Senin, 21 Januari 2019

Saham Properti Bangkit Di Awal Tahun 2019

Awal tahun 2019 menjadi salah satu tahun yang menarik dalam dunia investasi saham. Pasalnya salah satu sektor yang menjadi favorit investor yaitu sektor properti menunjukkan kebangkitan sejak akhir tahun 2018 hingga artikel ini ditulis. Sektor properti menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sejak akhir tahun 2018 hingga kini. Oleh karena itu banyak investor mungkin bertanya-tanya apakah kenaikan ini ditopang oleh fundamental yang bagus atau hanya kenaikan sesaat saja. Pada artikel ini akan dibahas mengenai kenaikan harga saham-saham emiten properti di awal tahun 2019 ini.
Properti

1. Kenaikan Ditopang Oleh Peningkatan Marketing Sales
Melihat kinerja emiten properti di tahun 2018 terdapat peningkatan yang cukup bagus. Rata-rata emiten properti mencatatkan kinerja yang membaik dilihat dari peningkatan marketing sales. Misalnya saja Alam Sutera Realty (ASRI) yang mampu membukukan 75% target marketing sales di semester I tahun 2018. Emiten lain seperti BSD City (BSDE) membukukan kenaikan marketing sales sebesar +12% pada Q3 2018 dari periode yang sama di tahun lalu. Saham properti yang stabil seperti Pakuwon Jati (PWON) cukup bagus dengan peningkatan +19% dari periode tahun lalu. Itu adalah contoh emiten-emiten properti yang memiliki nama di bidang developer properti.

2. Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih yang Masih Berfluktuatif
Meskipun kinerjanya mungkin terlihat bagus dari marketing sales namun sebenarnya emiten properti saat ini masih berkinerja kurang bagus. Banyak emiten properti yang membukukan kinerja pendapatan maupun laba bersih yang menurun. Emiten properti masih tidak dapat diterka kinerjanya dan sepertinya sektornya masih berkinerja kurang bagus dan lesu. Contohnya saja laba ASRI yang anjlok sebesar -42% dan pendapatan hanya naik tipis +1%. Laba bersih BSDE juga anjlok -73% diikuti oleh penurunan pendapatan -23% namun untuk kasus BSDE itu karena tahun lalu terdapat peningkatan kinerja yang signifikan karena adanya penjualan tanah. Laba bersih CTRA hanya naik tipis +2,4% pada Q3 2018. Untuk PWON merupakan salah satu emiten properti yang bagus dengan kenaikan pendapatan dan laba bersih yang konsisten. Oleh karena itu sebaiknya wait and see untuk sektor properti karena kinerjanya yang kurang konsisten.

3. Valuasi yang Murah
Sektor properti merupakan salah satu sektor yang dihargai murah alias memiliki valuasi yang murah. Banyak saham-saham properti yang dihargai sangat murah dengan PER yang rendah pada saat sebelum mengalami kenaikan. Karena valuasi yang murah inilah harga saham properti mengalami rebound dan naik. Untuk saat ini valuasi sektor properti masih murah namun dengan keadaan bisnis yang belum cukup membaik.

Kesimpulan:
Kenaikan saham properti lebih disebabkan karena valuasinya yang sudah sangat murah. Untuk fundamental bisnisnya emiten properti masih mengalami kelesuan pada saat ini. Investor sebaiknya wait and see jika sudah ketinggalan kenaikan saham properti.

Saya membuka jasa konsultasi investasi saham yang murah dan memiliki track record yang baik. Baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar