayan bagus dan harganya masih normal. Penetapan harga batubara untuk PLN tidak akan berpengaruh secara signifikan pada fundamentalnya karena mayoritas produknya untuk ekspor. Mengenai SSIA dilihat dari laporan keuangannya pada Q3 2017 kurang bagus dan malah memburuk sebaiknya hindari SSIA

      Hapus