Sabtu, 04 Agustus 2018

Prinsip yang Salah Mengenai Kekayaan

Banyak orang mendefinisikan kekayaan sebagai materi yang dimiliki dan mengasosiasikan hal-hal mewah kedalam sebuah bentuk kekayaan. Alhasil banyak orang yang menganggap bahwa orang-orang yang memiliki atau memakai barang-barang mewah atau hidup dalam kemewahan adalah orang yang kaya padahal kenyataannya tidak demikian. Banyak orang-orang yang berusaha untuk terlihat kaya padahal hal tersebut sebenarnya bukanlah keadaan mereka yang sesungguhnya. Banyak orang yang terlihat kaya dari luar dengan gaya hidup tinggi namun ternyata semua itu adalah hasil dari berhutang. Jika anda belajar akuntansi atau anda menganalisa laporan keuangan maka sebenarnya kekayaan yang artinya modal mereka minus karena beban gaya hidup dan hutang melebihi dari kekayaan asli atau ekuitas yang mereka miliki. Orang yang seperti ini tidaklah berbeda dengan perusahaan yang ekuitasnya negatif akibat liabilitas tinggi, kendati pendapatan tinggi namun karena beban yang tinggi maka tidak ada keuntungannya dan hanya membukukan kerugian.
Bob Sadino Selalu Tampil Sederhana
Bob Sadino Selalu Tampil Sederhana
Melihat kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan bersih atau dalam bahasa Inggrisnya disebut net worth yang berasal dari jumlah aset yang dimiliki dikurangi hutang yang dimiliki. Kekayaan bersih ini sama seperti ekuitas yang ada di perusahaan dan baru dapat dikatakan benar-benar kaya jika kekayaan bersih ini jumlahnya besar. Sebaliknya jika nilainya negatif berarti seseorang yang demikian tidaklah benar-benar kaya. Bisa saja seseorang memiliki rumah dengan harga Rp 5 miliar dan mobil Rp 500 juta namun total hutangnya hingga lunas untuk rumah mencapai Rp 15 miliar dan mobil Rp 1 miliar. Karena hutang yang tinggi orang tersebut tidaklah benar-benar kaya meskipun terlihat kaya diluarnya. Justru kekayaan tersebut tercatat negatif karena jumlah hutang melebihi aset yang dimiliki.

Orang yang Benar-Benar Kaya
Kebanyakan orang yang benar-benar kaya malah hidup dalam kesederhanaan. Bob sadino hanya mengenakan pakaian sederhana dalam sehari-hari begitupula Mark Zuckerberg yang terkenal hanya memakai kaos yang terlihat itu-itu saja walaupun kekayaannya miliaran USD. Warren Buffett tetap tinggal di rumah yang dibelinya tahun 1960-an dan Sam Walton pendiri Walmart terkenal sebagai miliyarder yang menggunakan mobil pickup yang notabene tidak cocok dengan statusnya. Mereka yang kaya raya justru tampil dengan sederhana sedangkan orang-orang kelas menengah yang menjadi mayoritas penduduk berusaha untuk terlihat kaya dengan gaya hidup tinggi dan barang-barang mewah padahal dengan hutang yang menggunung tentunya. Bagaimana? Apakah wawasan anda mengenai kekayaan sudah terbuka?

Kesimpulan:
Kekayaan secara sederhana diukur dari nilai bersih yang dimiliki seseorang namun orang-orang mengukurnya dari sinyal-sinyal palsu dari kekayaan. Jika anda ingin terlihat kaya maka caranya simple yaitu dengan mengambil hutang sebanyak-banyaknya dan membeli barang-barang mewah yang menunjukkan sinyal-sinyal kekayaan. Namun cepat atau lambat anda akan tertimpa masalah hutang yang berujung kehilangan barang-barang tersebut karena bangkrut. Sejatinya orang yang kaya ingin terlihat sederhana dan orang yang tidak kaya ingin terlihat kaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar