Kamis, 15 Maret 2018

PTPP Kontraktor yang Tidak Memiliki Masalah Cashflow

Masalah cashflow tidak dialami oleh PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Namun Banyak emiten kontraktor yang cenderung memiliki operating cashflow yang negatif. Hal itu karena kontraktor memiliki kecenderungan bermain dalam proyek turnkey yaitu proyek dimana kontraktor harus mengeluarkan modal dulu sendiri sebelum menerima pembayaran. Akibatnya banyak emiten yang mencatatkan kinerja cashflow yang negatif padahal laba bersihnya meningkat. Hal itu terjadi pada ADHI, WIKA dan WSKT. Kontraktor yang memiliki cashflow negatif harus pintar dalam mengelola arus kas yang masuk dan keluar serta mengelola pinjaman dengan benar karena salah sedikit kontraktor tersebut akan memiliki masalah dalam pendanaan. Bila terjadi masalah pendanaan maka proyek tidak akan dapat dijalankan sehingga yang terjadi adalah runtuhnya bisnis kontraktor tersebut.
PTPP Pembangunan Perumahan

Kendati banyak emiten kontraktor yang berani mengambil proyek turnkey namun PTPP berbeda. PTPP lebih memilih mengambil kontrak yang bukan turnkey karena lebih berisiko dan masih namun PTPP masih bisa mentolerir untuk mengambil proyek dengan skema semi turnkey yang masih membutuhkan modal kontraktor untuk mengerjakan proyeknya. Karena PTPP sangat konservatif dalam memilih kontrak maka PTPP memiliki arus kas dari operasi yang selalu positif. Hal ini jauh berbeda dengan emiten BUMN karya yang lain yang mencatatkan operating cashflow negatif. Oleh karena itu PTPP layak untuk dilihat kinerjanya untuk investor yang menghindari saham konstruksi karena operating cashflow yang negatif.

Kinerja PTPP 2017
Dilihat dalam 5 tahun terakhir PTPP termasuk salah satu perusahaan kontraktor yang memiliki pertumbuhan cemerlang. Dalam 5 tahun asetnya meningkat dengan rata-rata (CAGR/Compound Annual Growth Rate) 35%, CAGR ekuitas sebesar 64%, CAGR pendapatan sebesar 16% dan CAGR laba bersih sebesar 41%! Perumbuhan ini dilakukan secara berkelanjutan dan tidak ada pasang surut dalam bisnis PTPP, pendapatan dan laba bersihnya selalu meningkat. Dalam 5 tahun terakhir arus kas dari operasi PTPP tidak ada yang negatif dan semuanya positif ditambah lagi di tahun 2017 arus kas operasinya meningkat dari Rp 986 miliar di tahun 2016 menjadi Rp 1.462 miliar di tahun 2017. Tahun 2017 merupakan tahun dengan pertumbuhan yang pesat, pendapatan dan laba bersihnya meningkat masing-masing sebesar 30,7% dan 42,1%! Angka ini sangat bagus mengingat jarang ditemui perusahaan lain yang memiliki pertumbuhan yang pesat dan konsisten seperti PTPP. Manajemen PTPP mematok pertumbuhan sebesar 25% untuk tahun ini dan nilai kontrak yang meningkat 20%. Ini merupakan katalis positif untuk proyeksi PTPP kedepannya dan merupakan alasan PTPP akan tetap bertumbuh di tahun 2018.
Kinerja 5 Tahun PTPP 2017
Kinerja 5 Tahun PTPP 2017
Sumber: Idx.co.id

Valuasi Harga Saham
Seperti teman-temannya emiten konstruksi BUMN di bombardir di tahun 2017 dan PTPP tidak mendapatkan pengecualian kendati masalah sentimen negatif cashflow tidak berpengaruh pada PTPP. Oleh karena itu di tahun ini harga saham PTPP jauh lebih murah dibandingkan tahun lalu. Dengan harga 3000 saham PTPP sekarang ini dihargai dengan PER 12,8 dan PBV sebesar 1,3. Hal itu jauh lebih murah dibandingkan dengan kinerjanya yang cemerlang di tahun 2017 dan diproyeksi bertumbuh di tahun 2018. Selain itu di harga 3000 saham PTPP memberikan dividen yield sebesar 1,6%.

Kesimpulan:
PTPP merupakan kontraktor yang tidak memiliki masalah cashflow karena terbukti dalam laporan keuangannya arus kas operasi PTPP selalu positif. Kendati demikian tetap saja sentimen negatif cashflow pada emiten BUMN konstruksi mengenai PTPP dan tanpa pandang bulu. Oleh karena itu sentimen tersebut sangat tidak logis dan merupakan peluang untuk mengoleksi saham PTPP karena kinerjanya yang bagus dan harganya yang murah.

PS: Ini hanyalah sekedar info untuk para investor. Risiko dalam berinvestasi ditanggung sendiri oleh masing-masing investor. Info ini hanya berbentuk opini berdasarkan fakta-fakta yang ada. 
Dislaimer ON!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar