Jumat, 18 Januari 2019

Investasi Saham Itu Mudah Bukannya Susah

Ketika orang-orang membicarakan mengenai investasi saham pasti yang ada dipikiran adalah investasi saham ribet harus analisa ini itu dan hanya orang jeniuslah yang bisa melakukannya. Pikiran-pikiran inilah yang dipikirkan orang awam yang belum pernah sama sekali mengenal investasi saham atau mencoba investasi saham. Padahal di dunia yang semakin canggih dan praktis ini investasi saham sangat mudah dan modal yang dikeluarkan pun sedikit saja. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kemudahan investasi saham:

Just Relax

1. Modal Kecil
Dengan Rp 100 ribu anda bisa menjadi investor saham dengan mengikuti sekolah pasar modal. Namun banyak orang yan tidak mengetahui hal itu, tapi itu adalah fakta. Investasi saham jaman now tidak perlu modal yang besar, pembelian minimal 1 lot yang berarti 100 lembar dan harga terendah saham di pasar reguler adalah Rp 50/lembar (tidak disarankan membelinya) yang berarti transaksi hanya membutuhkan modal Rp 5000+ Rp 1000 (anggap biaya broker) = Rp 6000 untuk transaksi minimal dan investor sudah bisa mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham yang biasanya diadakan di hotel dan menjadi pemilik perusahaan. Bayangkan jika anda ingin berinvestasi di emas maka minimal pembelian adalah 1 gram dan saat ini harga emas sudah mencapai lebih dari Rp 400.000/gram atau anda ingin berinvestasi rumah dan tanah? Modal yang dikeluarkan sangatlah besar.

2. Transaksi Cepat
Tidak ada yang ribet, pembuatan akun hanya beberapa hari saja. Setelah akun dibuat maka anda bisa menyisihkan pendapatan untuk diinvestasikan di saham buat masa depan diri anda. Proses jual beli saham hanya dalam hitungan detik ya DETIK! Dalam hitungan detik anda dapat memiliki saham dengan membelinya dan dalam hitungan detik pula anda dapat menjual saham anda dan mencairkan uang ke akun bank anda hanya dalam seminggu saja (3 hari tepatnya). Jika anda harus menjual emas anda harus ke toko emas. Properti jangan ditanya, mencari pembeli susahnya minta ampun dan prosesnya sangat lama serta birokrasi yang ribet.

3. Risiko Saham itu Moderat Bukan Tinggi
Risiko hanya bergantung pada orang yang mampu mengendalikannya jika orang itu mampu maka risiko rendah jika tidak mampu maka risiko tinggi. Investor legendaris Warren Buffett mengatakan, "Risiko Datang Dari Ketidaktahuan Apa yang Kamu Lakukan". Seperti menyetir mobil, jika anda tahu cara mengemudikannya maka anda akan aman dan jika tidak maka menabrak adalah sebuah keseringan. Dengan adanya pengetahuan yang cukup yakni pengetahuan fundamental tentang saham maka risiko dapat dikurangi dan berinvestasi di saham menjadi lebih aman serta menguntungkan. Saham adalah sebuah bisnis namun risiko terbesar bukanlah saham tapi bisnis real karena ketidakpastian kesuksesannya tinggi. Di saham perusahaan sudahlah besar dan risiko untuk bangkrut sangatlah kecil terutama untuk perusahaan-perusahaan besar yang berkualitas.

4. Hanya Butuh Benar 6 Dari 10
Bila disuruh untuk menentukan kriteria kesuksesan seorang investor maka hanya nilai 6 saja yang perlu diberikan. Di sekolah nilai 6 akan ditertawakan namun di dunia investasi saham nilai 6 dari 10 merupakan hal yang bagus. Ah ngawur, mungkin itu yang ada di pikiran anda tapi memang itulah kenyataannya. Misal anda berinvestasi di 10 saham secara rata selama 5 tahun lalu 4 perusahaan bangkrut (skenario terburuk yang sulit terjadi jika yang anda pilih perusahaan berkualitas) maka anda akan kehilangan -40% dari modal anda dan anda merugi. Namun itu bukanlah hasil final karena 6 saham lainnya anda benar saham-saham tersebut naik 100% dalam 5 tahun. Maka imbal hasil anda tetap untung dalam 5 tahun dengan +20%. Hanya butuh 6 dari 10 saham pilihan untuk memenangkan imbal hasil investasi. Selain itu tidak ada limit dalam kenaikan harga saham bisa saja 6 saham pilihan anda adalah saham perusahaan berkualitas yang dalam 10 tahun naik 10 kali (seringkali bisa terjadi). Bila skenario ini yang berjalan maka dalam 10 tahun bukan hanya untung +20% tapi +460%! Oleh karena itu sekali lagi anda hanya butuh 6 dari 10 kandidat untuk menang.

5. Tidak Butuh IQ Tinggi Dalam Investasi Saham
Investasi saham, bisnis, berdagang atau apalah itu tidak membutuhkan orang yang jenius. Orang yang memiliki IQ rata-ratalah yang memiliki peluang untuk menjadi investor atau pebisnis yang baik. Jika orang terpintarlah yang mampu untuk menjadi kaya dari berinvestasi atau berbisnis mengapa banyak profesor yang masih hidup dengan keterbatasan. Ilmu yang dibutuhkan hanyalah matematika SD. Matematika yang sering dipakai adalah penambahan, pengurangan, pengalian dan pembagian ditambah rasio persen dan desimal, itu semua didapatkan dalam pelajaran SD. Ilmu yang sulit adalah pengendalian emosi yang tidak semua orang bisa melakukannya tapi jika anda orang yang suka berpikir logika atau mau berpikir secara logika maka peluang untuk sukses sangat besar. Selanjutnya adalah kesabaran yang tidak semua orang mau melakukannya. Ingat Kekaisaran Roma tidak dibangun dalam waktu 1 bulan, melainkan puluhan tahun.

6. Bisa Ditinggal Seperti Mesin Otomatis dan Menghasilkan Pasif Income
Berinvestasi saham tidak melulu melotot menatap monitor pergerakan saham. Seringkali hal yang anda lakukan hanyalah mengawasi dan mengabaikan pergerakan harganya. Anda juga bisa meninggalkannya dan otomatis saham akan naik dengan sendirinya. Namun jangan ditinggal terlalu lama karena saham memerlukan pengecekan berkala. Selain itu enaknya investor saham adalah mendapatkan dividen yang rutin setiap tahun dan itu adalah pasif income yang artinya anda tidak perlu ngapa-ngapain tapi anda dapat uang secara cuma-cuma. Jumlahnya bisa meningkat setiap tahun jika kinerjanya meningkat tidak seperti gaji yang stuck di situ-situ saja. Oleh karena itu pentingnya berpikiran seperti business owner.

7. Dalam Jangka Panjang Saham Pasti Naik
Jika anda melihat grafik IHSG dalam 10 tahun terakhir apa yang dapat anda simpulkan? "Naik-naik ke puncak gunung" mungkin itulah lagu yang bagus untuk menggambarkan grafik IHSG dalam sejarahnya. Jika ada yang bilang "Ah tidak buktinya saham ABCD gak naik dalam 10 tahun dan malah cenderung turun" maka yang perlu anda lihat adalah bisnisnya. Bagaimana kinerja bisnis perusahaannya? Apakah meningkat? Dalam jangka panjang jika kinerja perusahaan meningkat maka saham akan meningkat begitupula sebaliknya. Jika perusahaan mencatatkan kinerja yang bagus terus secara konsisten dalam 5 tahun maka dalam 5 tahun itu pula sahamnya akan naik dan berlaku sebaliknya.

Kesimpulan:
Investasi saham jaman now sangatlah mudah dan orang biasa bisa melakukannya dengan mudah. Kunci utamanya adalah niat untuk terus belajar dan mau mengerjakan tugas untuk menganalisa secara fundamental.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar