Senin, 13 Agustus 2018

Turki Dalam Krisis

Melihat perekonomian global ada yang menarik di tahun ini, perekonomian Turki sedang diguncang keras. Mata uang Lira telah jatuh besar terhadap US Dollar. Tercatat US Dollar sudah mengalami penguatan sebesar 69% terhadap Lira Turki! Mata uang Lira Turki memang selalu melemah dalam beberapa tahun terakhir namun tidak separah tahun ini. Tercatat pada awal Januari 2018 pertukaran mata uang Lira Turki berada pada level 3,78/USD namun sampai artikel ini ditulis Lira Turki sudah berada pada level 6,4/USD. Pergerakan jangka panjang Lira Turki melemah dan di akhir tahun ini sangat parah. Bahkan dalam sehari Lira Turki dapat melemah hingga puluhan persen. Mungkin kalau di Indonesia sudah akan ada demo berjilid-jilid namun di Turki berbeda cerita dan Erdogan adalah kuncinya.
Krisis Turki

Bank Sentral yang Tak Independen
Sejatinya dalam mengatur perekonomian bank Sentral harus dapat menjalankan kewajibannya tanpa adanya intervensi oleh pemerintah. Inilah yang disebut independensi yang artinya bank sentral akan menerapkan kebijakan moneter seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga acuan untuk mengendalikan mata uang ataupun perekonomian. Sejatinya pemerintah tidak boleh mengintervensi kebijakan bank sentral kecuali dalam urusan yang mendesak. Dalam kasus Turki bank sentral tidak memiliki kekuatan yang mandiri dalam mengambil kebijakan. Terlihat pemerintah Turki yang dipimpin Edorgan mengambil jalan yang diinginkannya sendiri dan bank sentral Turki didikte oleh pemerintah.

Hiperinflasi
Tahun ini merupakan tahun yang paling mengerikan untuk ekonomi Turki karena selain nilai tukar Lira yang melorot dalam jangka panjang hal itu membuat perekonomian Turki mengalami inflasi yang sangat besar. Turki kembali mengalami inflasi double digit setelah hal yang sama terjadi di 2017 namun di tahun ini lebih besar. Tercatat di bulan Juli 2018 inflasi di Turki mencapai 15,3% dan hal inflasi ini diperkirakan berlanjut selama nilai tukar Lira belum stabil. Tentunya inflasi yang berlebihan akan membuat harga bahan-bahan pokok naik besar dan akan membuat beban roda ekonomi berat untuk berputar.

Potensi Resesi
Pelemahan kurs Lira dan hiperinflasi yang tinggi akan menekan perekonomian jika tidak segera dikendalikan. Resesi ekonomi untuk Turki sudah didepan mata dan hal itu juga kemungkinan besar akan menyebabkan krisis di Turki. Perlu diketahui bahwa resesi terakhir yang dialami Turki adalah pada tahun 2009 yakni karena krisis keuangan global dan menyebabkan GDP Turki tergerus sebesar -4,7%. Tapi tenang saja krisis ekonomi di Turki tidak akan terlalu berpengaruh pada perekonomian Indonesia.

Kesimpulan:
Ekonomi Turki terancam menuju resesi ke depan. Jatuhnya mata uang Lira dan inflasi yang tinggi akan menyebabkan roda perekonomian Turki menjadi berat. Ketidakstabilan politik juga menjadi salah satu penyebab melemahnya perekonomian Turki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar