Minggu, 05 Agustus 2018

5 Kategori Memilih Saham Dengan Manajemen yang Baik

Adanya kasus mengenai penyelewengan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan membuat investor bertanya-tanya dan resah. Pasalnya manajemen yang tidak baik akan merusak kredibilitas perusahaan dan tentu harga saham dari perusahaan tersebut akan jatuh. Lalu banyak investor bertanya mengenai kriteria manajemen yang bagus dalam perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. Oleh karena itu di dalam artikel ini saya berusaha untuk memberikan kriteria manajemen perusahaan yang bagus untuk para investor agar investor tidak terjebak pada saham yang memiliki manajemen buruk dan membuat modal investor bisa ludes karena penurunan harga saham yang besar.
Analisa Management

Sejatinya dalam manajemen perusahaan itu yang bagus bersifat sebagai pembantu investor dalam mengelola perusahaan dan memiliki sikap shareholder oriented atau memberikan pelayanan yang bagus kepada investor atau pemilik perusahaannya. Mereka akan membuat keputusan yang memberikan hasil terbaik kepada investornya. Sedangkan manajemen yang buruk adalah yang berlawanan dengan hal itu yakni tidak mementingkan kepentingan investor dan bersikap untuk memperkaya dirinya sendiri. Dibawah ini merupakan kriteria dan poin penting dalam menentukan apakah sebuah perusahaan memiliki manajemen bagus untuk investor:

1. Manajemen yang Bagus Berusaha Memberikan Dividen
Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) akan ada agenda untuk memilih rencana membagikan dividen atau tidak. Perusahaan dengan manajemen yang bagus akan berusaha untuk memberikan imbal hasil yang nyata kepada investor yang mana dalam bentuk dividen. Dividen merupakan imbal hasil nyata dari laba operasional perusahaan dan emiten yang menyisihkan sebagian labanya untuk para pemegang saham secara kontinyu lebih berorientasi kepada investornya. Sedangkan perusahaan yang tidak membagikan dividennya kurang disukai oleh investor karena menandakan manajemen bersifat pelit. Tentu saja ada pengecualian dalam beberapa kasus dimana alasan manajemen untuk tidak membagikan dividen karena manajemen berusaha memutar kembali laba bersih untuk modal ekspansi dan menghasilkan laba bersih yang lebih besar untuk investor. Namun seringkali manajemen perusahaan gagal untuk mengeksekusinya dan melakukan kesalahan dengan berekspansi tanpa strategi yang bagus yang malah membuat kinerja perusahaan menurun. Namun hal yang pasti adalah perusahaan yang secara konsisten memberikan dividen memiliki manajemen yang memiliki sifat hormat kepada investornya.

2. Melakukan Buyback Ketika Saham Terlihat Murah
Ada masa dimana harga saham yang ada di pasar tidak mencerminkan fundamental perusahaan. Seringkali harga saham dihargai lebih rendah dibandingkan dengan kinerja perusahaan yang membuat investor atau pemegang saham jengkel. Manajemen yang bagus tidak akan membiarkan itu terjadi terus menerus dan akan melakukan buyback untuk mendongkrak harga saham. Selain investor mendapatkan manfaatnya, buyback yang bagus juga memberikan keuntungan fundamental kepada perusahaan itu sendiri. Namun seringkali manajemen melakukan kesalahan buyback yakni membeli sahamnya sendiri ketika saham tersebut terlihat mahal dan hal itu malah merugikan investor dan perusahaan.

3. Kinerja Laporan Keuangan yang Baik
Perusahaan dengan manajemen yang baik akan tercermin sendiri ke dalam laporan keuangannya. Jika perusahaan berkembang dengan sehat maka perusahaan tersebut memiliki manajemen yang baik. Perusahaan yang berkembang dengan sehat mencerminkan bahwa manajemen perusahaannya mengeksekusi strategi dengan sangat baik dan mampu memberikan nilai bertumbuh kepada pemiliknya yaitu investor itu sendiri. Tidak hanya pertumbuhan kinerja, efisiensi dan pengurangan hutang merupakan ciri manajemen yang memperhatikan kesehatan laporan keuangan.

4. Laporan Keuangan Tidak Telat
Seringkali kita menemui beberapa emiten yang tidak memberikan laporan keuangannya dengan tepat waktu. Hal itu juga termasuk pelanggaran dan bisa mendapatkan sanksi dari Bursa Efek. Namun kendati demikian masih banyak emiten yang melakukan hal tersebut. Bila ada perusahaan yang seperti itu investor patut mempertanyakan kredibilitas manajemen untuk memberikan informasi kepada investor. Seringkali laporan keuangan yang telat merupakan cara manajemen untuk menutupi keburukan perusahaan. Meskipun tidak seperti itu namun laporan keuangan yang telat menandakan manajemen tidak mementingkan kepentingan investor yang membutuhkan data secara up to date. Namun adapula perusahaan yang memberikan laporan keuangan telat karena adanya audit dan ini merupakan hal yang dapat ditoleransi selama manajemen memberikan kepastian tentang kapan laporan keuangan tersebut dapat terbit.

5. Tidak Melakukan Skandal
Penerapan GCG yang buruk akan berujung pada skandal yang melanggar norma hukum. Sering terjadi skandal yang dilakukan manajemen dan merusak fundamental perusahaannya. Skandal seperti penggelapan dana, penipuan, ketidakjujuran dan norma-norma lain yang melanggar GCG menandakan bahwa manajemen tersebut buruk. Manajemen yang baik adalah manajemen yang tidak melakukan skandal yang tidak hanya merusak kinerja perusahaan tapi juga reputasi perusahaan tersebut. Jika anda memiliki saham yang terkena skandal lebih baik anda mejual secepat-cepatnya sebelum terlambat karena hal itu dapat merusak kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Kesimpulan:
Manajemen yang buruk merupakan salah satu penyebab kerugian terbesar investor dan harus dihindari. Seringkali fundamental perusahaan yang solid akan hancur dengan adanya manajemen yang buruk. Oleh karena itu investor harus menganalisa kredibilitas dari manajemen perusahaan dan berinvestasi pada perusahaan yang bersikap baik terhadap investornya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar