Selasa, 03 April 2018

5 Kesalahan yang Dilakukan Oleh Investor Saham yang Pemula

Investor pemula memiliki semangat yang tinggi dalam berinvestasi saham. Optimis dan ingin mencari keuntungan yang besar merupakan ciri dari investor yang baru terjun dalam dunia saham. Hal itu karena investor pemula biasanya terjun ke dalam dunia saham karena mengharapkan untuk menjadi sukses dalam waktu yang cepat. Namun tentu saja realita tidak seindah dari ekspektasi yang dibayangkan. Alih-alih mendapatkan keuntungan yang besar seringkali investor saham yang baru terjun mengalami kerugian yang besar. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kesalahan dasar yang dilakukan oleh investor saham pemula.

Kesalahan Investor
Setiap Investor Memiliki Kesalahan

1. Tidak Mempersiapkan Diri
Seringkali investor baru merupakan investor yang sangat optimis bahwa dia mampu menaklukan pasar. Mereka berpikir bahwa mereka tahu arah pasar akan kemana. Satu dua tebakan yang benar bisa membuat kepercayaan diri investor baru meningkat dan merasa bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk mengalahkan pasar sehingga seringkali lupa diri dan tidak mau belajar. Seringkali juga investor yang baru tidak mempersiapkan dirinya baik ilmu maupun mental sebelum terjun di dalam dunia saham dan menggunakan uang aslinya. Hal ini sangat berbahaya karena seringkali investor pemula dapat berhasil dalam waktu yang singkat karena keberuntungan saja. Dalam jangka waktu yang lama investor yang naif ini akan memiliki kesempatan yang besar untuk merugi karena tidak memiliki strategi investasi yang jelas.

2. Memburu Saham Gorengan
Bagi investor saham yang baru masuk ke dalam bursa saham gorengan merupakan saham yang sangat menarik karena potensi keuntungannya yang sangat besar dalam jangka waktu yang pendek. Sebuah saham gorengan bisa naik hingga puluhan persen dan sampai batas auto reject yang biasa disebut ARA (Auto Reject Atas). Ketika harga saham gorengan ini naik pesat maka investor yang membelinya sebelum terbang dan naik pesat akan mendapatkan keuntungan yang besar. Namun pada kenyataannya memburu saham gorengan tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit investor yang memburu saham gorengan karena harganya sudah naik dengan sangat pesat dan akhirnya turun kembali. Investor saham pemula yang memburu saham gorengan tanpa adanya pembekalan ilmu ibarat seorang penjudi.

3. Mengabaikan Fundamental
Mungkin bagi seorang investor pemula dalam melihat saham merupakan suatu tiket lotre yang mengantarkan pemenangnya untuk mendapatkan keuntungan. Atau seorang yang baru masuk dan sangat terpaku pada analisa teknikal yang dapat memprediksikan pergerakan harga saham di masa depan berdasarkan pola saham pada periode sebelumnya. Dengan hanya terpaku pada teknikal maka seorang investor akan mengabaikan fundamental dan hal ini lebih sering terjadi untuk investor saham yang pemula. Padahal saham sejatinya merupakan suatu bukti kepemilikan dalam perusahaan dan hal yang paling berpengaruh terhadap suatu saham adalah keadaan perusahaannya. Membaca teknikal hanya memperkirakan pergerakan masa depan yang belum tentu benar dan oleh karena itu dikatakan bahwa ada titik untuk cut lost agar mencegah kerugian lebih lanjut. 

4. Mengikuti Rekomendasi Orang Secara Buta
Banyak investor pemula yang bergabung di grup-grup saham untuk meminta rekomendasi suatu saham yang bagus dibeli. Namun akan sangat jarang anda melihat investor tersebut untuk menganalisa sendiri saham yang akan dibeli. Investor-investor seperti ini membeli berdasarkan omongan dari orang yang dirasa lebih expert mengenai saham. Hal ini sangat berbahaya karena mereka akan membeli saham yang tidak mereka ketahui sendiri. Mereka tidak mengetahui alasan kenapa membelinya sehingga tidak akan tahu kapan akan menjualnya.

5. Kurang Persiapan Emosi
Emosi merupakan musuh utama dari semua investor dan efeknya akan lebih terasa pada investor yang belum berpengalaman. Investor yang belum berpengalaman akan merasakan kebahagiaan yang besar saat sahamnya naik dan kesedihan yang mendalam saat saham yang dibelinya harganya turun. Ini merupakan emosi yang sangat berpengaruh terhadap strategi investasi. Investor yang baru biasanya hanya terpaku pada keuntungan dan mengabaikan potensi kerugian dan ketika terjadi kerugian seorang investor yang baru bisa merasakan stres dan frustrasi. Padahal keuntungan dan kerugian itu adalah hal yang biasa di dalam bisnis jual beli saham. Selain itu emosi akan menghancurkan strategi yang telah dibuat. Kebanyakan membeli disaat seharusnya menjual dan menjual saat seharusnya membeli. Pengalaman dan belajar dari kesalahanlah yang mampu mengasah kemampuan dalam mengendalikan emosi ini.

Kesimpulan:
Itulah lima kesalahan yang biasa dilakukan oleh seorang investor yang baru masuk di dunia saham. Kesalahan-kesalahan itu biasanya akan dapat diperbaiki oleh investor seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar