Selasa, 25 September 2018

3 Prinsip Penting yang Dipegang Warren Buffett

Dalam industri investasi saham nama Warren Buffett sudah sangat terkenal, maklum Warren Buffett merupakan investor legendaris dalam seabad terakhir. Warren Buffett selalu memegang teguh prinsipnya dalam berinvestasi dan hal itulah yang mengantarnya sukses dalam berinvestasi saham. Meskipun adanya godaan imbal hasil investasi lain yang menarik, Warren Buffett tidak tergoda karena beliau selalu memegang teguh prinsipnya dalam berinvestasi. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai tiga prinsip penting yang dianut dan dipegang teguh oleh Warren Buffett:

Warren Buffett

1. Beli Apa yang Anda Tahu
Pernahkah anda membeli saham tapi tidak tahu apa atau kenapa anda membelinya? Jika alasan anda hanyalah merasa bahwa saham itu akan naik maka itu bukanlah alasan yang logis untuk membeli suatu saham. Kebanyakan orang membeli saham namun dia tidak tahu apa yang dibelinya sehingga ketika saham tersebut turun maka mereka akan merasa sangat ketakutan karena tidak tahu apa yang dibelinya. Padahal dibalik suatu saham terdapat suatu perusahaan namun kebanyakan investor maupun trader bahkan tidak tahu dasar bisnis dari perusahaan tersebut! Menurut Lo Kheng Hong hal ini sama saja dengan "membeli kucing dalam karung". Warren Buffett jelas mengetahui dan menganalisa perusahaan yang ia beli atau investasikan. Dia membeli saham Coca Cola (siapa yang tidak tahu Coca Cola?) karena produknya dibutuhkan terus sepanjang masa, nilai investasi Warren Buffett sudah naik puluhan kali semenjak ia membeli sahamnya di tahun 1988. Ia juga membeli saham Wells Fargo yang merupakan salah satu saham bank terbesar di Amerika Serikat, dia juga membeli saham Washington Post yakni sebuah media koran dan nilai investasinya naik berkali-kali lipat dalam jangka panjang. Pada saat bubble dot com ditahun 1990-2000 Warren Buffett tidak berinvestasi pada saham-saham dot com dan banyak orang menertawakannya karena saham dot com naik banyak dalam jangka pendek. Namun kemudian bubble dot com meletus di tahun 2000 dan saham dot com berguguran, Warren Buffett yang tidak membelinya selamat dari malapetaka tersebut.
Saat ini dia tidak berinvestasi di Bitcoin karena ia tidak mengerti sistemnya dan mengatakan bahwa Bitcoin adalah sebuah penipuan, terbukti saat ini Bitcoin meletus.

Hal penting yang bisa dipelajari:
Belilah saham yang anda tahu perusahaannya, produknya yang dihasilkan, konsep bisnisnya seperti apa, operasionalnya apakah menguntungkan atau merugikan. Hal-hal sederhana itu seringkali dilupakan oleh kebanyakan investor sehingga ketika harga sahamnya turun dalam jangka panjang mereka menyalahkan investasi saham padahal mereka sendiri tidak tahu apa yang mereka beli.

2. Bukan Membeli Saham Tapi Membeli Bisnis
Banyak orang merasa bahwa saham hanyalah sebuah tiket keberuntungan untuk mendapatkan keuntungan namun konsep tersebut adalah salah besar. Saham bukanlah sebuah tiket lotre dimana yang beruntung akan mendapatkan keuntungan besar. Yang benar adalah saham merupakan sebuah kepemilikan perusahaan dimana orang yang berinvestasi pada perusahaan yang sukses akan mendapatkan keuntungan yang besar. Warren Buffett dalam membeli saham selalu berpikir bahwa ia membeli perusahaan bukanlah saham jadi yang ia beli adalah perusahaan berkualitas bukannya saham yang naik tinggi. Hal itu karena beliau tahu bahwa jika perusahaan berkembang dan sukses maka harga sahamnya juga akan mengikuti. Konsep bisnis ini seringkali dihiraukan dalam berinvestasi padahal hal inilah yang menentukan hidup dan matinya suatu saham dalam perusahaan.

Hal penting yang bisa dipelajari:
Berpikirlah seperti pemilik perusahaan! Berpikirlah mengenai prospek bisnis perusahaan yang anda investasikan di masa depan, kinerjanya di masa sekarang dan operasionalnya. Apakah anda mau membeli perusahaan yang merugi? Apakah anda mau menjual perusahaan yang menghasilkan keuntungan besar dan jumlahnya lebih besar di masa mendatang? Jika jawabannya iya maka anda belum berpikir sebagai pebisnis karena seorang pebisnis handal tidak melakukan hal tersebut karena mereka menghindari perusahaan yang merugi dan memegang terus perusahaan yang menguntungkan. Oleh karena itu lebih baik mempelajari lika-liku bisnis daripada mempelajari lika-liku saham. 

3. Margin of Safety
Mungkin ada yang belum mengerti margin of safety yang sebenarnya adalah batasan keamanan membeli saham dilihat dari nilai intrinsiknya. Jadi seorang investor yang membeli saham dengan menganut margin of safety akan membeli saham yang harganya dibawah nilai intrinsiknya. Nilai intrinsik ini berbeda-beda karena tergantung prospek perusahaan kedepannya ada yang wajar dihargai murah karena prospek suram dan ada juga yang wajar dihargai mahal karena prospek cerah. Namun yang pasti Warren Buffett menyukai saham yang dihargai murah karena hal tersebut seperti diskon. Dia tidak menyukai saham-saham yang dihargai sangat mahal oleh karena itu dia tidak berinvestasi pada saham teknologi yang notabene memiliki valuasi mahal. Di saat bubble dot com pecah di tahun 2000 saham-saham teknologi dihargai dengan sangat tidak wajar, PER saham teknologi bisa mencapai ratusan dengan kinerja tumbuh hanya double digit. Akhirnya banyak saham teknologi yang bergerak sideways hingga tahun 2010 (10 tahun yang sangat berharga untuk investasi terbuang sia-sia). Karena prinsip margin of safety inilah Warren Buffett jadi terhindar dari saham-saham yang mahal dan berisiko tinggi.

Hal penting yang bisa dipelajari:
Margin of safety sangatlah penting! Anda tentunya tidak ingin asal membeli suatu perusahaan yang memiliki prospek cerah di harga yang tidak wajar. Sebuah perusahaan bisa dikatakan memiliki prospek cerah namun itu bukan berarti investor bisa membelinya di harga berapapun karena perlu waktu untuk merealisasikan prospek tersebut. Sebaliknya membeli saham berprospek cerah dengan harga yang murahlah yang berpotensi untuk mendapatkan keuntungan besar.

Kesimpulan:
Ketiga prinsip dasar tersebut adalah prinsip yang selalu dipegang erat oleh Warren Buffett sepanjang waktu. Prinsip dasar itulah yang membuatnya menjadi investor terbaik dalam satu abad terakhir dan tetap berada pada puncak tanpa kejatuhan.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

1 komentar: