Rabu, 06 November 2019

Kinerja Bank BUMN Pada Q3 2019

Pada Q3 2019 ini sepertinya merupakan periode yang berat bagi beberapa bank BUMN besar yang terdiri dari Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN). Beberapa kinerja bank besar BUMN berjalan melambat sedangkan terdapat juga bank yang berkinerja cukup bagus. Sejatinya bank BUMN merupakan panutan bagi perbankan nasional sehingga layak untuk dilihat kinerjanya. Dalam artikel ini akan dibahas kinerja bank-bank besar BUMN pada Q3 2019 (BBTN masih tidak ditampilkan karena laporan keuangannya belum keluar (ditelaah secara terbatas) dan akan diupdate pada artikel ini di kemudian hari setelah keluar).

Bank BUMN
1. Kinerja BBRI dan BBNI Tertekan
Kendati pertumbuhan kredir BBRI tumbuh sebesar 11,65% dan lebih tinggi dari rata-rata industri sebesar 8,59% namun laba BBRI cukup tertekan. Bank Rakyat Indonesia mencetak laba Rp 24,78 triliun pada Q3 2019 dan bertumbuh sebesar 5,36% dibandingkan laba bersihnya yang sebesar Rp 23,47 triliun pada periode sebelumnya walaupun pendapatan bunga & syariahnya meningkat sebesar 10,1% dari Rp 82,4 triliun menjadi Rp 90,78 triliun. Hal yang sama juga terjadi pada Bank Negara Indonesia yang mampu mencatatkan kredit di angka Rp 558,7 triliun atau tumbuh 14,7% dibandingkan periode sebelumnya dan pendapatan bunga & syariahnya juga meningkat 10,56% dari Rp 39,42 triliun menjadi Rp 43,59 triliun. Meskipun tumbuh double digit namun laba bersih BBNI tertekan dan hanya tumbuh sebesar 4,7% di angka Rp 12 triliun. Sepertinya terdapat beban besar yang ditanggung oleh BBRI dan BBNI.

2. Kinerja BMRI Lebih Baik
Jika kinerja BBNI dan BBRI laba bersihnya tumbuh sebesar single digit maka BMRI mampu mempertahankan pertumbuhan kinerjanya di double digit. Total laba komprehensif yang diperoleh BMRI pada Q3 2019 sebesar Rp 20,94 triliun dan itu bertumbuh sebesar 11,9%. Kendati demikian pertumbuhan kredit dan pendapatan bunga & syariah BMRI hanya tumbuh single digit. Tercatat pertumbuhan kredit BMRI sebesar 7,8% menjadi Rp 841,9 triliun dari Rp 781,1 triliun pada periode sebelumnya. Dari segi pertumbuhan bunga & syariah BMRI mencatatkan pertumbuhan 8,9% menjadi Rp 43,9 triliun dibandingkan Rp 40,34 triliun pada periode sebelumnya. Dari segi laba bersih dibandingkan dengan BBNI dan BBRI maka kinerja BMRI terlihat lebih baik.

3. Kinerja Bank BUMN Melambat Pada Q3 2019
Dilihat secara keseluruhan maka dapat disimpulkan bahwa kinerja perbankan BUMN terlihat melambat pada Q3 2019 ini. Hal itu kemungkinan besar terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang melambat. Tercatat pertumbuhan ekonomi pada Q3 2019 ini di angka 5,05 persen, jumlah itu lebih lambat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar sekitar 5,15%. Selain itu terdapat isu panas global seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina yang menyebabkan guncangan ekonomi pada perekonomian di Asia. Pertumbuhan ekonomi Cina sebagai mitra dagang Indonesia yang besar juga melambat ke angka 6% yang merupakan angka terendah semenjak tahun 1992. Turbulensi ekonomi akan terus berlanjut selama berlangsungnya persaingan menjadi negara adidaya terbesar di dunia antara Amerika Serikat dan Cina.

Kesimpulan:
Perbankan BUMN yang menjadi saham primadona investasi ternyata berkinerja kurang bagus pada Q3 2019 ini. Oleh karena itu sebaiknya investor wait and see jika ingin berinvestasi pada saham BUMN pada periode ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar