Sabtu, 19 Mei 2018

Investasi Saham Ibarat Menanam Pohon

Banyak orang yang salah memberikan persepsi terhadap investasi pada saham. Orang-orang pada umumnya menilai bahwa saham merupakan sebuah perjudian dan menilai bahwa saham bisa diprediksi pergerakannya dan memiliki pola tersendiri. Kebanyakan orang tersebut akan melakukan sebuah tindakan jangka pendek dan menghiraukan dampak jangka panjang dari tindakannya. Namun sebenarnya berinvestasi pada saham adalah seperti halnya kita menanam pohon, imbal hasil terbesar adalah ketika kita telah lama memilikinya.


Bila kita menanam pohon kita tidak akan terlalu memperdulikannya dalam hitungan hari. Yang perlu kita lakukan adalah merawatnya dalam beberapa bulan sekali atau jika perlu menyiramnya dalam beberapa hari sekali. Bibit pohon tidak berkembang dalam waktu beberapa hari saja melainkan membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga puluhan tahun untuk menghasilkan pohon yang rindang besar dan kuat. Perkembangan dari pohon sedikit demi sedikit akan membuat pohon itu bertumbuh untuk lebih tinggi, lebih besar, dan lebih kuat. Hal tersebut sama halnya dengan saham yang membutuhkan waktu untuk bertumbuh karena sejatinya saham adalah bukti kepemilikan dari sebuah perusahaan.

Analogi Menanam Pohon dan Investasi Saham
Bila anda melihat logo "Yuk Nabung Saham" maka anda akan melihat sebuah pohon yang menjadi ikonnya. Hal itu karena ada persamaan yang sangat erat antara menabung saham dengan menanam pohon karena semuanya dilakukan untuk memperoleh imbal hasil dalam jangka panjang. Jika anda menanam pohon maka anda akan memiliki ekspektasi untuk membuat pohon tersebut berkembang besar dalam jangka waktu 10 tahun. Dalam 10 tahun pohon tersebut akan menjadi pohon yang rindang dan besar serta menghasilkan buah yang dapat anda panen setiap musim. Pohon yang besar dan kuat serta menghasilkan buah tersebut adalah hasil dari kerja keras, kesabaran, niatan untuk menanam dan merawat pohon tersebut. Jika pohon itu tidak ditanam maka tidak akan ada pohon yang besar dan rindang untuk dipandang dan tidak ada buah untuk dipetik.

Sama halnya dengan investasi saham, butuh waktu panjang untuk saham memberikan hasil terbaiknya karena perusahaan membutuhkan waktu untuk berkembang. Membeli saham di perusahaan kecil ibarat seperti membeli sebuah bibit pohon. Pertumbuhannya pesat dan dalam jangka panjang berpotensi untuk menjadi perusahaan besar yang bernilai aset tinggi, sama halnya seperti sebuah bibit pohon yang menjadi pohon besar. Kegiatan merawat pohon seperti halnya merawat portofolio saham yang kita tentukan alokasinya. Menyiram dan memberikan pupuk secara kontinyu seperti halnya kita menabung saham secara kontinyu. Lama kelamaan pohon akan semakin besar seperti halnya capital gain yang kita dapat dan memberikan buah setiap musimnya dalam hal ini seperti dividen pada saham yang diberikan tiap tahun.

Membuat perusahaan dari yang tadinya kecil menjadi besar dan melipatgandakan asetnya membutuhkan waktu yang lama dari tahunan hingga puluhan tahun dan itu sama halnya dengan menanam pohon yang membutuhkan waktu yang lama juga. Sangatlah susah bagi sebuah perusahaan untuk melipatgandakan aset atau ekuitasnya hanya dalam waktu setahun saja oleh karena itu sahamnya juga akan memiliki pola yang hampir sama. Semuanya membutuhkan waktu dan saham merupakan salah satu instrumen yang paling menguntungkan dalam jangka panjang.

Kesimpulan:
Berinvestasi saham memiliki banyak kesamaan dengan menanam pohon. Keduanya membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan imbal hasil yang terbaik. Memang sangatlah sulit untuk sabar dalam jangka panjang namun apabila berhasil maka nilai investasinya sama seperti pohon yang sudah besar dan rindang memberikan manfaat kepada pemiliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar