Selasa, 18 September 2018

Peluang Besar Pasar Saham di Tahun 2018

Dari awal tahun hingga mencapai kuartal III saat ini pasar saham Indonesia mengalami penurunan yang cukup dalam. Sejak awal tahun hingga artikel ini ditulis IHSG sudah turun sebesar -8,96% dan belum ada tanda untuk melanjutkan uptrend. Kendati tahun ini pasar saham lesu, sebagai value investor justru hal inilah yang merupakan peluang besar di pasar saham karena banyak saham bagus yang sedang didiskon oleh pasar. Dikala banyak trader yang cut loss dan wait and see, seorang investor sejati akan mencari peluang dan menambah posisinya di saat pasar yang turun seperti ini. Tahun 2018 merupakan peluang di pasar saham dan berikut ini adalah analisanya:

Peluang
1. Ekonomi Masih Bertumbuh dan Malah Akselerasi
Sepertinya pergerakan IHSG tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi hal itu karena dikala ekonomi Indonesia mengalami percepatan IHSG malah terkoreksi. Di tahun 2018 ini ekonomi Indonesia pertumbuhan ekonomi yang tadinya stabil di angka 5,1% terdongkrak menjadi 5,2% pada semester I 2018. Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 ada di angka 5,2-5,3% itu berarti ekonomi masih akan bertumbuh di tahun depan dan penurunan harga saham ini hanya bersifat sementara saja.

2. Fundamental Perekonomian Kuat
Banyak yang khawatir bahwa US Dollar menembus Rp 15.000/lembar dan IHSG pun anjlok -4% ketika rupiah melemah ke level tersebut. Media banyak memberitakan hal negatif sehingga investor panik dan menjual saham-sahamnya tidak peduli saham itu bagus atau tidak sehingga penurunan tajam pun tidak terhindarkan. Banyak orang juga mengaitkan pelemahan rupiah pada krisis moneter yang terjadi di tahun 1998. Memang pelemahan rupiah memberikan dampak buruk terhadap perekonomian kita yang masih banyak impor namun hal ini jauh berbeda dengan 1998. Di tahun 1998 rupiah melemah dari Rp 2.500 ke Rp 13.000 sedangkan saat ini di 2018 rupiah melemah dari Rp 13.500 ke 15.000 tentu hal itu jauh berbeda. Rasio hutang terhadap PDB pun masih terjaga dibawah 40%, cadangan devisa masih melimpah, inflasi terjaga di 4%, pertumbuhan ekonomi stabil di 5% hal itu jauh berbeda dengan 1998 yang memiliki karakteristik cadangan devisa kecil, hyperinflasi dan pertumbuhan ekonomi yang negatif. Saat ini fundamental ekonomi Indonesia kuat walaupun ketidakpastian global seringkali menghantui.

3. Emiten Membukukan Kenaikan Bisnis Pada Semester I 2018
Dalam sebuah berita dibahas bahwa dalam semester I 2018 ini emiten-emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia masih membukukan kenaikan sebesar 20%. Pendapatan pun naik 8,6% dan aset bertumbuh sebesar 3,3% kendati demikian pasar saham malah turun karena sentimen global seperti perang dagang US dan Cina, krisis negara-negara berkembang seperti Venezuella, Turki, Argentina serta pelemahan rupiah terhadap US dollar. Investor saham sebenarnya tidak perlu memperdulikan sentimen dari luar seperti ini yang perlu difokuskan adalah mencari perusahaan bagus dengan analisa mikro dan bukan makro hal itu karena yang terpenting adalah kinerja perusahaan yang kita investasikan dan bukan kinerja makro ekonomi dunia. Buktinya di tengah berbagai ketidakpastian emiten masih dapat membukukan kenaikan laba bersih dan pergerakan harga saham tidak sesuai dengan fundamental yang ada sehingga ini adalah peluang.

4. Dalam Sejarah 10 Tahun Terakhir IHSG Hanya Mencatatkan Penurunan 3 Dari 10 Tahun
Terkecuali krisis di tahun 2008, dalam 10 tahun terakhir IHSG hanya turun pada tahun 2013, 2015 dan 2018 dengan penurunan 7-20% dalam setahun. Lalu selanjutnya naik kembali di tahun berikutnya setelah koreksi. Hal itu kemungkinan besar terjadi di tahun 2019 dan penurunan di tahun 2018 ini merupakan peluang kepada para value investor untuk berinvestasi pada saham-saham yang murah.

Kesimpulan:
Fluktuasi pasar yang tinggi dan ketidakpastian yang tinggi membuat banyak pelaku pasar khawatir di tahun 2018 ini. Kendati demikian penurunan harga saham saat ini bertolak belakang terhadap fakta-fakta fundamental yang ada sehingga menjadikan tahun 2018 ini sebagai peluang dalam berinvestasi saham untuk tahun-tahun berikutnya.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar