Rabu, 21 Maret 2018

Sri Rejeki Isman (SRIL) Masih Oke Untuk Investasi

Sri Rejeki Isman atau bisa disebut dengan saham SRIL merupakan perusahaan yang berada pada industri tekstil dengan memproduksi berbagai macam pakaian. Dulu dalam sebuah artikel saya merekomendasikan SRIL saat harganya berada pada 260 sekarang harganya sudah ada di 340. Kendati sudah naik banyak namun kenaikannya masih sejalan dengan fundamentalnya sehingga saham ini masih dihargai dengan valuasi yang sama seperti tahun sebelumnya yakni PER 8 yang membuat saham ini bisa dimasukkan kedalam watchlist dan ada sentimen positif kedepannya.
Sri Rejeki Isman SRIL

1. Kinerja Sri Rejeki Isman (SRIL)
Dalam 3 tahun terakhir SRIL mencatatkan kinerja yang selalu bertumbuh. Pendapatan dan laba bersihnya naik dengan rata-rata 10% pertahun. Kendati mungkin kurang berkembang pesat namun karena harga sahamnya yang murah maka SRIL layak masuk ke dalam saham yang undervalue. Kinerjanya di tahun 2017 juga masih meningkat dengan mencatatkan pendapatan US$ 759,35 juta atau naik 11,7% dari US$ 679,9 juta di tahun 2016. Laba bersihnya juga naik 14,6% dari US$ 58,38 juta di tahun 2016 menjadi US$ 65,76 juta di tahun 2017. Secara overall kinerja SRIL masih bagus di tahun 2017 dan lebih efisien karena nilai margin laba kotornya meningkat dari 21,37% di tahun 2016 menjadi 22,5% di tahun 2017. 

2. Rencana Akuisisi
Manajemen SRIL berencana mengakuisisi dua perusahaan tekstil yaitu PT Primayudha Mandirijaya dan PT Bitratex Industries Pte Ltd. Total penjualan kedua perusahaan tersebut ditaksir mencapai US$ 200 juta. Apabila akuisisi ini berjalan dengan lancar maka pendapatan tersebut akan dikonsolidasikan kedalam laporan keuangan SRIL dan totalnya bisa mencapai lebih dari US$ 1 miliar untuk pendapatan SRIL di tahun 2018 yang artinya pendapatannya bisa meningkat lebih dari 30% di tahun ini. Laba bersihnya pun juga dipatok akan bertumbuh setidaknya 25% setelah akuisisi dan bisa lebih besar apabila margin laba dari SRIL meningkat. Pelemahan rupiah juga menjadi sentimen positif bagi SRIL karena SRIL kebanyakan produknya untuk pasar ekspor dan biaya produksinya menggunakan rupiah.

3. Valuasi Harga Saham
Pada tahun 2017 SRIL membukukan laba bersih sebesar US$ 0,0036/lembar yang artinya jika dirupiahkan dengan kurs Rp 13.500/USD maka laba per sahamnya adalah Rp 48,6/lembar. Dengan harga saham di level 340 maka SRIL hanya dihargai dengan PER 7 dan PBV 1,4 yang menandakan undervalue jika dilihat dari kinerjanya. Selain itu di tahun 2018 pendapatan dan laba bersih SRIL bisa tumbuh diatas 25% dan dengan valuasi yang sekarang hal itu sangatlah murah juka dibandingkan dengan proyeksi kinerjanya pada tahun ini.

Kesimpulan:
Kinerja SRIL cukup lumayan dengan pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun. Di tahun ini SRIL diproyeksikan akan tumbuh dengan nilai lebih besar. Kendati demikian harga sahamnya masih sangat murah dan layak investasi di tahun ini.

PS: Ini hanyalah sekedar info untuk para investor. Risiko dalam berinvestasi ditanggung sendiri oleh masing-masing investor. Info ini hanya berbentuk opini berdasarkan fakta-fakta yang ada. 
Dislaimer ON!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar