Jumat, 23 Maret 2018

Laba Link Net (LINK) 2017 Sesuai Ekspektasi

Kemarin PT Link Net Tbk (LINK) telah mengeluarkan laporan keuangan untuk tahun penuh 2017. Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi dengan memberikan layanan berupa jasa koneksi internet dan tv kabel. Kemarin setelah LINK memberikan laporan keuangannya harga sahamnya naik sebesar 3,5% dan itu pertanda bahwa kinerjanya sesuai atau lebih besar dari ekspektasi. Sepanjang tahun 2017 bisnis LINK semakin berkembang dan dalam 3 tahun terakhir pendapatan dan laba bersihnya meingkat secara double digit. Prospek internet yang cerah dan penetrasi internet untuk home passed yang masih rendah membuat pertumbuhan bisnis LINK di masa depan masih besar. Berikut ini adalah analisa dari saham LINK.
Logo LINK

1. Kinerja 2017 Sesuai Ekspektasi
Sepanjang tahun 2017 Link Net membukukan pendapatan Rp 3,39 triliun dan jumlah tersebut meningkat 15,1% dari tahun 2016 yang sebesar Rp 2,95 triliun. Laba bersihnya juga meningkat 25% dari Rp 809,9 miliar menjadi Rp 1,01 triliun. Laba per sahamnya pun meningkat dari Rp 341/lembar menjadi Rp 272/lembar atau meningkat sebesar 25,3%. Kinerja itu jelas bagus dan dalam 3 tahun terakhir LINK selalu bertumbuh. Perusahaan seperti LINK ini merupakan perusahaan yang berpotensi untuk tumbuh secara konsisten dan kita bisa memberikan ekspektasi laba bersihnya untuk tumbuh diatas 20% pertahun dan memang itu selalu terbukti berhasil karena LINK selalu menambah pelanggannya dengan berekspansi. Dilihat dari segi kemampuan finansialnya LINK ini termasuk aman dan sehat karena jumlah liabilitasnya dibawah jumlah ekuitasnya yang artinya LINK hanya memiliki debt to equity ratio (DER) dibawah 1 yang artinya aman.

2. Jumlah Pelanggan yang Terus Bertambah
Manajemen LINK gencar dalam berekspansi dan selalu berhasil untuk menambah jumlah pelanggannya. Di akhir tahun 2017 LINK sudah memiliki lebih dari 2 juta home passed atau pelanggan. Jumlah ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya dan di tahun 2017 LINK berhasil untuk menambah lebih dari 100.000 home passed. Kedepannya LINK memiliki target untuk memiliki 2,8 juta home passed di tahun 2021 yakni dengan cara menambah sekitar 200.000 home passed tiap tahunnya. Memang target ini sangatlah besar namun melihat kinerja LINK yang memang berhasil dalam menambah jumlah pelanggannya maka kemungkinan besar target tersebut dapat terwujud dan apabila tidak itu juga tidak menjadi masalah asalkan LINK tetap bertumbuh. Pertumbuhan pelanggan ini akan mendongkrak pendapatan dan laba bersihnya untuk tahun-tahun berikutnya. Kebutuhan akan internet akan selalu besar untuk kedepannya dan pertumbuhan kelas menengah akan membuat kebutuhan internet di rumah semakin besar. Link Net sudah berada pada posisi yang bagus untuk mengambil keuntungan ini.

3. Valuasi Harga Saham
Ketika berbicara mengenai prospek dan pertumbuhan kita tidak boleh terpaku hanya pada hal tersebut. Kendati saham LINK berada pada sektor teknologi namun harga sahamnya dihargai dengan cukup normal atau bahkan terlihat undervalue. Dengan menggunakan acuan laporan keuangan 2017 saham LINK di harga 5200 hanya dihargai dengan PER 15,2. LINK di laporan keuangannya memiliki book value Rp 1530/lembar yang artinya LINK memiliki PBV 3,4 di harga 5200. Nilai ini cukup premium namun masih normal untuk saham yang bertumbuh karena kita melihat nilai kedepannya dan bukan nilai yang sekarang. Di tahun 2017 LINK memberikan dividen Rp 147,5/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 2,8%. Tidak hanya itu manajemen LINK juga berencana untuk melakukan buyback maksimal 216 juta lembar saham dengan harga maksimal di 6000. Itu adalah pertanda yang bagus karena buyback akan memberikan nilai yang lebih terhadap pemegang saham dan manajemen menilai sahamnya undervalue.

Kesimpulan:
LINK merupakan salah satu saham bertumbuh di sektor yang memiliki potensial besar di masa depan. Kinerja LINK di tahun 2017 sesuai ekspektasi dengan bertumbuh diatas 20% dan diharapkan untuk terulang kembali di tahun 2018. Sahamnya saat ini di harga 5200 dihargai dengan normal dan malah terkesan undervalue dilihat dari kinerjanya. Selain bertumbuh LINK juga melakukan buyback yang memberikan nilai bagus untuk pemegang sahamnya.

PS: Ini hanyalah sekedar info untuk para investor. Risiko dalam berinvestasi ditanggung sendiri oleh masing-masing investor. Info ini hanya berbentuk opini berdasarkan fakta-fakta yang ada. 
Dislaimer ON!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar