Selasa, 08 Januari 2019

3 Saham Dividen yang Bagus Dibeli Pada Januari 2019

Bulan Januari 2019 ini merupakan awal yang bagus untuk investasi saham. Hal itu karena kebanyakan investor akan memiliki resolusi tahun baru dan memiliki target investasi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu faktor penting adalah mengenai pergerakan saham keseluruhan yakni IHSG yang mengalami penurunan -2,8% dalam setahun terakhir. Itu merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk investor dalam menambah posisi saham-saham yang berkualitas untuk dipegang dalam jangka panjang. 

Dividen

Investor saham sebaiknya tenang karena penurunan IHSG di tahun 2018 tidak berpaku pada fundamental ekonomi melainkan karena faktor eksternal. Ekonomi Indonesia masih bertumbuh sehat pada angka 5,15% dengan inflasi yang terjaga di 3,1% yang merupakan indikator bahwa ekonomi Indonesia berkembang dengan sehat. Oleh karena itu ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh investor yang mampu melihatnya. Berikut ini adalah saham dividen yang bagus pada Januari 2018:

1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
BBRI
Bank Rakyat Indonesia merupakan bank terbesar yang menjangkau kredit mikro di Indonesia. Pada Q3 2018 BBRI membukukan penyaluran kredit yang meningkat sebesar +16,5% dan laba bersih yang meningkat sebesar +14,6%. Pertumbuhan tersebut diatas rata-rata industri perbankan nasional yang nilai kreditnya hanya meningkat 12,6%. BBRI sudah mengalami stock split sebesar 1:5 sehingga sahamnya menjadi lebih murah dalam angka nominal. Dalam 3 tahun terakhir saham BBRI sudah naik +80% jauh melebihi IHSG yang hanya naik +40%. BBRI selalu memberikan dividen yang meningkat seiring berjalannya waktu. Di harga 3700 saham BBRI memiliki valuasi PER sebesar 14,4 dan PBV sebesar 2,5 serta memberikan dividen yield sebesar 2,9% yang cukup lumayan dalam industri perbankan.

2. Panca Budi Idaman (PBID)
PBIDPBID merupakan emiten yang baru IPO pada Desember 2017 kendati demikian saham PBID sudah naik sebesar +33% semenjak IPO di harga 850. Hal itu sejalan dengan perkembangan bisnisnya yang meningkat cukup pesat. Pada Q3 2018 PBID membukukan pendapatan yang meningkat sebesar +24% dan laba bersih +48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Di tahun 2019 ini manajemen PBID memproyeksikan bahwa bisnisnya akan bertumbuh sebesar 15% yang dapat menjadi acuan pertumbuhan di tahun ini. Di harga 1130 saham PBID memiliki valuasi PER sebesar 6,4 dan PBV sebesar 1,4 yang terlihat sangat murah di harga ini. Saham PBID juga telah memberikan dividen sebesar Rp 43/lembar yang mencerminkan dividen yield sebesar 3,8% di harga tersebut dan kemungkinan nilai dividennya akan meningkat karena bisnisnya berkembang.

3. Wom Finance (WOMF)
WOMFIndustri multifinance mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir dan tidak terkecuali terjadi pada Wom Finance. Harga sahamnya telah meningkat lebih dari +300% dalam 3 tahun terakhir. Hal itu karena terdapat perbaikan kinerja dan fundamental pada Wom Finance. Pada Q3 2018 pendapatannya naik +26% dan laba bersihnya juga naik lebih pesat +50%. Di tahun 2019 ini manajemen mematok pertumbuhan sebesar 20% dan ini menjadi katalis positif pada WOMF. Di harga 314 WOMF memiliki valuasi PER sebesar 5,4 dan PBV sebesar 1 yang terlihat sangat undervalue. Di tahun 2018 manajemen WOMF mulai membagikan dividen dan di harga tersebut nilai dividen yieldnya adalah sebesar 4,9%.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar