Jumat, 10 Agustus 2018

Pengertian Kapitalisasi Pasar

Market Capitalization atau kapitalisasi pasar adalah nilai pasar yang diberikan kepada perusahaan yang didapatkan dari hasil kali harga saham per lembar dengan jumlah saham yang ada di perusahaan. Total hasil kali inilah yang menunjukkan nilai perusahaan melalui harga yang ada di pasar. Ini merupakan salah satu indikator untuk membandingkan ukuran nilai antar perusahaan publik. Cara perhitungan kapitalisasi pasar sangatlah simpel yaitu dengan mengalikan harga saham di pasar dengan seluruh saham perusahaan. Misalnya saja saham ABCD memiliki jumlah saham 10 miliar lembar dan harga saham di pasar adalah Rp 1000/lembar maka nilai kapitalisasi pasarnya adalah Rp 10 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pasar menilai bahwa perusahaan tersebut memiliki nilai Rp 10 triliun.
Peningkatan Kapitalisasi

Melihat Kapitalisasi Pasar Lebih Jauh
Hal yang menarik dari kapitalisasi pasar adalah dengan melihat kapitalisasi pasar secara sepintas maka kita dapat mengetahui perusahaan mana yang memiliki ukuran yang besar. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang besar biasanya memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil. Misalkan saja dalam sebuah skenario perbandingan kapitalisasi pasar saham ABCD sebesar Rp 10 triliun dibandingkan dengan saham WXYZ yang memiliki kapitalisasi pasar hanya sebesar Rp 5 triliun. Hanya dengan melihat kapitalisasi pasar investor dapat melihat bahwa saham ABCD lebih besar dibandingkan dengan saham WXYZ.

Kapitalisasi pasar berkaitan erat dengan pergerakan harga saham. Sebagai contoh sebuah saham ABCD yang sudah disebutkan tadi mengalami kenaikan harga saham dari Rp 1000/lembar menjadi Rp 10.000/lembar dengan total saham sebanyak 10 miliar lembar maka kapitalisasi pasarnya adalah sebesar Rp 100 triliun. Lalu manajemen melakukan stock split sebanyak 5:1 maka harga sahamnya menjadi Rp 2000/lembar. Kelihatannya dari sekilas harga sahamnya hanya naik 2 kali namun dengan melihat kapitalisasi pasar seorang investor dapat lebih mudah untuk melihat kenaikan harga perusahaan yang sesungguhnya karena data kapitalisasi pasar bersifat tetap.

Kegunaan Kapitalisasi Pasar Dalam Analisa
Kapitalisasi pasar sangat berguna untuk analisa saham karena kapitalisasi membuat perhitungan valuasi menjadi mudah. Untuk mendapatkan data PER terkadang akurasi dapat dipertanyakan karena EPS yang bisa berubah dengan faktor right issue atau perubahan lembar saham yang lain. Namun dengan kapitalisasi pasar maka anda bisa dengan mudah mendapatkan data PER yaitu dengan membagi kapitalisasi pasar dengan laba bersih yang dihasilkan perusahaan maka didapatlah data PER dengan catatan bahwa kapitalisasi pasar harus aktual dan benar secara real time. Hal yang sama dapat dilakukan untuk menghitung PBV yakni dengan membagi kapitalisasi pasar terhadap ekuitas.

Selain itu dengan membandingkan kapitalisasi antar perusahaan seorang investor bisa tahu seberapa besar potensi dari suatu perusahaan. Dalam dunia saham ada tiga jenis kapitalisasi pasar yaitu kapitalisasi pasar besar, kapitalisasi pasar sedang dan kapitalisasi pasar kecil. Pengelompokan kapitalisasi pasar akan berubah seiring berjalannya waktu karena nilai ekonomi yang terus bertumbuh dan menyebabkan kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan meningkat seiring berjalannya waktu. Namun untuk lebih mudah menjelaskannya maka klasifikasi akan dibagi menjadi 10 jenjang yaitu:
- Kapitalisasi Pasar Besar (Big Cap) merupakan perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar diatas Rp 100 triliun
- Kapitalisasi Pasar Sedang (Medium Cap) merupakan perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar diatas Rp 10 triliun namun masih dibawah Rp 100 triliun
- Kapitalisasi Pasar Kecil (Small Cap) merupakan perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar dibawah Rp 10 triliun

Klasifikasi kapitalisasi pasar seperti diatas hanyalah sebuah gambaran saja mengenai besarnya perusahaan dan itu hanyalah sebuah metode pengklasifikasian kapitalisasi karena persepsi mengenai besar atau tidaknya perusahaan antara investor bisa berbeda-beda. Adapula yang mengatakan saham second liner dan third liner yang merupakan sebutan lucu pada saham yang juga menggambarkan nilai kapitalisasi pasar. 

Trik Investasi Secara Kapitalisasi
Kapitalisasi menggambarkan besarnya atau nilai perusahaan sehingga apabila perusahaan sudah memiliki kapitalisasi pasar yang besar maka akan sulit untuk melipatgandakan kapitalisasinya. Kunci kenaikan nilai investasi adalah dengan kenaikan kapitalisasi juga. Jika anda ingin mendapatkan kenaikan 10 kali lipat maka nilai kapitalisasi juga harus naik 10 kali lipat. Oleh karena itu berinvestasi pada kapitalisasi kecil lebih masuk akal untuk melipatgandakan investasi secara cepat karena lebih mudah melipatgandakan Rp 1 triliun dibandingkan melipatgandakan Rp 100 triliun. Jika kapitalisasi sudah sangat besar maka anda perlu mempertanyakan apakah masuk akal bahwa perusahaannya dinilai 10 kali lebih besar dari nilai yang sekarang. Karena perlu dicatat bahwa nilai kapitalisasi pasar suatu perusahaan tidak mungkin melebihi nilai ekonomi/GDP dari negaranya.

Kesalahan Dalam Analisa Kapitalisasi Pasar
Kapitalisasi pasar tidak menggambarkan nilai intrinsik suatu perusahaan. Bisa saja suatu perusahaan dinilai lebih tinggi daripada aset yang dimilikinya. Bisa saja sebuah perusahaan dengan aset Rp 1 triliun memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 10 triliun dan begitupula sebaliknya. Namun dengan melihat perbandingan tersebut dapat terlihat apakah perusahaan tersebut dinilai overvalue atau undervalue oleh pasar. 

Kesimpulan:
Kapitalisasi pasar merupakan nilai dasar yang diberikan pasar kepada suatu saham. Ini tidak menggambarkan nilai sesungguhnya dari suatu perusahaan. Perbedaan antara kapitalisasi pasar dengan nilai intrinsik perusahaan inilah yang digunakan value investor untuk mendapatkan keuntungan ketika pasar menghargainya dengan wajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar