Jumat, 25 Januari 2019

Kerugian Membeli Saham yang Tidak Likuid

Tidak semua saham di Bursa Efek Indonesia bagus, sebagian saham ada yang tidak bagus salah satu jenisnya adalah saham yang tidak likuid. Saham yang tidak likuid merupakan saham yang ditransaksikan dengan jumlah volume yang kecil. Oleh karena volumenya kecil maka jumlah bid dan offernya juga relatif kecil. Akibatnya saham yang tidak likuid jarang ditransaksikan atau ditransaksikan dalam jumlah yang kecil. Membeli saham yang tidak likuid memiliki segudang permasalahan. Dalam artikel ini akan membahas mengenai kerugian membeli saham yang tidak likuid
Aset Beku
1. Susah Membeli dan Menjual
Hal ini sudahlah pasti, saham yang tidak likuid sulit untuk melakukan jual beli karena sedikitnya jumlah bid dan offer. Karena jumlahnya yang sedikit maka jika anda ingin membeli dan menjual harus melakukannya secara sedikit demi sedikit. Belum lagi nilai bid dan offernya memiliki gap atau spread yang cukup jauh maka anda akan kesulitan menjual pada harga pasar. Ini merupakan kerugian utama membeli saham yang tidak likuid.

2. Sahamnya Tidur
Kebanyakan saham yang tidak likuid sahamnya bersifat tidur atau harganya tidak bergerak dalam jangka waktu yang lama. Maklum saja karena saham yang tidak likuid ditransaksikan dengan volume yang rendah sehingga sulit untuk mengalami volatilitas harga karena pembelian dan penjualan dalam jumlah yang besar. Akibatnya banyak saham yang kurang likuid harganya tertidur dan tidak bergerak dalam waktu yang lama.

3. Jarang Adanya Berita
Saham yang tidak likuid umumnya merupakan saham yang tidak populer. Saham yang tidak likuid seringkali tidak memiliki berita terupdate yang dapat digunakan dalam acuan berinvestasi. Hal itu karena saham yang tidak likuid berarti jarang ada investor yang ingin menawarnya. Akibatnya media juga menjadi malas untuk mencari tahu berita mengenai perusahaannya karena sedikit investor yang berminat untuk membacanya. Ketidakadaan berita akan membuat investor kesulitan dalam mencari informasi yang terupdate sehingga analisa hanya dapat dilakukan dengan laporan keuangan, hal ini akan mengurangi informasi yang dapat dijadikan acuan dalam berinvestasi.

Kesimpulan:
Membeli saham yang tidak likuid merupakan hal yang harus dihindari karena sulitnya dalam menjual dan membeli. Investor yang membeli saham tidak likuid akan mendapati dirinya terjebak dalam saham tersebut oleh karena itu sebaiknya berinvestasi pada saham yang tidak likuid dihindari.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar