Senin, 11 November 2019

Pemerintah Menaikkan UMP sebesar 8,51%, Ini Daftarnya

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi ( UMP) tahun 2020 sebesar 8,51 persen. Dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019, kenaikan 8,51 persen itu berlaku untuk seluruh provinsi RI. Dalam surat edaran itu juga disebutkan, angka 8,51 persen didasarkan pada data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional 2019.


Minggu, 10 November 2019

Baru Saja Mengeluarkan Teknologi 5G China Sedang Mengembangkan 6G

China telah secara resmi meluncurkan pekerjaan penelitian dan pengembangan untuk jaringan seluler 6G, yang baru saja meluncurkan 5G. Kementerian Sains dan Teknologi mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting Rabu, bahwa mereka akan membentuk dua kelompok kerja untuk melaksanakan tugas tersebut.

China 6G

Sudah 30 Tahun Sejak Runtuhnya Tembok Berlin Namun Perbedaan Ekonomi Masih Terlihat

Lauchhammer, Jerman - Tiga dekade setelah jatuhnya Tembok Berlin dan penyatuan kembali setelahnya, lebih banyak orang Jerman pulang ke Timur. Sekarang, kota-kota kecil bekas wilayah Komunis di negara itu berusaha untuk memikat penduduk baru untuk melawan populasi yang menua, kekurangan pekerja terampil dan pertumbuhan ekonomi yang mandek.

Jatuhnya Tembok Berlin

Sabtu, 09 November 2019

Pengertian Indeks IDX 30

Tentu hampir semua investor mengenal dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) namun banyak yang belum mengenal tentang indeks IDX30. Indeks IDX30 diluncurkan pada tahun 2012 dan merupakan indeks yang terdiri dari 30 saham terbaik dari indeks LQ45. Jadi indeks IDX30 ini merupakan komponen dari indeks LQ45 yang artinya saham di IDX30 sudah pasti ada di LQ45 namun saham LQ45 belum tentu ada di IDX30. Saham di IDX30 merupakan pilihan terbaik setelah menyisihkan 15 perusahaan emiten LQ45. Oleh karena itu indeks IDX30 banyak dijadikan dalam acuan berinvestasi.

China Mengatakan Setuju Dengan Amerika Serikat Untuk Membatalkan Perang Dagang Secara Bertahap

Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Kamis bahwa Beijing telah sepakat dengan Washington untuk membatalkan perang tarif perdagangan yang ada antara kedua negara secara bertahap.

US China

"Selama dua minggu terakhir, kedua tim negosiasi melakukan diskusi yang serius dan konstruktif dan setuju untuk menghapus bea tambahan yang dikenakan pada produk masing-masing dalam fase yang berbeda setelah mereka membuat kemajuan dalam mencapai kesepakatan," Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan China , briefing mingguan dalam bahasa Cina.

Jumat, 08 November 2019

Forbes Mengeluarkan Daftar 10 Orang Terkaya di Cina

Jack Ma, pendiri Alibaba Group, berada di puncak Forbes China Rich List untuk tahun kedua yang berjalan pada 2019. Ma, yang mengundurkan diri sebagai ketua raksasa teknologi China pada bulan September, melihat kekayaannya naik menjadi $ 38,2 miliar pada tahun 2019, dari $ 34,6 miliar pada tahun 2018.


"Pertumbuhan ekonomi Tiongkok mungkin mereda tetapi pengusaha yang cerdas di negara itu terus menemukan cara untuk menciptakan bisnis dan kekayaan baru," kata Russell Flannery, kepala editor Forbes China. "Akses ke pasar modal juga sangat membantu."

CEO McDonald Bisa Dipecat Karena Masalah Sepele

Posisi tinggi dan kinerja bagus ternyata tidak serta merta membuat kedudukan aman. Hal itulah yang dialami oleh mantan CEO perusahaan fast food terbesar di dunia yaitu McDonald. Pemecatan mendadak kepala eksekutif McDonald, Steve Easterbrook, selama akhir pekan menyoroti bagaimana bahkan hubungan konsensus antara manajer dan bawahan mendapat pengawasan yang lebih besar.

Easterbrook CEO McDonald

Kamis, 07 November 2019

Rencana Gojek Melantai di Bursa Saham

Gojek berencana untuk melakukan penawaran saham kepada publik umum yang sering disebut dengan Initial Public Offering (IPO). Ekspansi yang pesat membuat Gojek memerlukan dana yang besar untuk melanjutkan perkembangan bisnisnya. Oleh karena itu opsi menawarkan saham kepada publik menjadi lebih nyata karena dana yang dapat diraup dari bursa efek sangatlah besar. Rencana IPO Gojek menjadi salah satu trending dalam berita investasi di Indonesia oleh karena itu dalam artikel ini akan dibahas mengenai poin-poin penting dalam rencana IPO Gojek.

Logo Gojek Baru

Rencana Arab Saudi Menaikkan Harga Minyak

Daripada mengajukan pemotongan yang lebih dalam, produsen dan pemimpin de facto terbesar OPEC Arab Saudi akan menekan negara anggota yang tidak patuh untuk sejalan dengan kuota mereka, tetapi tetap akan mencari harga minyak yang lebih tinggi menjelang IPO Aramco yang diharapkan pada bulan Desember .

Minyak Saudi

Kisah Investasi Bagaimana Anne Scheiber Menghasilkan $22 Juta Dari Investasi

Anne Scheiber, seorang agen IRS, menghasilkan $22 Juta kekayaan (nilai ini dikoreksi terhadap inflasi karena Anne Scheiber meninggal di tahun 1995) yang mana baru diketahui setelah dirinya meninggal. Jutawan rahasia seperti Scheiber seringkali mempraktekkan investasi di saham bernilai, investasi di saham dividen dan investasi secara pasif. Bergantung pada keadaan dan sifatnya, dia dan investor seperti dirinya cenderung berfokus pada kepemilikan jangka panjang dan jarang berpindah saham untuk mengurangi biaya transaksi dan mendapatkan pajak yang efektif, tidak mempedulikan market timing dan fokus pada fundamental.

Anne Scheiber

Rabu, 06 November 2019

Soft Bank Rugi Besar di Q3 2019 Ini

Perusahaan investasi raksasa Jepang, SoftBank Group Corp jatuh pada hari Rabu ke kerugian kuartalan yang jauh lebih besar dari perkiraan analis, terpukul oleh jatuhnya penilaian beberapa perusahaan teknologi terbesarnya seperti WeWork dan Uber Technologies.

Masayoshi Son Mempresentasikan Vision Fund

Pertumbuhan Ekonomi Q3 2019 Melambat

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada Q3 2019 ini hanya mencapai 5,02%. Padahal pada Q2 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,05%. Ditambah lagi hal itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, tercatat pertumbuhan ekonomi pada Q3 2018 adalah sebesar 5,17%. Hal ini tentu saja menambah efek penurunan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lantas apa penyebabnya?

Pertumbuhan Ekonomi

Investasi Saham Itu Mudah Namun Anda Perlu Mempelajari Ilmunya

Banyak orang berpikir bahwa investasi saham merupakan hal yang sulit dilakukan dan membutuhkan modal yang besar. Hal itu hanyalah mitos belaka karena anda hanya memerlukan modal yang cukup kecil dalam memulai investasi saham. Modal yang kecil tersebut bisa anda tambahkan seiring berjalannya waktu. Disini bukanlah perkara modal besar atau kecil untuk mendapatkan keuntungannya namun ilmu dan strategi dalam mendapatkannya. Banyak orang yang baru memulai berinvestasi saham memang merasakan bahwa investasi saham sangat mudah karena mereka hanya menentukan kapan membeli dan kapan menjual sahamnya. Namun pada kenyataannya seiring berjalannya waktu mereka akan merasakan turbulensi pasar dan menderita kerugian. Akhirnya mereka merasa bahwa berinvestasi saham sangatlah susah dan kapok berinvestasi. Namun sekali lagi, investasi saham itu mudah mereka hanya salah dalam menggunakan strategi dan kurang pengalaman. Berikut ini merupakan konsep penting untuk sukses dalam berinvestasi saham:

Konsep

Kinerja Bank BUMN Pada Q3 2019

Pada Q3 2019 ini sepertinya merupakan periode yang berat bagi beberapa bank BUMN besar yang terdiri dari Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN). Beberapa kinerja bank besar BUMN berjalan melambat sedangkan terdapat juga bank yang berkinerja cukup bagus. Sejatinya bank BUMN merupakan panutan bagi perbankan nasional sehingga layak untuk dilihat kinerjanya. Dalam artikel ini akan dibahas kinerja bank-bank besar BUMN pada Q3 2019 (BBTN masih tidak ditampilkan karena laporan keuangannya belum keluar (ditelaah secara terbatas) dan akan diupdate pada artikel ini di kemudian hari setelah keluar).

Bank BUMN

Selasa, 05 November 2019

Saham BTPN Syariah (BTPS) Melanjutkan Momentum?

Anak perusahaan Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) memiliki anak perusahaan yang bernama BTPN Syariah (BTPS). Sesuai namanya BTPN Syariah bergerak dalam perbankan syariah yang baru-baru ini menjadi lebih trending. BTPS sendiri baru IPO dan tercatat pada pasar saham IDX pada tanggal 8 Mei 2018 sehingga baru setahun BTPS melantai di bursa. Kendati demikian saham BTPS sudah naik dengan sangat pesat semenjak IPO. BTPS IPO pada harga 975 dan pada November 2019 harganya telah mencapai 3800-an yang artinya saham BTPS sudah naik sebesar 290% dalam kurang dari 2 tahun. Seringkali memang banyak saham yang mengalami kenaikan besar setelah IPO namun seringkali juga bahwa nilai kenaikan tersebut tidak dibarengi oleh kenaikan kualitas fundamentalnya. Akibatnya banyak saham IPO yang kemudian bergerak turun ke titik awalnya. Sedangkan uniknya pada BTPS adalah ceritanya tidak demikian, kenaikan saham BTPS mengikuti kenaikan nilai fundamentalnya yang terlihat cukup menjanjikan. Berikut ini adalah ulasan mengenai saham BTPS.

Senin, 04 November 2019

Buy and Hold Mengalahkan Trading

Trading saham terlihat mudah dan menguntungkan, anda hanya tinggal melihat chart atau grafik lalu menentukan kapan waktu membeli dan menjual serta titik masuk dan titik keluarnya. Namun pada kenyataannya hal itu lebih mudah dibayangkan dibandingkan dipraktekkan. Kebanyakan orang justru mengalami kegagalan dalam metode trading. Hal itu karena mereka hanya fokus kepada satu indikator saja yaitu chart atau grafik. Padahal dunia saham tidaklah semudah itu karena dibalik pergerakan harga saham terdapat cerita unik dari perusahaan dibalik kode sahamnya. Dalam sejarah membeli dan menahan saham jauh lebih baik dibandingkan dengan trading dalam jangka pendek. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa buy and hold lebih baik dibandingkan trading:

5 Nasehat Dari Warren Buffett Tentang Keuangan

Warren Buffett merupakan orang yang bijak dalam hal bisnis, investasi dan keuangan. Beliau merupakan orang yang hebat dalam mengelola keuangan dan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu orang terkaya di dunia meskipun waktu terus berjalan. Oleh karena itu kita perlu mendengarkan dan mendapatkan pengetahuan mengenai keuangan dari beliau agar kita mampu menjaga dan mengembangkan kondisi keuangan kita menjadi lebih baik. Dalam artikel ini akan dijelaskan lima nasehat Warren Buffett mengenai keuangan beserta maksudnya:

4 Alasan Orang Tidak Berinvestasi dan Cara Mengatasinya

Investasi adalah salah satu hal yang perlu kita ketahui dan lakukan namun terdapat berbagai macam alasan untuk tidak melakukannya. Seringkali umum terdengar berbagai macam alasan untuk tidak melakukan investasi dan kenapa oke-oke saja untuk tidak memulai secepat mungkin. Berbagai macam laporan mengatakan bahwa banyak orang tidak memiliki aset yang diinvestasikan di pasar saham.
Keputusan Investasi

Dengan lebih banyak orang yang bekerja hingga usia pensiun yang lebih banyak, ini sangatlah penting untuk mengerti kenapa anda harus memulai investasi sekarang apabila belum melakukannya. Realitanya adalah bila anda berinvestasi dengan cukup ketika masih muda, anda akan dapat menikmati masa-masa pensium yang diinginkan ketika pada saat menginginkannya. 

Kamis, 21 Februari 2019

3 Cara Memanfaatkan Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi dunia secara konsisten terus tumbuh dan berkembang dan tidak terkecuali di Indonesia. Semenjak krisis moneter 1998 ekonomi Indonesia secara konsisten bertumbuh. Hal itu menciptakan berbagai macam peluang bagi orang-orang yang dapat dan ingin mendapatkan keuntungannya. Namun sayangnya kebanyakan orang tidak tahu ataupun tidak mau memanfaatkan peluang tersebut. Hal ini sangat disayangkan karena peluang-peluang bagus selalu tercipta pada kondisi ekonomi yang baik dan bertumbuh. Oleh karena itu pada artikel ini saya akan membahas bagaimana cara mendapatkan peluang dari pertumbuhan ekonomi yang ada.

Pertumbuhan

Jumat, 08 Februari 2019

Amazon Saham yang Naik 1000 Kali Dalam 20 Tahun

Nama Amazon saat ini tidaklah asing di telinga kita. Perlu diketahui bahwa yang dimaksud disini adalah perusahaan dengan nama Amazon dan bukan hutan Amazon. Amazon merupakan retailer e-commerce terbesar di dunia saat ini yang didirikan oleh Jeff Bezos di tahun 1994 di umur 30 tahun. Lalu di tahun 1997 Amazon Go Public di NASDAQ dengan kode saham AMZN dan sahamnya bisa diperdagangkan oleh investor publik. Yang unik dari Amazon di mata investor adalah sahamnya sudah naik lebih dari 1000 kali hanya dalam waktu 20 tahun. Bila ada investor yang menanamkan modal $1000 saja maka hasilnya adalah sebesar $1.000.000 dalam 20 tahun investasi dan menjadi millionaire. Sangat jarang sekali ada perusahaan yang memberikan imbal hasil ribuan kali atau ratusan ribu persen hanya dalam waktu 20 tahun namun Amazon mampu memberikannya. Berikut ini adalah kisah perusahaan Amazon dan sahamnya yang naik secara besar-besaran.

Amazon

Selasa, 05 Februari 2019

Hal yang Dapat Dipelajari Dari Shutdown Amerika Serikat

Dunia dibuat kaget oleh pemberitaan ditutupnya pemerintahan Amerika Serikat. Tutupnya pemerintahan Amerika Serikat sudah berlangsung sejak 22 Desember 2019 hingga Januari 2019 pada saat artikel ini ditulis. Penutupan pemerintahan Amerika Serikat merupakan hasil dari ketidaksepakatan antara Donald Trump dengan Parlemen (terutama dari Partai Democrat) tentang anggaran biaya pembuatan tembok yang membatasi perbatasan Meksiko. Pembuatan Tembok Meksiko merupakan salah satu janji Donald Trump dalam kampanyenya sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat. Donald Trump berjanji untuk membuatkan tembok yang membatasi Meksiko agar melindungi negaranya dari para imigran yang bisa masuk secara ilegal.

US Shutdown

Penutupan pemerintahan di Amerika Serikat membuat ratusan ribu pegawai pemerintah terkena dampaknya. Mereka tidak menerima gaji mereka selama satu bulan karena ditutupnya pemerintahan. Hal ini membuat banyak unjuk rasa untuk menghentikan shut down tersebut dan menuntut gaji mereka segera dibayarkan. Penutupan Pemerintahan di Amerika Serikat memberikan banyak hal yang dipelajari yaitu:

Minggu, 03 Februari 2019

Investasilah di Reksadana Saham Jika Tidak Mengerti Saham

Berinvestasi saham tidak selalu harus mengetahui cara menganalisa saham. Di era yang modern saat ini investasi semakin mudah dengan adanya reksadana. Investasi di reksadana memiliki keunggulan dimana kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan cara analisa saham dan mengikuti perkembangan pasar. Anda hanya perlu membeli reksadana saham secara rutin setiap bulan dan seiring berjalannya waktu nilai portofolio investasi reksadana anda akan berkembang dari deposit dan peningkatan harga saham yang ada di unit reksadana tersebut. Hal ini terutama sangatlah bagus untuk investor yang baru dan masih awam. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kelebihan reksadana untuk investor yang awam.
Manajer Investasi

Selasa, 29 Januari 2019

Investasi Dengan Modal yang Sedikit Tidak Masalah

Banyak orang ragu atau menunda memulai berinvestasi karena mereka berpikir bahwa investasi membutuhkan modal yang besar. Nyatanya investasi terutama saham hanya membutuhkan nilai investasi yang kecil. Di era yang modern ini anda hanya perlu beberapa juta saja dan sudah bisa memulai berinvestasi saham. Banyak juga yang meremehkan modal kecil dalam berinvestasi saham karena katanya keuntungannya akan kecil juga. Hal tersebut memang benar adanya, jika modal anda kecil maka hasilnya juga akan kecil karena dalam investasi kita menggunakan persentase. Namun yang perlu dilihat disini adalah modal anda saat ini memanglah kecil namun itu bukan berarti modal anda akan terus menerus kecil. Anda dapat memperbesarnya seiring berjalannya waktu. Dalam artikel ini akan dibahas mengapa berinvestasi dengan modal yang kecil tidaklah bermasalah.

Modal Kecil

Senin, 28 Januari 2019

Misi Utama Investor Retail Adalah Menemukan Permata Terpendam

Bila ada sebuah ajaran mengenai bagaimana investor retail berinvestasi maka satu hal yang penting untuk dilakukan adalah menemukan saham yang seperti permata terpendam atau dalam bahasa Inggris disebut hidden gems. Banyak investor retail yang lebih suka untuk berinvestasi pada saham-saham yang populer di pasar saham yang dikategorikan sebagai blue chip atau aman dalam jangka panjang. Bila anda merupakan salah satu yang berpikiran demikian anda harus merubah pola pikir anda. Itu karena potensi terbesar dari pasar saham yang sebenarnya ada pada saham-saham yang potensial namun diabaikan oleh pasar atau seperti permata yang terpendam karena terpendam dalam orang-orang tidak mengetahuinya. Menemukan permata terpendam adalah kunci kesuksesan investor retail dalam berinvestasi.
Permata Terpendam

Minggu, 27 Januari 2019

IMF Memangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia di Tahun 2019

Baru-baru ini ada berita yang patut untuk diperhatikan dalam berinvestasi yaitu datang dari IMF (International Monetary Fund). IMF melakukan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2019 dan tahun 2020. Pemangkasan ini terjadi sebagai akibat dari perlambatan ekonomi dunia yang terjadi di berbagai macam negara terutama negara-negara besar seperti Cina, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang. Ekonomi dunia diprediksi lebih melambat namun akan mengalami akselerasi di tahun 2020. Berikut ini adalah ulasan mengenai opini IMF terhadap proyeksi ekonomi dunia di masa mendatang:

IMF

Sabtu, 26 Januari 2019

3 Cara Berinvestasi Pada Diri Sendiri

Dalam sebuah artikel saya menunjukkan bahwa berinvestasi pada diri sendiri merupakan investasi yang memberikan imbal hasil terbaik. Terdapat banyak cara untuk berinvestasi pada diri sendiri dan kebanyakan orang tidak mengerti atau mengerti namun tidak disiplin dalam menjalankannya. Investasi pada diri sendiri merupakan hal yang terbaik yang anda dapat lakukan dalam hidup anda. Salah satu bentuk investasi diri sendiri yang orang lakukan pada umumnya adalah pendidikan formal. Berikut ini adalah macam-macam investasi pada diri sendiri:

Belajar Mandiri

Berinvestasi Pada Diri Sendiri Lebih Baik

Kebanyakan orang berpikir bahwa berinvestasi haruslah membeli instrumen investasi seperti properti, surat utang, saham, komoditas seperti emas dll. Kendati barang-barang tersebut merupakan sebuah investasi namun investasi yang terbaik ada pada diri anda sendiri. Bayangkan saja sangatlah percuma modal yang besar dalam investasi jika anda tidak mampu mengelolanya maka modal anda akan hilang dengan cepat. Berinvestasi pada diri sendiri itu berarti anda membuat diri anda lebih baik di masa depan. Salah satu contoh investasi diri sendiri yang paling umum adalah menjalani pendidikan formal di sekolah. Ketika anda bersekolah anda sudah melakukan sebuah investasi pada diri anda sendiri untuk membuat diri anda lebih baik di masa depan. Banyak orang menganggap sekolah adalah hal yang wajib dilakukan karena memang hal tersebut benar, sekolah merupakan salah satu bentuk investasi pada diri sendiri yang memberikan kehidupan makmur bagi kebanyakan orang secara umum.
Membaca

Jumat, 25 Januari 2019

Investasi Saham Versus Investasi Properti

Mungkin ada banyak orang yang ragu berinvestasi saham karena imbal hasilnya yang tidak pasti dan faktor risikonya yang tinggi. Berinvestasi properti lebih menarik di mata orang pada umumnya karena banyak yang berhasil dalam meraih keuntungan berinvestasi properti dan wujudnya yang nyata. Sedangkan di saham masih belum banyak yang sukses berinvestasi kendati terdapat salah satu tokoh investasi saham yang berhasil yaitu Lo Kheng Hong dan nilai wujud saham yang terlihat tidak nyata. Oleh karena itu jika disuruh memilih pasti banyak orang yang lebih memilih untuk berinvestasi di properti dibandingkan di saham, bagaimana tidak properti yang anda miliki bisa anda tinggali atau sewakan untuk mendapatkan pemasukan. Dalam artikel ini dibahas kelebihan dan kekurangan pada masing-masing instrumen investasi ini:
Saham vs Properti

Kerugian Membeli Saham yang Tidak Likuid

Tidak semua saham di Bursa Efek Indonesia bagus, sebagian saham ada yang tidak bagus salah satu jenisnya adalah saham yang tidak likuid. Saham yang tidak likuid merupakan saham yang ditransaksikan dengan jumlah volume yang kecil. Oleh karena volumenya kecil maka jumlah bid dan offernya juga relatif kecil. Akibatnya saham yang tidak likuid jarang ditransaksikan atau ditransaksikan dalam jumlah yang kecil. Membeli saham yang tidak likuid memiliki segudang permasalahan. Dalam artikel ini akan membahas mengenai kerugian membeli saham yang tidak likuid
Aset Beku

Kamis, 24 Januari 2019

Ekonomi Cina Terus Melambat Hingga Akhir 2018

Perekonomian Cina terus mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2010 ekonomi Cina terus mengalami penurunan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Di tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Cina masih tercatat tumbuh 12% lalu mengalami penurunan secara konsisten hingga ke angka 6,5% di tahun 2018 kemarin. Di tahun 2018 ini pertumbuhan ekonomi Cina secara konsisten menurun. Tercatat pertumbuhan ekonomi Cina pada Q1 2018 sebesar 6,8% namun terus menunjukkan penurunan pada kuartal berikutnya yaitu Q2 2018 sebesar 6,7%, Q3 2018 sebesar 6,5% dan Q4 2018 sebesar 6,4%. Meskipun masih termasuk pesat karena diatas pertumbuhan 5% namun perlambatan ekonomi Cina menyebabkan keresahan tersendiri. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai penyebab perlambatan ekonomi Cina dalam beberapa tahun terakhir:

Ekonomi Cina Melambat

Perbedaan Hutang yang Baik dan Hutang yang Buruk

Di era yang modern ini semua pembelian yang mahal dapat diselesaikan secara hutang. Jenis hutang menurut produktivitasnya dibagi menjadi dua yaitu hutang yang produktif (baik) dan hutang yang tidak produktif (buruk). Meskipun terdapat dua jenis hutang namun kebanyakan orang memiliki dan memilih hutang yang berkategori hutang yang tidak produktif (buruk). Memiliki hutang yang buruk dapat membebani finansial anda dan sebaiknya anda mengurangi atau malah menghindari hutang yang masuk dalam kategori buruk. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai perbedaan kedua jenis hutang ini.
Dilema hutang

Rabu, 23 Januari 2019

10 Year Challenge Investasi Saham

Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan adanya "10 year challenge" yaitu sebuah tantangan untuk membandingkan keadaan yang sekarang dengan keadaan pada 10 tahun yang lalu. Banyak meme-meme yang menghibur dimana keadaan 10 tahun yang lalu tidaklah berbeda dengan yang sekarang yaitu dulu hidup susah dan sekarang masih saja tetap susah. Selagi ada trending 10 year challenge maka saya juga ingin memberikan 10 year challenge pada investasi saham, dimana bila anda berinvestasi saham pada 10 tahun yang lalu hasilnya sangatlah besar di masa sekarang. Berikut ini adalah ulasannya:
Chart IHSG
IHSG Selalu Menunjukkan Kenaikan Dalam Jangka Panjang
Sumber: Investing.com

Bila Anda Ingin Bebas Finansial Maka Anda Harus Berinvestasi

Bebas finansial merupakan dambaan setiap orang namun hanya sedikit yang mampu mewujudkannya. Hal itu karena butuh pengorbanan untuk dapat mewujudkan status bebas finansial dimana anda tidak perlu bekerja secara full time untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup. Sejatinya investasi merupakan sebuah pengorbanan untuk mendapatkan nilai yang lebih baik di masa depan dengan risiko bahwa masa depan tersebut tidaklah seperti yang diharapkan. Oleh karena adanya pengorbanan tersebut maka banyak orang yang tidak ingin berinvestasi dan hanya ingin mendapatkan kesenangan sesaat. Tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai kesuksesan jika anda memulainya dalam keadaan yang belum sukses. Kesuksesan diraih dengan tindakan yang kontinyu dan selangkah demi selangkah. Begitupula dengan meraih kebebasan finansial, maka anda harus memulainya dari langkah yang pertama.

Bebas Investasi

Selasa, 22 Januari 2019

Reboundnya Saham Emiten Perbankan BUMN di Akhir 2018

Di tahun 2018 merupakan tahun yang cukup sulit dalam investasi saham karena IHSG sempat turun belasan persen dari awal tahun sebelum akhirnya kembali merangkak naik di akhir tahun. Hal itu juga terjadi pada saham emiten perbankan terutama saham emiten perbankan BUMN. Saham emiten perbankan BUMN juga mengalami penurunan yang signifikan dari awal tahun hingga pertengahan tahun 2018. Namun setelah mengalami penurunan yang signifikan saham emiten perbankan kembali naik dari pertengahan tahun hingga akhir tahun 2018. Investor yang membeli di awal tahun 2018 dan menjualnya di akhir tahun 2018 (cut loss) akan mengalami frustrasi karena harga saham emiten perbankan BUMN kembali naik dari pertengahan tahun hingga artikel ini ditulis. Turunnya harga saham emiten perbankan BUMN adalah hal yang wajar dan berikut ini adalah analisanya:

Bank

Pentingnya Diversifikasi Dalam Investasi Saham

Banyak orang yang tidak paham dalam konsep investasi saham dan mereka lebih tidak paham lagi dengan konsep diversifikasi. Diversifikasi merupakan tindakan membagi modal kedalam beberapa jenis investasi untuk meminimalisasi risiko jika terjadi kesalahan atau realita yang tidak sesuai ekspektasi. Seringkali seorang investor hanya memiliki 1 atau 2 saham saja dan menambah posisinya seiring berjalannya waktu. Hal ini sangatlah tidak bagus untuk dijalankan karena bisa saja antara 1 atau 2 saham tersebut tidaklah sejalan dengan ekspektasi yang diinginkan. Meskipun lebih menghasilkan jika harga sahamnya naik tinggi namun tidak berdiversifikasi memiliki risiko tersendiri.
Diversifikasi

Senin, 21 Januari 2019

Saham Properti Bangkit Di Awal Tahun 2019

Awal tahun 2019 menjadi salah satu tahun yang menarik dalam dunia investasi saham. Pasalnya salah satu sektor yang menjadi favorit investor yaitu sektor properti menunjukkan kebangkitan sejak akhir tahun 2018 hingga artikel ini ditulis. Sektor properti menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sejak akhir tahun 2018 hingga kini. Oleh karena itu banyak investor mungkin bertanya-tanya apakah kenaikan ini ditopang oleh fundamental yang bagus atau hanya kenaikan sesaat saja. Pada artikel ini akan dibahas mengenai kenaikan harga saham-saham emiten properti di awal tahun 2019 ini.
Properti

Mark Dynamics Si Saham IPO yang Sudah Naik Pesat

Mark Dynamics (MARK) baru IPO pada Juli 2017 namun semenjak IPO harga sahamnya sudah naik pesat. Banyak saham IPO yang naik pesat namun tidak di back up oleh fundamental yang memadai dan akhirnya harganya akan turun secara besar-besaran. Untuk kasus saham MARK kenaikannya semenjak IPO ditopang oleh fundamental yang sangat bagus. Sebelum IPO Mark Dynamics sudah mencatatkan kinerja yang bagus dan hal itupun berlanjut hingga setelah IPO. Saham MARK sudah naik banyak semenjak IPO. Pada Juli 2017 saham MARK IPO di harga 250/lembar dan hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun harganya sudah mencapai 2000/lembar pada saat artikel ini ditulis yaitu Januari 2018. Berikut ini adalah analisa mengapa saham MARK ini bisa naik pesat dalam kurun waktu yang singkat:
Logo MARK

Minggu, 20 Januari 2019

Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya?

Jika anda memperhatikan harta kekayaan orang terkaya di dunia maka anda akan menyadari bahwa dari tahun ke tahun kekayaan orang-orang terkaya di dunia selalu meningkat. Salah satu misteri di dunia adalah mengenai penyebab orang kaya semakin kaya. Bahkan dalam sebuah penelitian kekayaan 1% teratas orang terkaya di dunia menguasai 99% kekayaan diseluruh dunia. Bayangkan saja kekayaan orang-orang terkaya di dunia mencapai milyaran dollar AS yang jika disetarakan oleh rupiah mencapai puluhan triliun rupiah. Bila anda sudah pernah membaca buku "Rich Dad Poor Dad" karya Robert T Kiyosaki mungkin anda sudah paham untuk menjawab pertanyaan ini namun di artikel ini akan menjelaskan kepada masyarakat umum dalam menjawab pertanyaan ini.
Orang Kaya Semakin Kaya

Sabtu, 19 Januari 2019

Tahun 2018 IHSG Hanyalah Mengalami Koreksi Biasa

Tahun 2018 menjadi tahun yang cukup buruk di pasar saham Indonesia, pasalnya indeks pasar saham Indonesia atau IHSG mengalami penurunan yang signifikan. Sejak dibuka di level 6366 pada Januari 2018 IHSG sempat menyentuh harga terendahnya di 5557 pada Juli 2018. Itu artinya di tahun 2018 IHSG sempat mengalami koreksi sebesar -12% yang merupakan koreksi dan bukanlah bear market karena nilainya tidak melebihi -20%. Sebagai gambaran, suatu pasar dinyatakan koreksi apabila sudah turun lebih dari -10% dan disebut bear market jika sudah turun lebih dari -20%. Oleh karena itu tahun 2018 ini pasar saham Indonesia lebih dapat dikatakan sebagai koreksi dan hanya sesaat karena setelah itu IHSG kembali naik dan rebound hingga menyentuh 6194 pada akhir tahun. Investor yang berani mengoleksi saham pada saat IHSG koreksi di pertengahan tahun mendapatkan keuntungan yang besar dan trader yang cutloss akan mengalami kerugian yang besar dan frustrasi karena pasar kembali naik. Berikut ini adalah poin-poin mengapa koreksi IHSG hanyalah hal yang biasa:
Analisa

Jumat, 18 Januari 2019

Investasi Saham Itu Mudah Bukannya Susah

Ketika orang-orang membicarakan mengenai investasi saham pasti yang ada dipikiran adalah investasi saham ribet harus analisa ini itu dan hanya orang jeniuslah yang bisa melakukannya. Pikiran-pikiran inilah yang dipikirkan orang awam yang belum pernah sama sekali mengenal investasi saham atau mencoba investasi saham. Padahal di dunia yang semakin canggih dan praktis ini investasi saham sangat mudah dan modal yang dikeluarkan pun sedikit saja. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kemudahan investasi saham:

Just Relax

Kamis, 17 Januari 2019

5 Resolusi Finansial di Tahun 2019

Di tahun yang baru kebanyakan orang memiliki resolusi baru untuk membenahi kehidupannya menjadi lebih baik. Kita berusaha untuk membuat masa depan untuk lebih baik dibandingkan dengan masa kini. Merubah masa depan menjadi lebih baik bisa dimulai dengan menata keuangan kita menjadi lebih baik. Keuangan pribadi merupakan hal yang wajib anda kontrol untuk mencapai tujuan finansial anda atau menghindari permasalahan yang berkaitan dengan keuangan. Berikut ini merupakan contoh lima resolusi finansial yang bisa menjadi acuan anda untuk menata keuangan anda:
Mengelola Keuangan

Selasa, 08 Januari 2019

3 Saham Dividen yang Bagus Dibeli Pada Januari 2019

Bulan Januari 2019 ini merupakan awal yang bagus untuk investasi saham. Hal itu karena kebanyakan investor akan memiliki resolusi tahun baru dan memiliki target investasi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu faktor penting adalah mengenai pergerakan saham keseluruhan yakni IHSG yang mengalami penurunan -2,8% dalam setahun terakhir. Itu merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk investor dalam menambah posisi saham-saham yang berkualitas untuk dipegang dalam jangka panjang. 

Dividen

Investor saham sebaiknya tenang karena penurunan IHSG di tahun 2018 tidak berpaku pada fundamental ekonomi melainkan karena faktor eksternal. Ekonomi Indonesia masih bertumbuh sehat pada angka 5,15% dengan inflasi yang terjaga di 3,1% yang merupakan indikator bahwa ekonomi Indonesia berkembang dengan sehat. Oleh karena itu ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh investor yang mampu melihatnya. Berikut ini adalah saham dividen yang bagus pada Januari 2018:

1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
BBRI
Bank Rakyat Indonesia merupakan bank terbesar yang menjangkau kredit mikro di Indonesia. Pada Q3 2018 BBRI membukukan penyaluran kredit yang meningkat sebesar +16,5% dan laba bersih yang meningkat sebesar +14,6%. Pertumbuhan tersebut diatas rata-rata industri perbankan nasional yang nilai kreditnya hanya meningkat 12,6%. BBRI sudah mengalami stock split sebesar 1:5 sehingga sahamnya menjadi lebih murah dalam angka nominal. Dalam 3 tahun terakhir saham BBRI sudah naik +80% jauh melebihi IHSG yang hanya naik +40%. BBRI selalu memberikan dividen yang meningkat seiring berjalannya waktu. Di harga 3700 saham BBRI memiliki valuasi PER sebesar 14,4 dan PBV sebesar 2,5 serta memberikan dividen yield sebesar 2,9% yang cukup lumayan dalam industri perbankan.

2. Panca Budi Idaman (PBID)
PBIDPBID merupakan emiten yang baru IPO pada Desember 2017 kendati demikian saham PBID sudah naik sebesar +33% semenjak IPO di harga 850. Hal itu sejalan dengan perkembangan bisnisnya yang meningkat cukup pesat. Pada Q3 2018 PBID membukukan pendapatan yang meningkat sebesar +24% dan laba bersih +48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Di tahun 2019 ini manajemen PBID memproyeksikan bahwa bisnisnya akan bertumbuh sebesar 15% yang dapat menjadi acuan pertumbuhan di tahun ini. Di harga 1130 saham PBID memiliki valuasi PER sebesar 6,4 dan PBV sebesar 1,4 yang terlihat sangat murah di harga ini. Saham PBID juga telah memberikan dividen sebesar Rp 43/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 3,8% di harga tersebut dan kemungkinan nilai dividennya akan meningkat karena bisnisnya berkembang.

3. Wom Finance (WOMF)
WOMFIndustri multifinance mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir dan tidak terkecuali terjadi pada Wom Finance. Harga sahamnya telah meningkat lebih dari +300% dalam 3 tahun terakhir. Hal itu karena terdapat perbaikan kinerja dan fundamental pada Wom Finance. Pada Q3 2018 pendapatannya naik +26% dan laba bersihnya juga naik lebih pesat +50%. Di tahun 2019 ini manajemen mematok pertumbuhan sebesar 20% dan ini menjadi katalis positif pada WOMF. Di harga 314 WOMF memiliki valuasi PER sebesar 5,4 dan PBV sebesar 1 yang terlihat sangat undervalue. Di tahun 2018 manajemen WOMF mulai membagikan dividen dan di harga tersebut nilai dividen yieldnya adalah sebesar 4,9%.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Senin, 07 Januari 2019

Outlook Makro Ekonomi Indonesia di Tahun 2019

Tahun 2018 merupakan tahun yang cukup berat dalam investasi saham karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang cukup besar. Di tahun 2018 IHSG turun dari posisi tertingginya di 6680 ke titik terendahnya di 5640 yang artinya terkoreksi sebesar -15,5%. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, pelemahan nilai tukar Rupiah dan krisis ekonomi pada negara-negara berkembang menjadi penyebab katalis negatifnya. Namun sebenarnya penurunan IHSG di tahun 2018 merupakan sebuah peluang karena hal tersebut tidak berkaitan dengan fundamental perekonomian Indonesia. Di tahun 2018 ekonomi Indonesia diproyeksi tumbuh sehat sebesar 5,15% dan laju inflasi juga terkendali di angka 3,1% sehingga penurunan IHSG bukan merupakan faktor yang didasari oleh internal melainkan eksternal yang tidak berdampak signifikan pada perekonomian Indonesia. Berikut ini adalah ulasan mengenai proyeksi ekonomi Indonesia di tahun 2019:
Ekonomi Indonesia