Selasa, 22 Januari 2019

Pentingnya Diversifikasi Dalam Investasi Saham

Banyak orang yang tidak paham dalam konsep investasi saham dan mereka lebih tidak paham lagi dengan konsep diversifikasi. Diversifikasi merupakan tindakan membagi modal kedalam beberapa jenis investasi untuk meminimalisasi risiko jika terjadi kesalahan atau realita yang tidak sesuai ekspektasi. Seringkali seorang investor hanya memiliki 1 atau 2 saham saja dan menambah posisinya seiring berjalannya waktu. Hal ini sangatlah tidak bagus untuk dijalankan karena bisa saja antara 1 atau 2 saham tersebut tidaklah sejalan dengan ekspektasi yang diinginkan. Meskipun lebih menghasilkan jika harga sahamnya naik tinggi namun tidak berdiversifikasi memiliki risiko tersendiri.
Diversifikasi

1. Mungkin Saja Analisa Anda Salah
Jika anda hanya memiliki satu dan dua saham saja maka ketika analisa anda salah dan harganya anjlok, anda akan terpaksa menjual di harga yang lebih rendah alias cut loss. Setiap investor memiliki kesalahan sepanjang perjalanan investasinya terutama investor retail yang hanya memiliki keterbatasan informasi dan analisa. Analisa yang salah biasanya akan berujung pada kerugian dan bila anda beruntung harganya masih tetap atau naik dan anda masih mendapatkan keuntungan. Namun kebanyakan analisa fundamental yang salah berujung pada kerugian. Oleh karena itu anda harus meminimalisasi kesempatan untuk salah yaitu dengan membeli beberapa saham dan bukan hanya satu atau dua saham.

2. Fundamental Dapat Berubah Seiring Berjalannya Waktu
Saham yang bagus saat ini belum tentu bagus di masa depan. Kinerja bisnis yang bagus saat ini belum tentu akan bertahan di masa depan. Fundamental emiten bersifat dinamis yang artinya dapat berubah seiring berjalannya waktu. Anda harus bersiap menerima kenyataan bila perusahaan yang tadinya bagus bisa menjadi buruk karena perubahan baik dari internal seperti manajemen ataupun eksternal seperti pengaruh ekonomi. Bila anda hanya berinvestasi pada satu atau dua saham saja maka anda akan terjebak pada satu dua perusahaan saja dan itu merugikan.

3. Terkadang Pasar Berlawanan Dengan Kondisi Fundamental
Banyak investor merasa frustrasi karena pasar tidak kunjung memberikan nilai yang wajar pada saham-saham yang mereka pikir undervalue. Bahkan dalam jangka pendek pasar dapat bergerak secara berlawanan dari kondisi fundamental perusahaan yang ada. Jika anda hanya memiliki satu dua saham dan mengalami kondisi yang demikian maka anda akan merasa frustrasi dan menjual saham anda sebelum pasar merealisasikannya. 

4. Semakin Banyak Saham yang Dimiliki Semakin Banyak Peluang Untuk Mendapatkan Saham yang Potensial
Dalam investasi saham semakin banyak anda memiliki saham yang bagus maka akan semakin besar anda mendapatkan saham-saham yang berpotensi menjadi tenbagger (saham yang naik 10 kali lipat atau lebih). Faktanya hanya butuh beberapa saham yang naik tinggi saja untuk menambal saham-saham yang harganya turun karena tidak ada batasan harga saham untuk naik tinggi dan ada batasan harga saham untuk turun yaitu maksimal -100% jika perusahaannya bangkrut atau delisting secara paksa. Dengan rumus sederhana matematika tersebut maka memiliki beberapa saham pemenang bisa menutup kekalahan dari saham-saham yang turun.

5. Pikiran Tidak Terlalu Terpaku Pada Satu Dua Saham Saja
Jika anda memiliki hanya satu dua saham saja maka pikiran anda akan terpusat hanya pada satu dua saham itu saja. Hal itu tidaklah bagus karena anda akan melewatkan peluang yang ada. Apalagi jika perusahaannya memiliki kinerja yang berubah menjadi lebih buruk itu akan membuat anda kebingungan 

Kesimpulan:
Diversifikasi adalah hukum yang wajib dalam investasi saham. Jika anda tidak melakukan diversifikasi maka investasi anda berisiko untuk tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar