Kamis, 01 Maret 2018

Pengertian Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA)

Dow Jones Industrial Average (DJI) atau biasa disebut the Dow/Dow 30 adalah sebuah indeks yang terdiri dari 30 perusahaan besar yang ada dan listing di bursa saham Amerika Serikat. Nilai dari Dow Jones diukur secara aritmatika yang artinya nilainya bukan berdasarkan kapitalisasi dari perusahaan yang ada didalamnya melainkan dengan harga dari sebuah saham dari masing-masing perusahaan yang ada didalamnya. Nilai ini bisa dikoreksi sesuai dengan kondisi yang ada, misalnya saja perusahaan melakukan stock split maka hal tersebut dapat menurunkan nilai per lembar sahamnya dan menyebabkan indeks menjadi turun drastis, hal ini dikoreksi sehingga indeks Dow masih tetap stabil dan relevan terhadap perubahan diluar harga yang asli.
DJIA Dow Jones

Dow Jones Industrial Average merupakan salah satu indeks tertua yang ada di Amerika Serikat. Dulu di bursa saham tidak terdapat indeks sehingga investor tidak tahu apakah pasar sedang bagus atau turun. Investor juga tidak dapat membandingkan kinerja portfolionya dengan kinerja pasar karena belum memang pasar belum ada nilainya. Charles Dow berpikir demikian sehingga dia membuat sebuah indeks untuk menggambarkan keadaan sebenarnya yang terjadi di pasar. Pada 26 Mei 1896 dia mempublikasikan sebuah indeks yang bernama Dow Jones Industrial Average (DJI) yang menjadi dasar pada Dow Jones sekarang ini. Nama Dow Jones berasal dari dirinya yaitu Charles Dow dan rekan bisnisnya yaitu Edward Jones. Pada saat pertama kali dikenalkan, indeks DJI hanya terdiri dari 12 perusahaan terbuka dari berbagai macam industri yaitu:
1. American Cotton Oil Company
2. American Sugar Company
3. American Tobacco Company
4. Chicago Gas Company
5. Distilling & Cattle Feeding Company
6. General Electric
7. Laclede Gas Company
8. National Lead Company
9. North American Company
10. Tennessee Coal, Iron and Railroad Company
11. US Leather Company
12. United States Rubber Company

Ironisnya adalah dari 12 perusahaan tersebut yang tetap berada di indeks Dow Jones hanya General Electric. General Electric merupakan perusahaan yang tua dan sudah berdiri sejak 1892. Seiring berjalannya waktu jumlah perusahaan di indeks DJI bertambah hingga mencapai 30. Banyak perusahaan yang masuk dan keluar dari indeks Dow Jones karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan agar lebih relevan terhadap pasar karena banyak perusahaan besar yang mengalami penurunan dan perusahaan kecil yang berkembang menjadi perusahaan besar. Namun secara garis besar indeks Dow Jones terdiri dari 30 perusahaan yang merupakan pemimpin di sektornya.

Sektor di Dow Jones Industrial Average (DJI)
Untuk mendapatkan gambaran yang ada di pasar Dow Jones Industrial Average (DJI) terdiri dari 30 saham perusahaan yang kebanyakan berada di sektor yang berbeda. Dulu DJI banyak terdiri atas sektor pertanian, peternakan dan industri berat. Seiring berkembangnya waktu masuklah sektor-sektor baru seperti teknologi, hiburan, telekomunikasi, retail dll. Rata-rata perusahaan yang ada di indeks DJI merupakan perusahaan blue chip yang sudah menjadi market leader di sektornya. Berikut ini adalah komposisi saham beserta sektornya di indeks DJI pada tahun 2017.
1. 3M (NYSE:MMM)
Sektor          : Industri terdiversifikasi
Berada sejak: 9 Agustus 1976

2. American Express (NYSE:AXP)
Sektor          : Keuangan
Berada sejak: 30 Agustus 1982

3. Apple (NASDAQ:AAPL)
Sektor           : Elektronik
Berada sejak : 19 Maret 2015

4. Boeing (NYSE:BA)
Sektor           : Penerbangan dan Pertahanan
Berada sejak : 12 Maret 1987

5. Caterpillar (NYSE:CAT)
Sektor           : Konstruksi dan Peralatan Tambang
Berada sejak : 6 Mei 1991

6. Chevron (NYSE:CVX)
Sektor           : Migas
Berada sejak : 19 Februari 2008

7. Cisco System (NASDAQ:CSCO)
Sektor           : Jaringan Komputer
Berada sejak : 8 Juni 2009

8. Coca Cola (NYSE:KO)
Sektor           : Minuman
Berada sejak : 12 Maret 1987

9. DowDuPont (NYSE:DWDP)
Sektor           : Industri Kimia
Berada sejak : 1 September 2017

10. ExxonMobil (NYSE:XOM)
Sektor           : Migas
Berada sejak : 1 Oktober 1928

11. General Electric (NYSE:GE)
Sektor           : Industri terdiversifikasi
Berada sejak : 7 November 1907

12. Goldman Sachs (NYSE:GS)
Sektor           : Perbankan
Berada sejak : 20 September 2013

13. Home Depot (NYSE:HD)
Sektor           : Peralatan Rumah Tangga
Berada sejak : 1 November 1999

14. IBM (NYSE:IBM)
Sektor           : Komputer dan Teknologi
Berada sejak : 29 Juni 1979

15. Intel (NASDAQ:INTC)
Sektor           : Semikonduktor
Berada sejak : 1 November 1999

16. Johnson & Johnson (NYSE:JNJ)
Sektor           : Farmasi
Berada sejak : 17 Maret 1997

17. JPMorgan Chase & Co (NYSE:JPM)
Sektor           : Perbankan
Berada sejak : 6 Mei 1991

18. McDonald's (NYSE:MCD)
Sektor           : Restoran
Berada sejak : 30 Oktober 1985

19. Merck (NYSE:MRK)
Sektor           : Farmasi
Berada sejak : 29 Juni 1979

20. Microsoft (NASDAQ:MSFT)
Sektor           : Komputer dan Teknologi
Berada sejak : 1 November 1999

21. Nike (NYSE:NKE)
Sektor           : Sepatu dan Aksesoris
Berada sejak : 20 September 2013

22. Pfizer (NYSE:PFE)
Sektor           : Farmasi
Berada sejak : 8 April 2004

23. Procter & Gamble (NYSE:PG)
Sektor           : Barang Konsumsi
Berada sejak : 26 Mei 1932

24. Travelers (NYSE:TRV)
Sektor           : Asuransi
Berada sejak : 8 Juni 2009

25. UnitedHealth Group (NYSE:UNH)
Sektor           : Kesehatan
Berada sejak : 24 September 2012

26. United Technologies (NYSE:UTX)
Sektor           : Penerbangan dan Pertahanan
Berada sejak : 14 Maret 1939

27. Verizon (NYSE:VZ)
Sektor           : Telekomunikasi
Berada sejak : 8 April 2004

28. Visa (NYSE:V)
Sektor           : Keuangan
Berada sejak : 20 September 2013

29. Walmart (NYSE:WMT)
Sektor           : Retail
Berada sejak : 17 Maret 1997

30. Walt Disney (NYSE:DIS)
Sektor           : Hiburan
Berada sejak : 6 Mei 1991

Itulah 30 perusahaan yang sahamnya masuk ke dalam indeks DJI. 30 Perusahaan tersebut merupakan pemimpin pasar di masing-masing sektornya dengan kapitalisasi lebih dari puluhan miliar USD. Daftar tersebut bisa berubah sewaktu-waktu menurut pertimbangan operator indeks DJI yaitu S&P jika memang perusahaan yang ada di dalamnya sudah tidak relevan. 

DJI Vs S&P 500
Banyak yang mengatakan bahwa indeks DJI sudah tidak relevan dalam menilai kondisi pasar karena hanya terdiri dari 30 saham sedangkan banyak sektor yang ada di bursa saham. Sebagai contoh indeks DJI yang sekarang tidak terdapat perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dan Alphabet (NASDAQ:GOOGL) yang memiliki kapitalisasi ratusan miliar dollar tidak masuk kedalam indeks DJI. Faktor lain adalah indeks DJI terlalu lama dalam menilai dan tidak up to date dengan kondisi pasar. Apple baru masuk kedalam indeks DJI di tahun 2015 padahal Apple sudah bertumbuh dengan pesat sejak tahun 2005. Oleh karena itu banyak pakar dan analis yang lebih memilih untuk membandingkan kinerja investasi dengan S&P 500 karena lebih relevan dan cukup mencakup banyak sektor yang ada di pasar. Kendati demikian secara historis Dow Jones mengalahkan S&P 500 dalam jangka panjang.

Kesimpulan:
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) merupakan indeks yang terdiri dari 30 saham perusahaan Amerika Serikat yang telah menjadi pemimpin pasar di sektornya. Seiring berjalannya waktu indeks DJI akan berganti komposisinya karena mengikuti perkembangan pasar dan industri. Kendati mencerminkan industri pada umumnya namun indeks DJI kurang relevan untuk menilai kondisi pasar karena tidak mencakup banyak sektor yang ada di bursa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar