Rabu, 07 Maret 2018

Untuk Saham Barito Pacific Sebaiknya Investor Wait And See Dulu

Dulu saya pernah menshare artikel tentang saham baru yang masuk indeks LQ 45 yang bagus salah satunya adalah saham BRPT dan saham yang layak dibeli di tahun 2017 karena harganya murah dan berkinerja bagus salah satunya memuat saham BRPT. Pada saat masuk LQ 45 harga BRPT senilai 1650 lalu saya menerbitkan artikel saham yang bagus di beli di tahun 2017 harganya 1850 dan sekarang saham BRPT sudah naik dan berada di harga 2500-an. Kinerja BRPT yang tadinya bagus ternyata kembali berbalik menjadi kurang baik dan banyak sentimen negatif di dalamnya. Berikut ini adalah analisanya:

Pabrik BRPT

1. Kinerja Tahun 2017 Penuh yang Kurang Memuaskan
Kendati kuartal demi kuartal di tahun 2017 Barito Pacific mencatatkan kinerja yang sangat bagus dan di tahun penuh 2017 BRPT masih mencatatkan kinerja yang naik namun akhir ini BRPT kinerjanya semakin menurun. Dalam laporan keuangan BRPT untuk tahun penuh 2017 pendapatan naik dari $1,96 di tahun 2016 miliar menjadi $2,45 miliar yang artinya naik 25%. Namun laba bersihnya hanya naik tipis dari $276,1 juta menjadi $280,2 juta atau hanya naik 1,4% padahal pendapatannya naik double digit, kenapa? Jawabannya adalah di margin laba kotor (gross profit margin). Pendapatan yang naik namun dengan biaya yang naik juga dan lebih besar akan membuat laba bersih menjadi tidak naik banyak. Marginnya akan semakin kecil dan profitabilitasnya akan semakin kecil juga. Margin laba kotor BRPT di tahun 2016 adalah sebesar 24,9% namun nilai itu turun menjadi 23% pada Q3 2016 dan 22% di tahun penuh 2017. Ini artinya laba kotor yang dihasilkan dari pendapatan akan menurun karena beban yang lebih besar. Beban BRPT berasal dari harga minyak yang terus melambung dan meambah biaya karena bahan baku produk BRPT dari minyak bumi.

2. Harga Minyak Dunia yang Sedang Bullish
Dalam setahun terakhir harga minyak WTI sudah naik 17% dan sekarang bertengger di angka $62,4/bbl serta belum menunjukkan akan berhenti. Kenaikan harga minyak akan menekan kinerja BRPT karena produknya adalah petrokimia seperti ethylene, propylene, butadiene dll. Produk-produk tersebut menggunakan minyak mentah sebagai bahan baku dan jika harga minyak naik maka otomatis harga bahan baku menjadi naik dan meningkatkan beban produksi. Oleh karena itu kinerja BRPT yang mayoritas produknya adalah petrokimia akan berbanding terbalik dengan harga minyak.

3. Akuisisi Star Energy
BRPT banyak menambah hutang untuk akuisisi Star Energy yang rencananya akan menambah portofolio bisnis Barito Pacific ke energy yang terbarukan karena Star Energy begerak sebagai perusahaan energy di bidang panas bumi. Namun sepertinya akuisisi ini semakin menekan kinerja BRPT karena BRPT harus berhutang dan menekan kinerja dengan naiknya beban keuangan di tahun 2017. Selain itu nampaknya target BRPT terlalu tinggi karena harus menggelar right issue yang digunakan untuk akuisisi Star Energy ini. Namun Star Energy membukukan laba dan akuisisi ini bisa mendorong kenaikan laba BRPT ke depannya. Tapi analis memperkirakan bahwa efek positif akuisisi ini baru akan terasa paling cepat pada Q2 2018 jika berjalan mulus.

Kesimpulan:
BRPT merupakan saham yang bagus di tahun 2017 karena kinerjanya yang masih bertumbuh namun untuk tahun ini kenaikan harga minyak akan menjadi tantangan utama BRPT yang produknya berupa petrokimia. Selain itu akuisisi Star Energy membutuhkan dana yang besar dan BRPT sedang berusaha mencari dana tersebut. Investor sebaiknya wait and see terlebih dahulu sebelum masuk ke saham ini setidaknya setelah efek akuisisi Star Energy terasa secara positif. Untuk yang memiliki saham BRPT bisa menahan atau menjualnya dan masuk lagi setelah sentimen negatif berlalu dan BRPT membuktikan kinerjanya secara real di laporan keuangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar