Jumat, 02 Maret 2018

Kirana Megatara (KMTR) Auto Reject Atas Setelah Memberikan Laporan Keuangan yang Bagus

Kamis kemarin merupakan hari yang baik untuk investor saham Kirana Megatara (KMTR). Pasalnya saham KMTR naik tinggi hingga menyentuh auto reject yang merupakan batas maksimum suatu saham. Saham KMTR pada tanggal 1 Maret 2018 melesat dari 484 menjadi 605 atau naik 25% dalam satu hari pasca perusahaan memberikan laporan keuangannya yang terbilang bagus. Laba bersihnya meningkat 101%! Hal ini sangat jarang ditemui pada emiten-emiten yang ada di bursa efek. Kenaikan harga sahamnya sejalan dengan fundamentalnya sehingga KMTR layak untuk dibahas pada kali ini.
Logo KMTR Kirana Megatara
Logo KMTR

1. Sekilas Mengenai KMTR
Kirana Megatara merupakan perusahaan yang memproduksi barang jadi karet seperti karet remah misalnya. Produk KMTR sudah didistribusikan kepada pemain-pemain besar seperti Bridgestone, Continental. Cooper, Goodyear dll. Selain itu manajemen KMTR juga tidak gentar berekspansi dengan meningkatkan skala produksinya. Di tahun 2011 produksi KMTR sebesar 550 ribu ton karet remah dan sekarang KMTR dapat memproduksikan hingga 720 ribu ton karet remah. Setelah IPO pada Juni 2017, rencananya KMTR akan berekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi sebesar 1 juta ton. Saat ini KMTR menguasai 17% pangsa pasar dan 95% penjualannya untuk ekspor.

2. Kinerja KMTR di tahun 2017 Bagus
Berdasarkan laporan keuangan yang telah dipublikasikan, penjualan bersih KMTR di tahun 2017 mencapai Rp 12,1 triliun atau naik sebesar 57,4% dari perolehan penjualan di tahun 2016 yang sebesar Rp 7,69 triliun. Penjualannya didominasi oleh barang jadi karet yang mencapai Rp 12 trilliun. Sepanjang tahun lalu KMTR menjual barang jadi karet sebesar 530 ribu ton dan jumlah ini naik 22% dari volume penjualan di tahun 2016 yang sebesar 435 ribu ton. KMTR juga berhasil membukukan laba bersih yang meningkat 101% dari Rp 210 miliar di tahun 2016 menjadi Rp 423 miliar di tahun 2017. Kinerja KMTR bisa berlanjut positif asalkan harga karet stabil di angka US$ 1/kilogram. Namun kinerja di tahun 2018 dibayang-bayangi oleh pembatasan ekspor karet.

3. Valuasi dan Harga Saham
Kendati sudah naik besar dalam satu hari namun di harga 600 saham KMTR masih berharga murah. Laba per saham KMTR di tahun 2017 mencapai Rp 59/lembar yang artinya saham KMTR memiliki PER sebesar 10 dan PBV sebesar 2,9. Angka ini masih cukup murah untuk saham yang membukukan kinerja yang bagus. Selain itu setelah IPO, KMTR memberikan dividen Rp 25,45/lembar yang artinya mencerminkan dividen yield sebesar 4,24% di harga 600.

Kesimpulan:
Publikasi kinerja yang bagus membuat saham KMTR naik tinggi dalam waktu yang singkat. Kendati sudah naik banyak namun saham KMTR masih bisa dibilang murah dari kinerjanya. Saham KMTR kendati mencatatkan kinerja yang bagus namun tahun ini pembatasan ekspor menjadi sentimen negatif. Akan tetapi di harga 600 saham KMTR di hargai murah dengan PER sebesar 10.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar