Senin, 21 Januari 2019

Saham Properti Bangkit Di Awal Tahun 2019

Awal tahun 2019 menjadi salah satu tahun yang menarik dalam dunia investasi saham. Pasalnya salah satu sektor yang menjadi favorit investor yaitu sektor properti menunjukkan kebangkitan sejak akhir tahun 2018 hingga artikel ini ditulis. Sektor properti menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sejak akhir tahun 2018 hingga kini. Oleh karena itu banyak investor mungkin bertanya-tanya apakah kenaikan ini ditopang oleh fundamental yang bagus atau hanya kenaikan sesaat saja. Pada artikel ini akan dibahas mengenai kenaikan harga saham-saham emiten properti di awal tahun 2019 ini.
Properti

Mark Dynamics Si Saham IPO yang Sudah Naik Pesat

Mark Dynamics (MARK) baru IPO pada Juli 2017 namun semenjak IPO harga sahamnya sudah naik pesat. Banyak saham IPO yang naik pesat namun tidak di back up oleh fundamental yang memadai dan akhirnya harganya akan turun secara besar-besaran. Untuk kasus saham MARK kenaikannya semenjak IPO ditopang oleh fundamental yang sangat bagus. Sebelum IPO Mark Dynamics sudah mencatatkan kinerja yang bagus dan hal itupun berlanjut hingga setelah IPO. Saham MARK sudah naik banyak semenjak IPO. Pada Juli 2017 saham MARK IPO di harga 250/lembar dan hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun harganya sudah mencapai 2000/lembar pada saat artikel ini ditulis yaitu Januari 2018. Berikut ini adalah analisa mengapa saham MARK ini bisa naik pesat dalam kurun waktu yang singkat:
Logo MARK

Minggu, 20 Januari 2019

Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya?

Jika anda memperhatikan harta kekayaan orang terkaya di dunia maka anda akan menyadari bahwa dari tahun ke tahun kekayaan orang-orang terkaya di dunia selalu meningkat. Salah satu misteri di dunia adalah mengenai penyebab orang kaya semakin kaya. Bahkan dalam sebuah penelitian kekayaan 1% teratas orang terkaya di dunia menguasai 99% kekayaan diseluruh dunia. Bayangkan saja kekayaan orang-orang terkaya di dunia mencapai milyaran dollar AS yang jika disetarakan oleh rupiah mencapai puluhan triliun rupiah. Bila anda sudah pernah membaca buku "Rich Dad Poor Dad" karya Robert T Kiyosaki mungkin anda sudah paham untuk menjawab pertanyaan ini namun di artikel ini akan menjelaskan kepada masyarakat umum dalam menjawab pertanyaan ini.
Orang Kaya Semakin Kaya

Sabtu, 19 Januari 2019

Tahun 2018 IHSG Hanyalah Mengalami Koreksi Biasa

Tahun 2018 menjadi tahun yang cukup buruk di pasar saham Indonesia, pasalnya indeks pasar saham Indonesia atau IHSG mengalami penurunan yang signifikan. Sejak dibuka di level 6366 pada Januari 2018 IHSG sempat menyentuh harga terendahnya di 5557 pada Juli 2018. Itu artinya di tahun 2018 IHSG sempat mengalami koreksi sebesar -12% yang merupakan koreksi dan bukanlah bear market karena nilainya tidak melebihi -20%. Sebagai gambaran, suatu pasar dinyatakan koreksi apabila sudah turun lebih dari -10% dan disebut bear market jika sudah turun lebih dari -20%. Oleh karena itu tahun 2018 ini pasar saham Indonesia lebih dapat dikatakan sebagai koreksi dan hanya sesaat karena setelah itu IHSG kembali naik dan rebound hingga menyentuh 6194 pada akhir tahun. Investor yang berani mengoleksi saham pada saat IHSG koreksi di pertengahan tahun mendapatkan keuntungan yang besar dan trader yang cutloss akan mengalami kerugian yang besar dan frustrasi karena pasar kembali naik. Berikut ini adalah poin-poin mengapa koreksi IHSG hanyalah hal yang biasa:
Analisa

Jumat, 18 Januari 2019

Investasi Saham Itu Mudah Bukannya Susah

Ketika orang-orang membicarakan mengenai investasi saham pasti yang ada dipikiran adalah investasi saham ribet harus analisa ini itu dan hanya orang jeniuslah yang bisa melakukannya. Pikiran-pikiran inilah yang dipikirkan orang awam yang belum pernah sama sekali mengenal investasi saham atau mencoba investasi saham. Padahal di dunia yang semakin canggih dan praktis ini investasi saham sangat mudah dan modal yang dikeluarkan pun sedikit saja. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kemudahan investasi saham:

Just Relax

Kamis, 17 Januari 2019

5 Resolusi Finansial di Tahun 2019

Di tahun yang baru kebanyakan orang memiliki resolusi baru untuk membenahi kehidupannya menjadi lebih baik. Kita berusaha untuk membuat masa depan untuk lebih baik dibandingkan dengan masa kini. Merubah masa depan menjadi lebih baik bisa dimulai dengan menata keuangan kita menjadi lebih baik. Keuangan pribadi merupakan hal yang wajib anda kontrol untuk mencapai tujuan finansial anda atau menghindari permasalahan yang berkaitan dengan keuangan. Berikut ini merupakan contoh lima resolusi finansial yang bisa menjadi acuan anda untuk menata keuangan anda:
Mengelola Keuangan

Selasa, 08 Januari 2019

3 Saham Dividen yang Bagus Dibeli Pada Januari 2019

Bulan Januari 2019 ini merupakan awal yang bagus untuk investasi saham. Hal itu karena kebanyakan investor akan memiliki resolusi tahun baru dan memiliki target investasi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu faktor penting adalah mengenai pergerakan saham keseluruhan yakni IHSG yang mengalami penurunan -2,8% dalam setahun terakhir. Itu merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk investor dalam menambah posisi saham-saham yang berkualitas untuk dipegang dalam jangka panjang. 

Dividen

Investor saham sebaiknya tenang karena penurunan IHSG di tahun 2018 tidak berpaku pada fundamental ekonomi melainkan karena faktor eksternal. Ekonomi Indonesia masih bertumbuh sehat pada angka 5,15% dengan inflasi yang terjaga di 3,1% yang merupakan indikator bahwa ekonomi Indonesia berkembang dengan sehat. Oleh karena itu ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh investor yang mampu melihatnya. Berikut ini adalah saham dividen yang bagus pada Januari 2018:

1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
BBRI
Bank Rakyat Indonesia merupakan bank terbesar yang menjangkau kredit mikro di Indonesia. Pada Q3 2018 BBRI membukukan penyaluran kredit yang meningkat sebesar +16,5% dan laba bersih yang meningkat sebesar +14,6%. Pertumbuhan tersebut diatas rata-rata industri perbankan nasional yang nilai kreditnya hanya meningkat 12,6%. BBRI sudah mengalami stock split sebesar 1:5 sehingga sahamnya menjadi lebih murah dalam angka nominal. Dalam 3 tahun terakhir saham BBRI sudah naik +80% jauh melebihi IHSG yang hanya naik +40%. BBRI selalu memberikan dividen yang meningkat seiring berjalannya waktu. Di harga 3700 saham BBRI memiliki valuasi PER sebesar 14,4 dan PBV sebesar 2,5 serta memberikan dividen yield sebesar 2,9% yang cukup lumayan dalam industri perbankan.

2. Panca Budi Idaman (PBID)
PBIDPBID merupakan emiten yang baru IPO pada Desember 2017 kendati demikian saham PBID sudah naik sebesar +33% semenjak IPO di harga 850. Hal itu sejalan dengan perkembangan bisnisnya yang meningkat cukup pesat. Pada Q3 2018 PBID membukukan pendapatan yang meningkat sebesar +24% dan laba bersih +48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Di tahun 2019 ini manajemen PBID memproyeksikan bahwa bisnisnya akan bertumbuh sebesar 15% yang dapat menjadi acuan pertumbuhan di tahun ini. Di harga 1130 saham PBID memiliki valuasi PER sebesar 6,4 dan PBV sebesar 1,4 yang terlihat sangat murah di harga ini. Saham PBID juga telah memberikan dividen sebesar Rp 43/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 3,8% di harga tersebut dan kemungkinan nilai dividennya akan meningkat karena bisnisnya berkembang.

3. Wom Finance (WOMF)
WOMFIndustri multifinance mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir dan tidak terkecuali terjadi pada Wom Finance. Harga sahamnya telah meningkat lebih dari +300% dalam 3 tahun terakhir. Hal itu karena terdapat perbaikan kinerja dan fundamental pada Wom Finance. Pada Q3 2018 pendapatannya naik +26% dan laba bersihnya juga naik lebih pesat +50%. Di tahun 2019 ini manajemen mematok pertumbuhan sebesar 20% dan ini menjadi katalis positif pada WOMF. Di harga 314 WOMF memiliki valuasi PER sebesar 5,4 dan PBV sebesar 1 yang terlihat sangat undervalue. Di tahun 2018 manajemen WOMF mulai membagikan dividen dan di harga tersebut nilai dividen yieldnya adalah sebesar 4,9%.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Senin, 07 Januari 2019

Outlook Makro Ekonomi Indonesia di Tahun 2019

Tahun 2018 merupakan tahun yang cukup berat dalam investasi saham karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang cukup besar. Di tahun 2018 IHSG turun dari posisi tertingginya di 6680 ke titik terendahnya di 5640 yang artinya terkoreksi sebesar -15,5%. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, pelemahan nilai tukar Rupiah dan krisis ekonomi pada negara-negara berkembang menjadi penyebab katalis negatifnya. Namun sebenarnya penurunan IHSG di tahun 2018 merupakan sebuah peluang karena hal tersebut tidak berkaitan dengan fundamental perekonomian Indonesia. Di tahun 2018 ekonomi Indonesia diproyeksi tumbuh sehat sebesar 5,15% dan laju inflasi juga terkendali di angka 3,1% sehingga penurunan IHSG bukan merupakan faktor yang didasari oleh internal melainkan eksternal yang tidak berdampak signifikan pada perekonomian Indonesia. Berikut ini adalah ulasan mengenai proyeksi ekonomi Indonesia di tahun 2019:
Ekonomi Indonesia