Senin, 24 September 2018

Batavia Prosperindo Trans (BPTR) Fast Grower?

Belum lama ini Bursa Efek Indonesia kedatangan emiten baru yang baru IPO pada Juli 2018 yaitu Batavia Prosperindo Trans (BPTR). Pasti banyak yang belum mengenal perusahaan ini, maklum BPTR baru didirikan pada Desember 2014 sehingga perusahaan ini masih menyandang status perusahaan baru. Perusahaan ini bergerak pada penyewaan kendaraan dan logistik. Memang industri penyewaan kendaraan bukanlah industri baru dan sudah ada pemain lama dalam penyewaan kendaraan seperti Adi Sarana Armada (ASSA), ANJ Rent, Indo Rent dll. mereka adalah pioneer dalam industri penyewaan kendaraan. Kendati demikian ada hal yang membuat BPTR sangat menarik, yaitu pertumbuhannya. Berikut ini adalah analisa yang membuat BPTR menarik untuk investasi:
Logo BPTR

1. Pertumbuhan yang Sangat Pesat
Kendati baru berdiri di akhir tahun 2014 namun BPTR merupakan perusahaan yang bertumbuh dengan sangat pesat. Berdasarkan prospektusnya BPTR di tahun 2015 memiliki pendapatan Rp 6,2 milyar, di tahun 2016 pendapatannya tumbuh menjadi Rp 27,9 milyar dan Rp 60,6 miliar di tahun 2017. Dari tahun 2015 hingga 2017 pendapatan BPTR tumbuh 10 kali! Kalau dilihat dari bottom line BPTR membukukan kerugian Rp 2 miliar di tahun 2015 lalu membukukan laba Rp 182 juta di tahun 2016 dan bertumbuh menjadi Rp 3,3 miliar di tahun 2017. Di Q2 2018 inipun BPTR masih bertumbuh dengan kenaikan pendapatan sebesar +130% dan laba bersih +323%. Pertumbuhan yang pesat pada tahun-tahun sebelumnya karena skala BPTR masih kecil dan adanya suntikan modal tambahan. Namun sepertinya BPTR memang memiliki kinerja bertumbuh yang sangat bagus, ini berarti model bisnis BPTR berhasil di pasar penyewaan mobil.

2. Kepemilikan Insider Besar
Tidak salah jika insider tidak memiliki kepemilikan besar pada suatu perusahaan yang dikelolanya namun jika anda menemukan saham yang banyak dimiliki insider itu merupakan pertanda yang bagus karena hal itu berarti mereka juga berada di posisi yang sama dengan investor sehingga memberikan yang terbaik untuk investor juga menguntungkan mereka. Di BPTR ini banyak insider yang memiliki sahamnya mulai dari komisaris utama, direktur independen dan direktur utama memiliki sahamnya dalam jumlah yang cukup besar. Direktur Utama BPTR yaitu Paulus Handigdo memiliki 30.530.000 lembar saham BPTR.

3. Valuasi Murah
Jika melihat BPTR di harga 100 maka valuasinya cukup murah atau sangat undervalue. Book Value BPTR ada di kisaran 100 yang berarti jika anda membeli di harga 100 maka PBVnya adalah 1. Dilihat dari laba tahun 2017 maka BPTR memiliki PER 50 namun di Q2 2018 BPTR sudah membukukan laba bersih sebesar Rp 10,5 miliar jika asumsi laba bersih tahun 2018 mencapai Rp 20 miliar maka saham BPTR dihargai dengan PER 7,5 yang artinya sangat murah melihat dari kinerjanya yang pesat bertumbuh.

4. Prospek Cukup Bagus
Kedepannya industri penyewaan mobil sangat dibutuhkan mengingat kebutuhan masyarakat Indonesia yang tinggi akan transportasi keluarga dan meningkatnya penduduk kelas menengah. Selain itu tumbuhnya e-commerce membuat kebutuhan akan logistik sangat dibutuhkan dan berkembang. Oleh karena itu prospek penyewaan mobil cukup cerah kendati adanya transportasi online karena penyewaan mobil bisa dibutuhkan tidak hanya sekali jalan, jangka waktunya lebih lama sehingga segmennya jelas berbeda dengan transportasi online.

Kesimpulan:
BPTR merupakan saham yang baru IPO beberapa bulan yang lalu. Namun dengan melihat kinerja masa lalunya maka kita dapat menyimpulkan bahwa BPTR berkembang pesat dan layak untuk investasi karena valuasinya juga yang murah.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar