Kamis, 09 Agustus 2018

Anggaran Infrastruktur Tidak Dipangkas Katalis Positif Saham Konstruksi di Tahun 2019

Belakangan ini investor resah terhadap banyaknya kecelakaan dan isu cashflow negatif yang membuat perusahaan konstruksi terancam bangkrut karena banyaknya beban hutang. Tidak hanya itu investor juga khawatir bahwa anggaran infrastruktur yang digenjot pemerintahan saat ini terlalu tinggi sehingga adanya potensi akan dipangkas pada tahun-tahun berikutnya. Apalagi di tahun 2019 terdapat pemilihan umum untuk menentukan Presiden Republik Indonesia yang selanjutnya. Investor memperkirakan bahwa pemerintah akan lebih memilih untuk bermain aman dengan menerapkan kebijakan yang lebih populis yaitu pemberian insentif sosial kepada masyarakat. Apabila itu terjadi kemungkinan besar akan ada pemotongan anggaran di sektor lain seperti halnya kenaikan anggaran infrastruktur memotong anggaran subsidi energi. Namun ternyata hal itu kemungkinan besar tidak terjadi.
Infrastruktur

Beberapa bulan yang lalu terdapat pernyataan dari pemerintah yang menyatakan akan lebih fokus untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal itu menimbulkan kekhawatiran bagi investor karena berpotensi untuk mengurangi anggaran infrastruktur. Hal inilah yang menjadi penyebab bahwa saham-saham infrastruktur cenderung tidak bergerak dengan positif. Namun beberapa hari ini ada pemberitaan bahwa anggaran infrastruktur tidak akan dipangkas. Hal itu karena menyangkut kelangsungan penyelesaian proyek yang telah dicanangkan. Malah menurut sebuah berita dari CNBC anggaran infrastruktur di tahun 2019 akan dinaikkan sebesar Rp 110 triliun dari anggaran sebesar Rp 410 triliun di tahun 2018. Itu artinya ada peningkatan lebih dari 25% dari anggaran infrastruktur di tahun ini. Hal ini akan menjadi katalis positif untuk saham-saham berbasis infrastruktur di tahun 2019.

Anggaran Infrastruktur 2009-2018
Anggaran Infrastruktur 2009-2018

Sejatinya untuk mempertahankan kedudukannya pemerintahan akan menerapkan kebijakan yang bersifat sosial atau populis di akhir masa jabatan agar mendapatkan kesan yang baik di masyarakat dan berpotensi besar untuk dipilih kembali. Oleh karena itu ada hal yang berbeda pada kebijakan pemerintahan saat ini yang tidak terlalu menganut hal tersebut. Namun menaikkan anggaran infrastruktur merupakan hal yang tepat untuk mempercepat penyelesaian proyek yang sedang dikerjakan dan membuat pemerintah memiliki prestasi untuk ditunjukkan. Selain itu elektabilitas pemerintah yang lebih kuat dibandingkan oposisi membuat pemerintah sepertinya tidak perlu menarik perhatian masyarakat dengan kebijakan populis. Sektor konstruksi akan menjadi sektor yang menarik di tahun 2019 mengingat dulu sektor konstruksi mengalami peningkatan yang kuat di tahun 2014 setelah posisi yang kuat Joko Widodo untuk terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia yang mencanangkan pembangunan infrastruktur di masa pemerintahannya.

Kesimpulan:
Tidak dipangkasnya anggaran infrastruktur oleh pemerintahan di tahun 2019 merupakan sebuah hal yang di luar ekspektasi. Hal ini tentu saja akan menjadi katalis positif untuk sektor konstruksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar