Rabu, 06 November 2019

Pertumbuhan Ekonomi Q3 2019 Melambat

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada Q3 2019 ini hanya mencapai 5,02%. Padahal pada Q2 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,05%. Ditambah lagi hal itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, tercatat pertumbuhan ekonomi pada Q3 2018 adalah sebesar 5,17%. Hal ini tentu saja menambah efek penurunan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lantas apa penyebabnya?

Pertumbuhan Ekonomi

Ketidakpastian Perang Dagang Amerika Serikat dan Cina
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina masih berlanjut dan ini membawa efek domino terhadap perekonomian di Asia Pasifik. Berulang kali Presiden Amerika Serikat yaitu Donald Trump memberikan tarif tambahan pada produk Cina dan hal tersebut dibalas oleh Presiden Cina Xi Jinping. Terdapat spekulasi yang menyatakan bahwa President Donald Trump akan menurunkan eskalasi perang dagang untuk menyetabilkan ekonomi menjelang pemilu AS di tahun 2020. Namun sepertinya tanda-tanda untuk penghentian perang dagang masih belum terlihat.

Situasi Domestik yang Kurang Kondusif
Tahun 2019 merupakan tahun politik terpanas yang pernah terjadi di Indonesia. Berbagai isu SARA mewarnai pesta politik di tahun ini. Perebutan kursi eksekutif yang dibarengi oleh kursi legislatif membuat banyak terjadi masalah mulai dari pelaksanaan hingga ketertiban. Dua kubu calon presiden yang begitu sengit membuat perebutan kursi Presiden sangat panas. Berbagai macam demonstrasi dan isu-isu hoax banyak ditemukan dan bebas berkeliaran. Hal ini membuat situasi politik domestik menjadi kurang kondusif. Bahkan setelah pemilu berakhir masih terdapat demonstrasi-demonstrasi susulan yang membuat keadaan menjadi masih panas. Hal ini membuat banyak pelaku pasar menjadi konservatif dan menurunkan katalis ekonomi.

Pertumbuhan Investasi yang Menurun
Situasi politik yang kurang kondusif ini membuat banyak pelaku bisnis mengerem investasi dan menyebabkan investasi menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi pada Q3 2019 hanya tumbuh 4,21% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,96%. Situasi politik yang tidak kondusif membuat banyak investor memilih wait and see.

Kesimpulan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q3 2019 ini kurang menggembirakan dan melanjutkan tren penurunan pada kuartal-kuartal sebelumnya. Padahal pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 mencapai 5,17%. Hal ini menandakan bahwa tren kenaikan pertumbuhan ekonomi terpatahkan dan berpotensi melanjutkan tren pertumbuhan ekonomi secara tipis di 5,00%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar