Rabu, 11 April 2018

Teruslah Belajar Dalam Dunia Investasi Saham

Pernahkah anda merasa bahwa anda sudah banyak mengerti mengenai dunia saham maupun dunia investasi yang lain? Mungkin anda merasa bahwa karena sudah terjun di dunia saham selama bertahun-tahun hingga mengalami jatuh bangun di dunia investasi saham sehingga membuat anda menjadi percaya diri. Sebenarnya percaya diri tersebut sangatlah bagus karena dengan begitu anda akan berani dalam mengambil keputusan investasi dalam menentukan saham yang layak investasi. Namun seringkali kepercayaan diri tersebut menjadi bumerang yang menghambat investor untuk berkembang karena biasanya investor yang percaya diri dan berpengalaman tidak lagi belajar dengan membaca-baca buku mengenai investasi. Padahal di dunia investasi terutama saham semua pemain baik besar maupun kecil haruslah terus belajar.
Learning


Investor Legendaris pun Tak Luput Dari Kesalahan
Dunia investasi terutama investasi pada saham membutuhkan dedikasi yang besar dan tidak peduli seberapa lama seorang investor yang terjun di dalamnya pasti akan membuat kesalahan di kemudian hari. Bahkan seorang Warren Buffett yang didaulat sebagai Investor Terbaik Sepanjang Sejarah sekalipun juga seringkali melakukan kesalahan dalam membuat keputusan investasi. Banyak kesalahan yang dilakukan oleh Warren Buffett bahkan ketika beliau sudah memiliki pengalaman berinvestasi selama puluhan tahun. Warren Buffett membeli saham Conoco Philips ketika harga minyak sedang tinggi-tingginya dan kemudian merugi ketika harga minyak turun, Warren Buffett membeli saham IBM dan ternyata IBM mencatatkan kinerja yang kurang bagus kedepannya sehingga harga sahamnya turun dan Warren Buffett terpaksa menjual rugi. Warren Buffett telat membeli Walmart ketika perusahaannya sudah menjadi besar dan harga sahamnya naik tinggi. Warren Buffett juga sebelumnya tidak pernah menyentuh saham teknologi padahal terbukti perusahaan teknologi membukukan kinerja yang bagus (Warren Buffett kecewa tidak berinvestasi di Google dan Amazon). Banyak kesalahan yang dilakukan oleh investor legendaris sekalipun apalagi kita sebagai investor biasa.

Selain Warren Buffett, Peter Lynch juga sering melakukan kesalahan dalam berinvestasi kendati mencatatkan rekor kinerja reksadana yang tidak terkalahkan hingga saat ini. Dalam bukunya Peter Lynch menceritakan bagaimana dia melewatkan saham Home Depot yang merupakan retailer seperti Ace Hardware dan pada saat itu nilainya masih kecil. Beliau juga pernah berinvestasi pada saham-saham tidak jelas yang dikatakan memiliki prospek cerah dan berteknologi tinggi namun dengan fundamental yang abal-abal dan mengalami kerugian besar dari investasi itu. Setelah itu Peter Lynch bersumpah untuk tidak membeli perusahaan yang memiliki fundamental jelek.

Kesalahan demi kesalahan merupakan hal yang lumrah di dunia investasi saham karena tidak ada yang mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi dalam saham. Bisa saja suatu perusahaan yang bagus menjadi perusahaan yang berkinerja buruk hanya dalam beberapa tahun saja. Sebagai investor tugas kita hanya memproyeksi namun kita tidak dapat menentukan apa yang terjadi pada saham di kemudian hari. Pembelajaran adalah hal yang penting karena dengan belajar kita akan menambah ilmu pengetahuan yang baru.

Pembelajaran Menyempurnakan Pola Pikir
Di dunia investasi saham seorang investor dituntut untuk terus belajar dan memiliki pola pikir yang dinamis hal itu karena dunia saham sangat berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Tidak ada sistem yang pasti dalam dunia saham dan setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa Warren Buffett sekalipun pernah melakukan kesalahan dan hal itu bisa terulang di masa depan. Namun Warren Buffett selalu belajar dari kesalahannya, contoh nyatanya adalah dia saat ini mulai berinvestasi pada saham teknologi seperti Apple padahal sebelumnya Warren Buffett sangat terkenal phobia terhadap saham teknologi.

Begitupula dengan anda sebagai investor yang masih memiliki waktu panjang dalam berinvestasi, anda harus tetap belajar baik dari mentor yang lebih berpengalaman, buku investasi, kesalahan investasi yang anda lakukan atau bahkan dari perkembangan pasar itu sendiri. Dengan terus belajar anda akan menjadi investor yang lebih baik kedepannya dan secara mental anda akan lebih kuat dari sebelumnya.


Kesimpulan:

Berinvestasi di dunia saham tidak mengenal umur dan pengalaman karena seorang yang sudah terjun lama di dunia saham pun bisa melakukan kesalahan yang fatal. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban bagi kita seorang investor untuk terus belajar agar menjadi lebih baik dan meminimalisasi kesalahan yang berdampak pada kerugian investasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar