Selasa, 07 Agustus 2018

IPO MD Pictures Menjadi Perintis Industri Perfilman di BEI

IPO di Bursa Efek Indonesia semakin inovatif dari waktu ke waktu dan mulai berdatangan emiten-emiten dari industri baru yang belum ada di bursa. Contohnya saja dalam bidang energi terbarukan ada Sky Energi (JSKY) yang membuat panel surya serta start up seperti Kioson (KIOS) dan M Cash Integrasi (MCAS) yang merintis start up di BEI. MD Pictures sebagai sebuah studio film yang memproduksi film lokal IPO dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2018 ini. Dalam perdagangan perdananya saham dengan kode FILM ini melesat sebesar 49,52% ke level 314 dari 210. 
IPO MD Pictures


Melihat industri perfilman di Indonesia tentu saja sangat baik kedepannya. Industri perfilman termasuk ke dalam industri kreatif dan dapat berkontribusi besar ke perekonomian Indonesia di masa depan. Lihat saja Amerika Serikat dengan Hollywoodnya, India dengan Bollywoodnya dan Cina dengan Hengdiannya. Saat ini industri perfilman berkembang dengan pesat dengan adanya teknologi animasi dan Computer Generated Imagery (CGI) dimana film bisa menggambarkan hal-hal mustahil yang tidak dapat terjadi di dunia nyata. Bila anda menanyakan 10 orang tentang apakah mereka suka menonton film maka 9 dari 10 akan menjawab ya. Hal itu menandakan bahwa peminat film sebagai hiburan sangatlah tinggi karena film memiliki berbagai jenis kategori sesuai dengan selera penikmatnya masing-masing.

Melihat industri perfilman Indonesia saat ini sudah lebih baik dibandingkan dengan dulu. Sekarang studio sudah mampu untuk memproduksikan film-film berkualitas kendati masih dalam produk film yang memiliki budget rendah seperti drama atau kisah umum. MD Pictures termasuk studio yang memiliki reputasi besar dalam dunia perfilman dengan filmnya yang terkenal seperti Ayat-Ayat Cinta, Habibie & Ainun serta Danur. Masyarakat Indonesia cukup merespon positif dengan adanya film-film lokal dan ini merupakan prospek yang positif untuk kedepannya. Bahkan managemen MD Pictures menargetkan laba bersih sebesar Rp 100 miliar di akhir tahun nanti dan jumlah itu meningkat dari Rp 60 miliar di tahun lalu. Dengan begitu di harga 314 MD Pictures dihargai dengan forward PER sebesar 30 namun itu akan lebih tinggi lagi mengingat antusiasme yang tinggi terhadap saham ini yang akan mendongkrak harga saham FILM dalam jangka pendek menjadi valuasi yang tinggi.

Kesimpulan:
Industri perfilman merupakan industri kreatif yang prospek di masa sekarang dan di masa depan. IPO MD Pictures merupakan perintis industri perfilman di BEI. Perusahaan perfilman seperti Disney memberikan keuntungan yang besar kepada investornya dalam jangka panjang. Diharapkan kedepannya industri perfilman dapat terus berkembang di Indonesia dan dapat bersaing di level internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar