Senin, 07 Januari 2019

Outlook Makro Ekonomi Indonesia di Tahun 2019

Tahun 2018 merupakan tahun yang cukup berat dalam investasi saham karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang cukup besar. Di tahun 2018 IHSG turun dari posisi tertingginya di 6680 ke titik terendahnya di 5640 yang artinya terkoreksi sebesar -15,5%. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, pelemahan nilai tukar Rupiah dan krisis ekonomi pada negara-negara berkembang menjadi penyebab katalis negatifnya. Namun sebenarnya penurunan IHSG di tahun 2018 merupakan sebuah peluang karena hal tersebut tidak berkaitan dengan fundamental perekonomian Indonesia. Di tahun 2018 ekonomi Indonesia diproyeksi tumbuh sehat sebesar 5,15% dan laju inflasi juga terkendali di angka 3,1% sehingga penurunan IHSG bukan merupakan faktor yang didasari oleh internal melainkan eksternal yang tidak berdampak signifikan pada perekonomian Indonesia. Berikut ini adalah ulasan mengenai proyeksi ekonomi Indonesia di tahun 2019:
Ekonomi Indonesia


1. Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,2%
Perbaikan terus dilakukan pemerintah dalam membangun kembali pertumbuhan ekonomi yang bertumbuh pesat secara berkelanjutan. Di tahun 2019 ini perekonomian Indonesia diproyeksi tumbuh sebesar 5,2% dari rata-rata proyeksi analis. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% dalam APBN 2019 namun dalam sejarahnya pemerintah selalu terlalu optimis dalam menetapkan target sehingga angka 5,3% terlihat kurang realistis. Pertumbuhan ekonomi lebih realistis di rentan angka 5,1-5,2% untuk tahun 2019 ini. Hal ini artinya di tahun 2019 nanti ekonomi Indonesia tetap akan bertumbuh sehat dan penurunan IHSG merupakan peluang untuk mengoleksi saham-saham berkualitas dalam jangka panjang.

2. Inflasi Terjaga Pada 3-4%
Di tahun 2018 ini inflasi diproyeksi akan berada pada angka 3,1%. Sedangkan untuk tahun 2019 sasaran pemerintah untuk nilai inflasi ada pada 3,5%. Inflasi terlihat sangat terkontrol dibawah pertumbuhan ekonomi dan terlihat sangat sehat. Inflasi dibutuhkan untuk mendongkrak konsumsi masyarakat namun inflasi yang berlebihan sangat tidak baik untuk perekonomian. Untuk saat ini nilai inflasi Indonesia cukup baik dan terjaga.

3. Tahun Politik Membuat Investor "Wait and See"
Tahun 2019 merupakan tahun dimana para investor dan pebisnis menunda untuk berekspansi ataupun berinvestasi. Hal itu karena mereka ingin melihat kandidat mana yang akan terpilih untuk lebih memastikan agar rencana bisnisnya kedepan tidak terganggu oleh politik. Hal ini kemungkinan akan memperlambat laju investasi di Indonesia namun tahun politik juga dapat meningkatkan konsumsi masyarakat. Jika situasi kondusif maka ekonomi Indonesia akan tetap bertumbuh dengan sehat.

Kesimpulan:
Penurunan IHSG di tahun 2018 tidak ada kaitannya dengan fundamental perekonomian Indonesia karena di tahun 2018 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,15% dan inflasi terjaga di 3,1%. Di tahun 2019 nanti ekonomi Indonesia akan bertumbuh sebesar 5,2% dan itu merupakan katalis positif untuk berinvestasi.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar