Sabtu, 08 Desember 2018

3 Saham Dividen yang Bagus Dibeli Pada Desember 2018

Tahun 2018 pasar saham Indonesia (IHSG) mengalami penurunan yang sangat besar. Hal itu membuat banyak saham-saham menjadi lebih murah dibandingkan tahun lalu dan menciptakan peluang. Menariknya adalah di bulan 3 bulan terakhir IHSG sudah mengalami pemulihan dengan naik +7,8%. Ini menandakan hal yang bagus berpotensi terjadi di tahun 2019 yaitu reboundnya IHSG. Oleh karena itu membeli saham di tahun 2018 ini merupakan hal yang terbaik untuk dilakukan dan membuat memiliki posisi yang kuat untuk menghadapi tahun 2019.
Dividen

Kendati pasar saham turun banyak di tahun 2018 ini namun rata-rata banyak perusahaan yang masih memiliki kinerja bertumbuh yang bagus. Ekonomi Indonesia juga masih bertumbuh dengan baik di angka lebih dari 5% dan inflasi terjaga di angka 3,5%. Oleh karena itu penurunan di tahun 2018 ini merupakan peluang bagi investor yang jeli dan berani dalam membeli saham di harga yang lebih murah. Berikut ini adalah saham dividen yang bagus untuk dibeli pada bulan Desember 2018:

1. Adira Dinamika Multifinance (ADMF)

ADMF
Di tahun ini sektor multifinance mencatatkan kinerja yang bagus dan tidak terkecuali ADMF. Pada Q3 2018 laba bersih ADMF naik sebesar 23,8% dan ditopang peningkatan pendapatan sebesar 11,4%. Peningkatan kinerja bisnisnya terjadi sejak tahun 2016 dan masih belum terlihat bertumbuh. Di harga 8700 saham ADMF dihargai dengan PER sebesar 6,2 dan PBV sebesar 1,3 serta memberikan dividen yield sebesar 8,14%. Dengan melihat peningkatan laba bersihnya maka dividennya bisa berpotensi bertumbuh di tahun 2019 mendatang menjadi sebesar lebih dari 10%.


2. Wika Gedung (WEGE)
WEGE
Saham WEGE mengalami penurunan yang besar semenjak IPO dan sideways hingga saat ini. Penyebabnya adalah sentimen negatif investor terhadap sektor konstruksi yang menyebabkan banyak saham konstruksi kompak turun. Namun sebenarnya ini adalah sentimen jangka pendek saja dan penurunan harga sahamnya tidak berkaitan sama sekali dengan kinerja bisnisnya. Hingga Q3 2018 laba bersih WEGE meningkat sebesar 65% disertai dengan peningkatan pendapatan sebesar 60,8%. Kinerja yang bagus itu tidak berkaitan dengan harga sahamnya yakni yang dihargai dengan PER 7,4 dan PBV 1,1 di harga 230. Kinerja WEGE yang bagus namun harga sahamnya yang lesu ini membuat peluang yang cukup potensial bagi investor yang bersabar. Saat ini di harga 230 saham WEGE memberikan dividen sebesar 2,5% namun memiliki potensi untuk naik mengikuti peningkatan laba bersih di tahun ini untuk dividen di tahun 2019.

3. Astra International (ASII)
ASII
Saham ASII sudah naik cukup banyak dalam 6 bulan terakhir yakni sebesar +18,3%. Hal itu berkaitan erat dengan fundamentalnya karena di tahun ini bisnis ASII meningkat. Hingga kuartal III tahun 2018 ini ASII mampu menorehkan peningkatan laba bersih sebesar 20,3% dan disertai dengan peningkatan pendapatan sebesar 16,4%. Hal itu cukuplah bagus melihat ASII merupakan saham blue chip dengan kapitalisasi yang sangat besar yakni mencapai Rp 333 Trilyun. Di harga 8300 saham ASII dihargai dengan PER sebesar 17,8 dan PBV sebesar 1,9 serta memberikan dividen yield sebesar 2,25%.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar